Showing posts with label Lakukan. Show all posts
Showing posts with label Lakukan. Show all posts

KRI Malahayati Akan Lakukan Latihan Penembakan Chaff

on Friday, July 5, 2013

05 Juli 2013

 KRI Malahayati 362 (photo : wiki)

Laksanakan Operasi Tameng Hiu, KRI Malahayati-362 Sebagai Kapal Markas

Mengawali pelaksanaan Operasi Tameng Hiu-13 KRI Malahayati-362 melaksanakan loading chaff sebanyak 5 roket di dermaga Arsenal Batuporon Madura Kamis (4/7). Selanjutnya KRI Malahayati-362 akan melaksanakan penembakan chaff di laut Jawa selama pelaksanaan lintas laut menuju daerah operasi di perairan Karang Unarang.


Komandan KRI Malahayati, Letkol laut (P) Moch. Irchamni  dalam pesannya menyampaikan bahwa penembakan chaff yang dilaksanakan oleh KRI Malahayati-362 merupakan bentuk profesionalisme prajurit Koarmatim, khususnya satuan kapal Eskorta. Hal ini, merupakan bukti bahwa para prajurit selain berhasil menjaga kesiapan material juga selalu siap dalam menghadapi tugas operasi.


Sesuai rencana, KRI Malahayati akan melaksanakan Operasi bersandi Tameng Hiu-13 dan dijadikan sebagai kapal markas dibawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Armatim selama 2 bulan. Puasa dan Lebaran bukan menjadi penghalang bagi seluruh prajurit KRI Malahayati-362 untuk melaksanakan tugas mulia, menjadi garda bangsa di daerah perbatasan.

(Armada Timur)

View the Original article

Kemhan Lakukan Kesepakatan Kerjasama dengan PNG

on Tuesday, June 18, 2013

18 Juni 2013

Dengan perjanjian ini maka pemeliharaan pesawat CN-235 PNG akan dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia (photo : Sir Steven Cairns)

Menhan RI Terima Kunjungan Kehormatan Menhan PNG

Jakarta, InfoPublik - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Papua Nugini, Fabian Pok di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta, Selasa (18/6).

Kunjungan Menhan Papua Nugini ini merupakan rangkaian kunjungan pejabat Tinggi Papua Nugini ke Indonesia yang diawali dengan kunjungan PM Papua Nugini Peter Charles Paire O'Neill kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (17/6) di Istana Negara.

Kunjungan Menhan Papua Nugini ini untuk meningkatkan dan mempererat hubungan antara kedua negara khususnya kerja sama di bidang pertahanan yang sudah terjalin baik dan telah direalisasikan berupa perjanjian kerja sama pertahanan dalam bentuk Defence Cooperation Agreement (DCA) pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 12 Maret 2010 lalu di Port Moresby PNG.

"Kerja sama pertahanan yang telah dilaksanakan sampai saat ini adalah Joint Border Patrol, saling kunjung personel angkatan bersenjata serta kerja sama dalam bidang pendidikan dan pelatihan," kata Menhan Purnomo.

Menurut Purnomo, kedua negara ini akan membahas kemungkinan kerja sama yang lebih luas di bidang industri pertahanan. Selain itu, soft border management and social activity. "Indonesia dan PNG saat ini telah mempunyai kerja sama pertahanan di bidang alutsista, termasuk pihak Indonesia mengundang military PNG untuk melihat dan menggunakan fasilitas Indonesian peace and security center (IPSC).

Dalam pertemuan ini, juga dilakukan kerja sama Angkatan Bersenjata PNG dengan Industri Pertahanan Indonesia antara lain, dalam hal akuisisi senjata perorangan produk PT Pindad, pemeliharaan pesawat udara dan pengadaan perlengkapan perorangan produk PT Sritex Indonesia.

Turut mendampingi Menhan RI dalam kesempatan tersebut Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman, Kapuskompub Brigjen TNI Sisriadi dan sejumlah pejabat Eselon II Kemhan RI.

(Kominfo)

View the Original article

PT Pal Lakukan Peluncuran Kapal Tunda dan Peletakan Lunas KCR Ke-3

on Monday, June 17, 2013

12 Juni 2013

Dua kapal tunda pesanan TNI AL (photo : BUMN)

PAL luncurkan kapal tunda pesanan TNI AL

Surabaya (ANTARA News) - PT PAL Indonesia (Persero) kembali meluncurkan kapal tunda berkekuatan 2.400 tenaga kuda (M000277), serta melakukan peletakan lunas kapal (keel laying) kapal cepat rudal 60M (W000275) pesanan TNI AL di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Rabu.

Kapal tunda (M000277) yang diluncurkan tersebut merupakan kapal kedua dari dua kapal sejenis, sedangkan kapal cepat rudal 60M (W000275) merupakan kapal ketiga dari tiga kapal sejenis pesanan TNI AL.

Hadir dalam kesempatan itu Dirut PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin, Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto dan Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono beserta jajarannya.

Kapal tunda kesatu (M000276) telah diluncurkan pada 11 Juni 2013 dan rencananya akan diserahkan pada medio Juli 2013, sedangkan kapal kedua (M000277) yang diluncurkan hari ini akan diserahterimakan pada medio Agustus 2013, setelah dilakukan uji coba.

Kapal Cepat Rudal Ke-3

Sementara itu, peletakan lunas kapal cepat rudal 60M kesatu (W000273) telah dilakukan pada Februari 2013 dan kapal kedua (W000274) pada 18 April 2013, sedangkan kapal ketiga (W000275) dilakukan hari ini.

"Berbagai `improvement` telah dilakukan, dan berhasil dilakukan percepatan penyelesaian, di mana interval normalnya memerlukan waktu tiga bulan, dan dapat diperpendek interval menjadi dua bulan, sehingga diharapkan dapat menyelesaikan penyerahan tepat waktu," ujar Dirut PT PAL Indonesia M. Firmansyah Arifin. 

Dengan peningkatan kinerja tersebut diharapkan kapal yang kesatu bisa diserahkan pada akhir Desember 2013, kapal kedua pada medio Maret 2014, sedangkan kapal ketiga akan diserahkan pada medio Juni 2014.

PT PAL Indonesia, katanya, akan terus berkomitmen untuk berpartisipasi aktif mendukung kemandirian bangsa untuk pengadaan alutsista maupun modernisasi alutsista, sekaligus turut berperan menciptakan keamanan dan martabat bangsa, serta penghematan devisa negara.

"Besar harapan kami dalam kesempatan mendatang PT PAL Indonesia masih terus dipercaya dan dapat berpartisipasi aktif untuk memenuhi kebutuhan kapal-kapal TNI-AL maupun modernisasi alutsista jajaran TNI, khususnya TNI AL," kata Firmansyah.

(Antara)

View the Original article

TNI AL Lakukan Penembakan Rudal dalam Latgab TNI 2013

on Friday, May 3, 2013

03 Mei 2013


Penembakan rudal Exocet MM-40 dari KRI Sultan Iskandar Muda 368 (photo : Armatim)

Penembakan Senjata Strategis TNI AL dala
m Latgab TNI 2013



Penembakkan senjata strategis milik TNI Angkatan Laut telah dilaksanakan. Tepat pukul 14.30 Wib pada hari Kamis (2/4) Rudal Exocet MM 40 melesat dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 mengarah pada sasaran yaitu ex. KRI Teluk Semangka-512 di perairan Laut Jawa. Selang dua menit kemudian KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 menembakkan Rudal C 802 dengan sasaran yang sama. Disusul kemudian dari KRI Cakra-401 meluncurkan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) melaju deras di bawah air menuju sasaran ex. KRI Teluk Semangka-512. Senjata-senjata strategis tersebut berhasil mengenai sasaran, hal ini ditandai dengan ex. KRI Teluk Semangka-512 perlahan-lahan mulai tenggelam.


Penembakan rudal C-802 dari KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355 (photo : Armatim)

Pelaksanaan penembakan ini disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, SE, ke tiga Kepala Staf Angkatan serta pejabat tinggi TNI yang terlibat dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2013 dari KRI Makasar-590. Sedangkan Wakil Presiden Prof. Dr. Boediono beserta pejabat lain menyaksikan penembakan ini dari geladak KRI Surabaya-591. 

(Armada Timur)

View the Original article

TNI Kembali Akan Lakukan Uji Coba Rudal Yakhont

on Wednesday, September 26, 2012

25 September 2012

Ujicoba penembakan rudal Yakhont pada April 2011 (photo : Keprifoto)

TNI AL Laksanakan Uji Coba Rudal dan Torpedo

TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan perang laut secara besar-besaran dalam Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada tanggal 25 September sampai 22 Oktober 2012. Latihan kali ini akan diikuti dengan pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, Selasa (25/9/2012) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Kasal mengatakan, Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus guna mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji kehandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal.

Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) akan dikerahkan dan 10 di antaranya akan menembakkan peluru kendali. Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.

Sementara pada bagian lain Kasal menyampaikan bahwa pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. “Untuk itu laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan pentahapan latihan, ikuti proses perencanaan dan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan yang sudah disiapkan oleh komando latihan, pahami dan ikuti berbagai prosedur sesuai standar operasi yang sudah ditetapkan, cermati kehandalan berbagai piranti lunak pendukung guna memberikan masukan penyempurnaannya, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendapatkan ide-ide lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya, serta TNI pada umumnya,” tegas Kasal.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya. Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada tahun 2005. Sedangkan tahun 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta tahun 2008 di Pantai Banongan dan tahun 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur.

Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman di manapun dan kapanpun.



View the Original article

Armada Timur Bersiap Lakukan Latihan Penembakan Torpedo

on Friday, September 21, 2012

20 September 2012

Pengecekan persiapan penembakan torpedo kepala dari Kapal Cepat Torpedo (photos : Armatim)

Komandan Satgas Latihan Parsial Penembakan TPO SUT Cek Kesiapan Unsur

Menjelang mendekati pelaksanaan latihan parsial penembakan Torpedo (TPO) SUT kepala latihan, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Parsial Penembakan TPO SUT Kepala Latihan Kolonel Laut (P) Syufenri, S.Sos yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim dengan didampingi Wakil Komandan Satgas Letkol Laut (P) Iwa Kartiwa, SH mengecek kesiapan unsur yang terlibat dalam kegiatan latihan tersebut, Kamis (20/9).

Unsur yang terlibat dalam latihan parsial penembakan torpedo SUT kepala latihan tersebut, yaitu KRI Nanggala-402 dan KRI Ajak-653. Adapun sebagai unsur pendukung dalam kegiatan latihan itu ada tiga kapal perang (KRI) yang turut terlibat, yaitu masing-masing KRI Hiu-804, KRI Sura-802, dan KRI Soputan-923.


Dalam pengecekan ke unsur-unsur tersebut, Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri juga melihat langsung aktivitas dan sekaligus mengarahkan kepada para prajurit yang sedang melaksanakan kesiapan latihan. Dengan antusias, nampak para prajurit dari jajaran Satuan Kapal Selam dan Satuan Kapal Cepat Koarmatim beserta pendukung lainnya, senantiasa mencermati dan melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Dilaksanakannya latihan parsial penembakan torpedo SUT kepala latihan ini, yaitu dalam rangka untuk persiapan latihan Armada Jaya XXXI TA. 2012. Karena dalam latihan tersebut, akan dilaksanakan penembakan torpedo sut dengan sasaran permukaan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak,”kata Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Syufenri.

KRI Ajak 653, Kapal Cepat Torpedo (photo : Kaskus Militer)

Ditegaskan pula oleh Komandan Satgas, bahwa urgensi latihan parsial penembakan torpedo SUT kepala latihan oleh KRI Nanggala dan KRI Ajak ini, yaitu untuk menguji kemampuan kesenjataan dan profesionalisme pengawak alutsista. “Untuk itu, saat ini kita cek kesiapan unsur-unsur yang terlibat dalam latihan tersebut,”tegas Kolonel Laut (P) Syufenri.

Ditambahkan oleh Komandan Satgas, bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini, yaitu terwujudnya kesiapan sistem kendali senjata torpedo sut di KRI Nanggala dan KRI Ajak. Disamping itu juga akan terpeliharanya kemampuan profesionalisme prajurit di ke dua kapal perang tersebut dalam melaksanakan prosedur penembakan torpedo SUT.



View the Original article