Showing posts with label Diserahkan. Show all posts
Showing posts with label Diserahkan. Show all posts

Tiga Helikopter Buatan PT DI Diserahkan kepada TNI AL

on Saturday, April 27, 2013

26 April 2013


Helikopter Bell 412 EP untuk TNI AL (photo : MetroTVNews)

Metrotvnews.com, Sidoarjo -  Alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut kembali bertambah dengan diserahterimakannya tiga helikopter Bell 412 EP buatan PT Dirgantara Indonesia, Jumat (26/4). 

Penambahan tiga unit helikopter serba guna itu akan memperkuat aparat armada TNI AL dalam mengamankan wilayah perairan di Indonesia. Acara serah terima tiga helikopter dilakukan di Base Ops Pangkalan TNI Angkatan Laut Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (26/4).

Tiga helikopter itu diserahkan oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso kepada Kadisadal Laksamana Pertama TNI Agus Setiadji dan selanjutnya diserahkan kepada Komandan Puspenerbal Laksamana TNI I Nyoman Nesa. Serah terima helikopter ini disaksikan Asisten Logistik Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto.

Helikopter buatan PT DI ini harganya Rp110 miliar per unit dan dibayar dengan uang APBN. Helikopter yang mampu mengangkut 15 orang termasuk pilot dan kopilot itu gerakannya lebih dinamis dan mampu dioperasikan dalam segala medan. 

Oleh karena itu, helikopter tersebut diharapkan dapat memperkuat alutsista TNI AL dalam mengamankan wilayah laut Indonesia. Selain cocok untuk patroli laut, helikopter itu juga bisa untuk mengevakuasi korban bencana alam atau kecelakaan.

Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto mengatakan, saat ini ada tujuh helikopter yang dimiliki Skadron 400 Puspenerbal Juanda. Jumlah helikopter sebanyak itu  masih jauh dari angka ideal. "Idealnya untuk satu skadron harus memiliki 12 sampai 15 unit helikopter," katanya.

(MetroTVNews)

View the Original article

Hercules A1303 Diserahkan kepada ARINC untuk Diretrofit

on Friday, November 30, 2012

30 November 2012

Pesawat Hercules TNI AU A1303  (photo : VectorKalkulus).

Kemhan RISerahkan Pesawat C-130 Hercules kepada ARINC LLC USA

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyerahkan pesawat C-130H A-1303 Hercules kepada ARINC, LLC USA, untuk pelaksanaan Retrofit bertempat di Hangar Satuan Pemeliharaan 15 Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (29/11).

Pada penyerahan pesawat Kemhan RI diwakili oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Ka Baranahan) Mayor Jendral TNI Ediwan Prabowo. Dalam sambutannya Ka Baranahan menyampaikan bahwa Kemhan RI telah menandatangani kontrak dengan ARINC pada tanggal 8 Desember 2008 untuk melaksanakan retrofit 5 pesawat C-130H milik TNI Angkatan Udara. Kemhan yakin bahwa ARINC akan dapat menyelesaikan kontrak tepat waktu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk menandai keberhasilan pelaksanaan tugas, kesempatan ini sebagai wujud rasa syukur kehadirat yang Kuasa dimana sampai saat ini Tentara Nasional Indonesia telah mampu dan berhasil melaksanakan tugasnya dalam Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. Demikian pula telah tercatat dalam sejarah Indonesia bahwa TNI telah banyak berkiprah dalam menjaga kedaulatan RI serta pelaksanaan operasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu kehadiran pesawat C-130 Hercules yang lebih modern setelah dilaksanakan retrofit diharapkan mampu menghadapi tantangan yang lebih kompleks dimasa yang akan datang.

Penyerahan pesawat ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan pesawat oleh Ka Baranahan dan Mr. Larry D. Lamb dari ARINC, LCC USA. Penandatanganan disaksikan oleh Komandan Koharmatau Marsda TNI Sumarno, Kadisaeroau Marsma TNI Hasan Londang dan Kadiskomlekau Marsma M Yunus.



View the Original article

Kapal Cepat Rudal Ketiga Buatan Palindo Marine Akan Diserahkan Akhir Tahun

on Wednesday, October 10, 2012

09 Oktober 2012

KRI 643 dalam proses finishing (photo : Silep 04)

TNI AL Segera Terima Kapal Cepat Rudal Terbaru dari Palindo

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM--TNI Angkatan Laut segera mendapatkan kembali satu unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 M dari industri galangan kapal PT Palindo Marine, Batam.

"KCR yang ketiga ini tinggal tahap 'finishing' saja. Pekan lalu sudah diluncurkan' dan akhir tahun ini mungkin bisa diserahterimakan," kata Managing Director PT Palindo Marine Harmanto saat menerima kunjungan rombongan Puskom Publik Kemhan dan wartawan di pabrik PT Palindo Marine, Batam, Selasa.

Kapal itu merupakan salah satu dari empat KCR yang telah dipesan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) dari PT Palindo Marine. Sebelumnya dua unit kapal lainnya telah diserahterimakan, yakni KRI Celurit-641 dan KRI Kujang-642.

Menurut dia, kapal ketiga ini sudah berada di galangan kapal dan akan menjalani penyempurnaan. Setelah penyempurnaan, akan dilakukan pengujian di laut.

Sambil menyelesaikan kapal ketiga, lanjut Harmanto, pihaknya juga sudah mulai tahapan pengerjaan kapal keempat, dimana semua kapal lengkap, kecuali persenjataannya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin menuturkan, pemerintah akan membeli total sekitar 35 KCR untuk memenuhi kebutuhan sesuai program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).

"Sejauh ini baru empat yang kita pesan. Indonesia butuh kapal-kapal jenis ini untuk pengamanan wilayah laut, terutama di kawasan barat," ujarnya.

Hartind yang juga menjabat staf ahli Menhan juga mengatakan, perairan wilayah barat sangat cocok untuk kapal-kapal kecil seperti ini (panjang di bawah 100 meter) karena perairannya dangkal.

"Kalau di timur, kita butuh kapal-kapal besar yang panjangnya di atas 100 meter, dimana Kemhan telah memesan kepada PT PAL Surabaya. Kita juga punya program Korvet Nasional," tuturnya.

Komandan Satgas KCR-40 dan PC-43 TNI Angkatan Laut Kolonel Nurwahyudi menambahkan, butuh waktu sekitar 12 bulan untuk merampungkan satu unit KCR terhitung sejak penandatanganan kontrak. "Nanti sebelum diserahterimakan ada uji kelaikan laut dulu oleh TNI Angkatan Laut," katanya.



View the Original article

Enam Super Tucano akan Diserahkan Tahun Ini

on Tuesday, July 17, 2012

11 Juli 2012


Empat pesawat EMB-314 akan datang Agustus, dua hingga empat pesawat akan datang akhir tahun, sisanya akan datang pada tahun 2013 (photo : TNI AU)

IndonesiaTunggu Pesawat Tempur Asal Brazil

TEMPO.CO , Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesiasedang menunggu kedatangan pesawat tempur yang dipesan dari negeri samba Brazil, Super Tucano EMB-314, tahun ini. Rencananya usai Lebaran, pesawat tersebut tiba di Tanah Air.

"Rencananya sebelum Lebaran perwakilan pemerintah akan berangkat ke Braziluntuk megurusi pengiriman pesawat," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, saat dihubungi Tempo.

Namun, pengiriman pesawat tersebut akan dilakukan secara bertahap. Rencananya, untuk tahun ini baru akan dikirim enam unit pesawat dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan Indonesia.

"Kalau urusan pengiriman itu masalah teknis saja," tambahnya.

Rencananya, pesawat Super Tucano akan dioperasikan oleh Skadron Udara 21 untuk menggantikan peran OV-10 Bronco. Pesawat itu dinyatakan grounded atau tidak lagi dioperasikan oleh Markas Besar TNI Angkatan Udara pada 2009 setelah mengalami sejumlah kecelakaan.

Selain pesawat Super Tucano EMB-314, pemerintah juga tengah menanti kedatangan 24 pesawat hibah dari Amerika Serikat, F16. Namun kedatangan pesawat bekas negeri Paman Sam ini masih membutuhkan waktu cukup lama, pasalnya pesawat tersebut masih dalam proses up-grade.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyatakan sedang menunggu kedatangan dua dari enam pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK2 pada November mendatang. Keenam pesawat itu akan dikirim secara berangsur oleh pabrikan di Rusia sebanyak tiga kali dalam jangka waktu tiga tahun.

Pembelian enam pesawat jet tempur ini diharapkan mampu menambah kekuatan dirgantara Indonesia. Keenam pesawat tersebut rencananya akan melengkapi 10 pesawat serupa yang telah dimiliki TNI AU, hingga genap menjadi satu skuadron. Skuadron Sukhoi ini rencananya akan di tempatkan di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.



View the Original article

CN-235 Ketiga Korean National Guard Diserahkan

on Thursday, December 29, 2011

23 Desember 2011

CN-235 versi Maritime Patrol untuk Korean Coast Guard (photo : Kaksus Militer)


Bandung (ANTARA News) - Korean National Guard menerima pesawat CN-235 Maritme Patrol Aircraft ketiga dari hanggar produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), di Bandung, Jumat. Total pesanan pesawat intai maritim menengah dari Korea Selatan itu sebanyak empat unit dengan total nilai kontrak sekitar 94 juta dolar Amerika Serikat.


"Sebelum pesawat CN-235 MPA yang ketiga ini diterbangkan ke Korea Selatan, pesawat telah menjalani serangkaian pengujian sesuai prosedur yang berlaku serta telah menjalani uji penerimaan," kata Direktur Aircraft Integration PTDI, Budiman Saleh.


Korea Selatan sebetulnya memiliki sendiri industri pesawat terbang yang cukup mumpuni di kelas dunia. Namun telah beberapa kali negara itu mempercayakan keperluan pesawat terbangnya kepada PT Dirgantara Indonesia. Ini menjadi bukti keampuhan produk dalam negeri Indonesia dengan harga bersaing di tingkat internasional.


Korea Selatan sejak 1994 tercatat telah menggunakan dua skuadron pesawat CN-235 untuk memperkuat angkatan udaranya.


"Kepercayaan ini tentu harus dipelihara terus agar PTDI memperoleh kontrak-kontrak berikutnya, bukan hanya dari Pemerintah Korea Selatan, melainkan juga dari pelanggan-pelanggan lain yang memang membutuhkan pesawat sekelas CN-235," ujarnya.


Saleh menjelaskan, pesawat CN-235 MPA untuk Korean National Guard pertama dan ke dua telah diserahkan pada Mei 2011, sedangkan untuk pesawat yang keempat akan diserahkan pada kuartal pertama tahun 2012. Kontrak jual beli pesawat KCG ini ditandatangani pada Desember 2008 lalu.


Spesifikasi khusus CN-235 MPA antara lain dilengkapi instrumen radar khusus, forward looking infra red (FLIR-penjejak berbasis infra merah tinjauan bawah), ESM, instrumen identification friend or foe (IFF-pengenal wahana kawan atau musuh), navigasi taktik, sistem komputer taktis, kamera pengintai udara, dan beberapa yang lain. Dua mesin CT7-9C yang masing-masing berkekuatan 1.750 daya kuda dipasang di kedua pilon mesin di bentang sayapnya.


Secara fisik, CN-235 MPA ini berukuran lebih panjang dan memiliki struktur lebih kuat ketimbang seri sipil CN-235. Di bagian hidung di bawah jendela kokpit, terdapat tonjolan berisikan berbagai instrumen khusus itu. Struktur pesawat terbang juga diperkuat karena operasionalisasi CN-235 MPA lebih dominan di wilayah maritim yang berpotensi korosif terhadap metal penyusun pesawat terbang itu.


Secara khusus, Saleh bersyukur dan gembira bahwa restrukturisasi bisnis di lingkungan PTDI terus berjalan. Program restrukturisasi bisnis tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.


Melalui upaya restrukturisasi itu PTDI terus mengembangkan dan mempertahankan lini CN-235, kelompok Aircraft Services, dan kelompok Manufacturing Services.


Selain itu PTDI juga terus mencari mitra strategis untuk lini N250, NC-212, Helikopter, dan kelompok Engineering Services, sementara lini usaha pertahanan keamanan dan Advanced Technology Education Center (ATEC) diupayakan agar mampu mandiri. (ANT).



View the Original article