Showing posts with label C-130H. Show all posts
Showing posts with label C-130H. Show all posts

Australia and Indonesia Sign Memorandum of Sale for Five C-130H Hercules

on Friday, July 26, 2013

26 Juli 2013

RAAF C-130 Hercules (photo : thebaseleg)

Today in Perth, Indonesian Defence Minister Purnomo and I witnessed the signing of a Memorandum of Sale between Australia and Indonesia for five C 130H aircraft and associated equipment.

During my visit to Jakarta in April this year, I confirmed that the Australian Government was willing to sell five C-130H aircraft, along with a simulator and spare parts, to Indonesia at a discounted rate.

This offer was in addition to the four C-130H aircraft that Australia is currently in the process of transferring to Indonesia following discussions between our respective leaders in November 2011.

The sale of a further five C-130H transport aircraft will further enhance Indonesia’s capacity to respond to natural disasters and humanitarian crisis.

The Memorandum of Sale was signed by Australia’s Chief of the Defence Force, General Hurley, and Indonesia’s Head of Defence Facilities Agency, Rear Admiral Lubis.

The Memorandum sets out the arrangements for the sale of the five aircraft, simulator and spare parts to Indonesia.

Australia is pleased to continue to assist the development of Indonesia’s airlift capability, which will support humanitarian assistance and disaster relief operations.

The sale of these additional aircraft and associated equipment reflects the strength of the bilateral relationship between Australia and Indonesia, and the close ties between the Australian and Indonesian Defence forces.

(Aus DoD)

View the Original article

Australia Siap Mengirimkan C-130H Pertama

on Sunday, July 21, 2013

20 Juli 2013


Perbaikan pesawat dilakukan di Qantas Defence Australia (photo : QDS)

Indonesia Terima 4 Pesawat Hibah dari Australia

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menandatangani perjanjian hibah pesawat militer pada Jumat, 19 Juli 2013. Sebanyak empat unit pesawat Hercules tipe C 130 dihibahkan oleh pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia.

"Salah satu pesawat dengan tail number A97-006 saat ini sudah siap dikirim," ujar Purnomo seusai penandatanganan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Adapun tiga pesawat lain, masing-masing dengan tail number A97-001, A97-003, serta A97-009, masih akan dilakukan peremajaan sebelum dikirim ke Indonesia. "Ketiga pesawat tersebut setelah diperbaiki rencananya dikirim bertahap mulai Oktober 2013 hingga Desember 2014," kata Purnomo.

Total biaya yang digunakan untuk perbaikan serta pengiriman sebesar AUS$ 63 juta. Biaya tersebut merupakan harga kontrak antara Kementerian Pertahanan dan kontraktor pemeliharaan yang ditunjuk oleh pemerintah Australia, yaitu Qantas Defence Services (QDS).

Penandatanganan hibah ini disambut baik oleh pemerintah Australia. "Semoga dengan penandatanganan ini hubungan bilateral kedua negara bisa terjalin lebih baik," ujar Duta Besar Indonesia untuk Australia Greg Moriarty dalam sambutannya.

Terkait penunjukan QDS sebagai operator pemeliharaan, Greg mengatakan bahwa QDS merupakan salah satu perusahaan yang berpengalaman menangani pesawat Hercules tipe C-130. "QDS juga merupakan satu-satunya perusahaan yang ditunjuk oleh Royal Australia Air Force (RAAF) untuk melakukan perbaikan pesawat jenis tersebut," kata Greg.


Selain pesawat hibah, kerja sama lanjutan yang akan dilakukan Indonesia dan Australia, antara lain, adalah pembicaraan pembelian pesawat Hercules tipe C-138. "Ada lima pesawat jenis tersebut, tapi masih negosiasi," kata Purnomo. Pihak Kementerian Pertahanan, kata dia, juga akan mengirimkan pilot ke Australia untuk dilatih dalam pengoperasian pesawat tersebut. 

(Tempo)

View the Original article

Kevin Rudd Set to Give C-130H and Boats to Indonesia

on Tuesday, July 2, 2013

01 Juli 2013

RAAF C-130H Hercules (photo : Jubes474)

Kevin Rudd set to give planes and boats to Indonesia in visit this week

Kevin Rudd will take a kitbag of goodies to Indonesia this week as he seeks more help from that county to curb the boat flow.

The secondhand C-130 Hercules planes that Indonesia was going to buy at “mates rates” will now be a gift, and there will be patrol boats (customs not naval) thrown in. There could also be developmental aid.

The whole package could cost hundreds of millions of dollars.

The decision to make a gift of the planes and provide the boats was taken before last week’s leadership change, in preparation for Julia Gillard making this trip.

Rudd will be in Jakarta and Bogor on Thursday and Friday for the third Indonesia-Australia Leaders' Meeting. The discussions will be broad but being seen to be able to do something to combat the boat inflow is vital as Rudd moves towards the election.

The patrol boats will assist with border protection but the free gift of the C-130s, which are transport planes, is about putting the Indonesians in a mood to be helpful generally on the border issue.

The trip plays to Rudd’s strengths. He’s naturally at home on the foreign stage and has a good relationship with President Susilo Bambang Yudhoyono.

Gillard’s experience with Indonesia was mixed. The suspension of the live cattle trade caused great tension in the relationship. Rudd, foreign minister at the time, distanced himself by letting it be known he hadn’t been consulted; he later got involved in negotiations to sort things out. On the other hand, the regular leadership dialogue with Indonesia started (in late 2011) under Gillard.

While Rudd will be striving to come out of these talks with an impression that he has momentum in tackling people smuggling, previous experience indicates what’s said doesn’t always match what’s done on the issue.

Read full article The Conversation

View the Original article

TNI AU Kunjungi Perbaikan C-130H di Australia

on Tuesday, May 21, 2013

18 Mei 2013


Dari empat C-130H untuk Indonesia pesawat pertama akan diserahkan akhir Juli 2013 dan pesawat terakhir akan diserahkan sebelum Oktober 2014. (photo : Ikahan)

Kunjungan Resmi Dankoharmatau untuk Mengamati Perkembangan Perbaikan C130H


AUSTRALIA – Selama periode 8 hingga 10 Mei 2013, Marsda TNI Sumarno selaku Komandan Pemeliharaan dan Materil Angkatan Udara (Dankoharmatau) melakukan kunjungan kerja ke Markas Angkatan Udara Australia di Richmond dan Markas Angkatan Udara Australia di Williamtown, New South Wales, Australia. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengembangan hubungan antar TNI-AU dan Royal Australian Air Force (RAAF) di bidang pemeliharaan dan keselamatan penerbangan.

Pada tanggal 8 Mei 2013, Marsda TNI Sumarno bertemu dengan staf teknik dan logistik yang telah mendukung program C130H untuk RAAF. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan paparan kepada Dankoharmatau tentang sistem pendukung untuk empat pesawat C130H yang akan dipindahkan dari pihak Australia ke pihak Indonesia. Paparan tersebut juga termasuk memberikan informasi tentang pelaksanaan perbaikan yang dilakukan pada pesawat sebelum diserahkan kepada Indonesia.

Setibanya di RAAFRichmond, Marsda TNI Sumarno disambut oleh Commander Air Lift Group, Marsma Gary Martin. Selama pertemuan mereka, Marsma Martin memberikan paparan singkat kepada Marsda TNI Sumarno tentang sejarah armada C130H dalam melaksanakan tugasnya untuk Australia dan berbicara secara mendalam tentang peran penting pesawat tersebut selama bermain dalam operasi di seluruh dunia dan juga dalam hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia.

Marsda TNI Sumarno melakukan tur ke hangar di mana armada C130H sedang dalam proses diperbaharui oleh Qantas Defence Services (QDS) sebelum dialihkan kepada pihak TNI-AU. Beliau ditunjukkan pesawat pertama yang telah dipersiapkan untuk Indonesia yang telah diberikan tanda Angkatan Udara Republi kIndonesia.

Beliau terkesan dengan kondisi pesawat tersebut dan pesawat lainnya yang akan diperbaiki oleh QDS pada masa depan. Diharapkan bahwa pesawat pertama dapat siap dikirim ke Indonesia pada akhir Juli 2013 dan pesawat terakhir akan diserahkan sebelum Oktober 2014. Marsda TNI Sumarno mengatakan bahwa ia sangat tertarik untuk lebih mengembangkan dan memperkuat hubungan antara Koharmatau, Angkatan Udara Australia dan QDS untuk menjamin pengiriman semua empat pesawat akan siap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan telah sesuai dengan praktek terbaik dunia untuk kelayakan udara dan keselamatan penerbangan.

Pada 09-10 Mei, Dankoharmatau melakukan kunjungan lebih lanjut di RAAF Richmond dan RAAF Williamtown untuk mengamati proyek perbaikan hangar di sejumlah markas yang dapat digunakan sebagai contoh untuk proses perbaikan hangar yang sedang dilakukan di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, yang di sponsori oleh Australia-Indonesia aviation safety joint working group. Kunjungan tersebut dilakukan pada sejumlah hangar pemeliharaan untuk pesawat C130, F/A-18 dan Hawk 100 termasuk fasilitas untuk mengecat pesawat.

Beliau juga turut mengunjungi fasilitas pemeliharaan pesawat Hawk 100 untuk membahas masalah kelayakan udara serta pekerjaan terpenting dalam pencegahan korosi pada pesawat.

Sebagai hasil dari kunjungan ini, Marsda TNI Sumarno menunjukkan keinginannya untuk Koharmatau menjadi lebih erat terlibat pada proses serah-terima C130H dariAustralia untuk Indonesia dan pada bidang aviation safety joint working group.

(Ikahan)

View the Original article

First C-130H Being Readied for Indonesia

on Monday, January 28, 2013

25 Januari 2013


A97-006 is the first H-model to be prepared for transfer to Indonesia. (photo : Josh Williams)

The first former RAAF C-130H is being prepared for transfer to the Indonesian air force.

Photographed by H-model fan Joshua Williams at RAAF Base Richmond, A97-006 was seen departing the base on a test flight following deep-level maintenance.  With evidence of significant work having been performed on the aircraft by Qantas Defence Services, it is believed -006 was the last aircraft to go through deep level maintenance under the existing contract between Defence and QDS. The aircraft was subsequently flown to Townsville for repainting.

A Defence spokesperson told Australian Aviation: “A97-006 is expected to be the first aircraft to be transferred to Indonesia, following completion of deeper level maintenance servicing and other activities, as well as finalisation of transfer arrangements between the governments of Australian and Indonesia.”

(Australian Aviation)

View the Original article