Showing posts with label Armed. Show all posts
Showing posts with label Armed. Show all posts

Astros II Mk 6 MLRS Multi Kaliber Siap Perkuat Armed TNI

on Tuesday, October 9, 2012

08 Oktober 2012

Avibras Astros II Mk 6 (all photos : Defense Studies)

Pada tanggal 5 Oktober lalu bertepatan dengan HUT TNI yang ke-67 dilangsungkan parade militer dan defile dimana publik dapat melihat tampilnya dua kendaraan peluncur roket multi laras baru buatan Brazil.  Kendaraan ini telah didatangkan ke Jakarta melalui bandara Halim Perdana Kusumah yang selanjutnya dipamerkan di lapangan Monas.

Kendaraan buatan Avibras Aerospacial Brazil ini mempunyai nama ASTROS (Area Saturation Rocket System), diproduksi pertama kali pada tahun 1983 dan terus dikembangkan sampai sekarang. Serie yang dipilih Indonesia adalah dari tipe II dan generasi ke-6 (Astros II Mk 6). Sistem senjata ini mempunyai jangkauan jarak tembak hingga 85 kilometer.


Dengan anggaran senilai 405 juta dolar dan pola pembelian secara G to G maka TNI AD bisa mendapatkan 2 1/3 batalyon atau 42 unit peluncur roket multi laras sekaligus multi kaliber Astros II Mk 6. Pilihan terhadap Astros ini akan membawa lompatan yang besar pada kemampuan batalyon roket TNI AD, sebelumnya TNI AD mengoperasikan peluncur roket M-51 kaliber 130mm buatan Cekoslowakia yang mempunyai jarak jangkau tembakan 8km.

Ada 4 tipe roket/munisi yang siap digunakan untuk Astros II, masing-masing S-30, S-40, S-60, dan S-80. Dalam tahap awal munisi yang akan digunakan oleh TNI AD adalah S-80 yang mempunyai kaliber 300 mm dan jangkauan tembak hingga 85 km. Daya hancur yang ditimbulkan dari 1 munisi saja adalah area seluas 400mx550m, bisa dibayangkan daya hancur yang ditimbulkan jika 1 kendaraan Astros dapat membawa 4 munisi tersebut. Tipe S-80 ini terdiri dari 52 submunisi tipe tandan/cluster anti personil dan anti material dengan kecepatan tembak salvo 16 detik. Tiap submunisi memiliki radius efektif 52m dan daya tembus baja hingga 200mm serta dilengkapi alat penghancur sendiri (self destruction device).


Selain munisi tipe tersebut, untuk sarana latihan akan menggunakan munisi SS-09 berkaliber 70mm dan jangkauan tembak maksimal 10km dengan jumlah laras 32 buah. Penggunaan munisi latihan ini akan lebih praktis karena pada prakteknya akan muncul kesulitan untuk mencari lokasi latihan yang steril dari penduduk dengan jarak paling tidak 100 km.

Sistem pengisian ulang (reloading) munisi Astros ini sangatlah mudah, untuk satu set munisi yang dibawa oleh satu kendaraan Astros hanya dibutuhkan waktu 8 hingga 12 menit saja.
Astros MLRS menggunakan platform kendaraan Tatra 6x6 yang telah dimodifikasi dengan penggunaan pelat baja sehingga awak kabinnya terlindung dari  tembakan hingga kaliber 7,62mm. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan pelontar tabir asap dan senapan mesin berat kaliber 12,7mm. Kendaraan munisi dan bengkel lapangan dapat juga difungsikan sebagai peluncur roket (interchangeable) karena di dalam kabinnya telah dilengkapi dengan komputer penembakan. Kendaraan peluncur roket itu sendiri dioperasikan oleh empat orang.


Berat kosong kendaraan ini hanya 24 ton, bahkan dengan ukuran panjang 9,9m, lebar 2,8m, dan tinggi 3,2m memungkinkan Astros untuk dapat dengan mudah diangkut oleh pesawat sekelas C-130 Hercules, hal ini akan memudahkan Astros untuk disebar di daerah konflik yang lokasinya relatif jauh dari markasnya. Kendaraan Astros ini juga dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/jam dengan daya jelajah hingga 600km.

Belum jelas kendaraan apa saja yang akan dibeli menyertai Astros MLRS ini, yang jelas dalam sistem Astros II secara lengkap terdiri dari beberapa kendaraan : Universal Multiple Launcher (AV-LMU), Ammunition Supply Vehicle (AV-RMD), Command and Control Vehicle/Fire Control Unit (AV-VCC), Optional Electronic Fire Control Unit (AV-UCF), dan Mobile Workshops (untuk perbaikan di lapangan).

Astros II beserta kendaraan pendukungnya (photo : Avibras)

Negara lain di kawasan yang mengoperasikan Astros MLRS adalah Malaysia, berbeda dengan Indonesia tipe yang dimiliki Malaysia adalah serie Astros II Mk 5. Malaysia pada tahun 2000 telah membeli Astros pada batch pertama sebanyak 18 unit dan diikuti dengan pesanan lanjutan pada batch kedua sebanyak 18 unit.

Pembelian Astros MLRS ini akan melengkapi modernisasi alutsista TNI AD yang akan tampil semakin gahar dengan alutsista lainnya yang cukup mumpuni yaitu Caesar SPH 155mm, MBT Leopard dan heli serang Apache.

(Defense Studies)


View the Original article

Apache for Indonesia : Types AH-64D Block III Longbow and Fully Armed

on Saturday, September 22, 2012

22 September 2012

AH-64D Block III Longbow (photo : global military review)

WASHINGTON– The Defense Security Cooperation Agency notified Congress September 19 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia of 8 AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters and associated equipment, parts, training and logistical support. The estimated cost is $1.42 billion.

The Government of Indonesia has requested a possible sale of 8 AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters, 19 T-700-GE-701D Engines (16 installed and 3 spares), 9 Modernized Target Acquisition and Designation Sight/Modernized Pilot Night Vision Sensors, 4 AN/APG-78 Fire Control Radars (FCR) with Radar Electronics Units (Longbow Component), 4 AN/APR-48A Radar Frequency Interferometers, 10 AAR-57(V) 3/5 Common Missile Warning Systems (CMWS) with 5th Sensor and Improved Countermeasure Dispenser, 10 AN/AVR-2B Laser Detecting Sets, 10 AN/APR-39A(V)4 Radar Signal Detecting Sets, 24 Integrated Helmet and Display Sight Systems (IHDSS-21), 32 M299A1 HELLFIRE Missile Launchers, and 140 HELLFIRE AGM-114R3 Missiles.

Also included are Identification Friend or Foe transponders, 30mm guns and ammunition, communication equipment, tools and test equipment, training devices, simulators, generators, transportation, wheeled vehicles, organizational equipment, spare and repair parts, support equipment, personnel training and training equipment, U.S. government and contractor engineering, technical, and logistics support services, and other related elements of logistics support. The estimated cost is $1.42 billion.

This proposed sale will contribute to the foreign policy and national security of the United Statesby helping to improve the security of a friendly country which has been, and continues to be, an important force for political stability and economic progress in Southeast Asia.

The proposed sale provides the Government of Indonesia with assets vital to protect and deter both external and other potential threats. Indonesia will use these APACHE helicopters to defend its borders, conduct counterterrorism and counter-piracy operations, and control the free flow of shipping through the Strait of Malacca.

The materiel and services under this program will enable Indonesia to become a more capable defensive force and will also provide key elements required for interoperability with U.S. forces.

The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

The prime contractors will be The Boeing Company in Mesa, Arizona; Lockheed Martin Corporation in Orlando, Florida; General Electric Company in Cincinnati, Ohio; Lockheed Martin Millimeter Technology in Owego, New York; and Longbow Limited Liability Corporation in Orlando, Florida. Implementation of this proposed sale may require the assignment of five U.S. contractor representatives and three U.S. Government representatives in country full-time for equipment checkout, fielding, and technical
support.

There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.

This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.

(DSCA)

View the Original article

Satuan Armed Memodernisasi Sistem Senjata

on Tuesday, December 6, 2011

05 Desember 2011

Beberapa Angkatan Darat negara-negara Eropa barat akan mengurangi arsenal M270 MLRS seiring dengan pengurangan anggaran pertahanannya. Kendaraan ini dapat menembakkan roket dengan jangkauan 42-300km. Belanda Italia, Jerman, Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya memakai peluncur roket multi laras berbobot 25 ton ini (photo : Wikia)

CIMAHI, (PRLM).- Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD segera memodernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) dengan mendatangkan meriam-meriam baru pada 2012 nanti. Seluruh prajurit Armed dituntut segera menguasai kecakapan penguasaan peralatan tempur baru tersebut.

Komandan Pusat Kesenjataan (Pussen) Armed Brigjen TNI Ariyadi Padmanegara mengungkapkan, modernisasi alutsista berupa penggantian meriam kaliber 76 milimeter (mm)/Gun menjadi meriam 105 mm. Juga direncanakan penyiapan Batalyon Armed untuk meriam kaliber 155 mm dan Batalyon Armed roket MLRS (multiple launcher rocket system).


“Sebagai konsekuensi logis modernisasi tersebut, seluruh prajurit Armed dituntut memiliki penguasaan kemampuan teknis kecabangan yang dipadukan dengan adaptasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Juga dibutuhkan tingkat kesiapan fisik memadai,” ucapnya saat memberikan sambutan dalam “Syukuran Hari Ulang Tahun ke-66 Armed TNI AD”, Senin (5/12), di Pusat Diklat Armed, Kota Cimahi.

Meriam baru kaliber 105 mm memiliki jangkauan hingga 18 kilometer. Spesifikasi ini jauh lebih canggih dibandingan alutsista lawas berupa meriam kaliber 76 mm yang hanya mampu menjangkau sasaran terjauh 8 kilometer. Meriam kaliber 155 mm bahkan lebih efektif lagi dalam medan perang karena mampu menjangkau sasaran hingga 40 kilometer.

Selain peremajaan alutsista, Ariyadi juga menyinggung kebijakan pembinaan personel yang tengah digodok oleh Mabes TNI AD, yakni sistem ‘career by design’. Dalam sistem ini, personel berkualitas akan terus dipantau dan diberi arahan dengan penugasan, jabatan, serta lingkungan kerja. “Tujuannya untuk mendorong perwira-perwira terpilih mencapai puncak karier tertinggi,” tuturnya. (A-165/A-88)***

(

Pikiran Rakyat)


View the Original article