Showing posts with label Lanud. Show all posts
Showing posts with label Lanud. Show all posts

Lanud Supadio Kini Dilengkapi dengan Rudal QW-3

on Friday, June 7, 2013

06 Juni 2013


Prajurit Batalyon 465 Paskhas TNI AU melakukan ujicoba penembakan rudal QW-3 di Pantai Kura-Kura Singkawang, Kalimantan Barat (photo : Antara)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pangkalan Udara Supadio, Kalimantan Barat memiliki alat utama sistem persenjataan baru yakni rudal QW-3. Uji coba sudah dilakukan di Kura-kura Beach Singkawang.


Sasaran tembak bergerak rudal QW-3 berupa pesawat drone tipe S-70 (photo : Antara) 

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga, Kamis (6/6/2013) menjelaskan, QW-3 akan memperkuat sistem alutsista Lanud Supadio. "Kami memiliki wilayah tanggung jawab hingga ke perbatasan dengan negara tetangga. Rudal ini akan meningkatkan sistem alutsista TNI AU di Kalbar," kata Novyan. Rudal QW-3 akan dioperasikan oleh Pasukan Khas TNI AU Batalion 465, Kalbar.

Ini adalah jenis rudal untuk perlindungan obyek vital langsung, jika pesawat musuh masih bisa menembus pertahanan udara di dua ring sebelumnya. Uji coba rudal ini dilakukan di Singkawang Rabu kemarin. Rudal diuji coba untuk menembak pesawat drone S-70 dan umpan yang dilepaskan oleh S-70.

(Kompas)

View the Original article

Dua Pesawat Tempur Sukhoi Menambah Kekuatan Lanud Sultan Hasanuddin

on Friday, May 17, 2013

17 Mei 2013

Pesawat Su-30MK2 datang dengan diangkut pesawat An-124 (all photos : ARC)

Dua Pesawat Tempur SU-30 MK 2 sesuai rencana tiba hari kamis, (16/5) Pukul 17.57 Wita landing di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, sehingga 4 dari 6 Pesawat tempur Sukhoi pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia telah tiba, diangkut dengan menggunakan pesawat angkut Antonov An-124-100 Flight Number VDA 6212 dengan Pilot Maksimov V. beserta 17 Crew.

Pesawat angkut An-124-100 yang berangkat dari Bandara Dzemgi Rusia Rabu (15/5) Pukul 06.30 UTC take off dari bandara Ninoy Aq Manila menuju Makassar, dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia- Bandara Ninoy Aq Manila- Lanud Sultan Hasanuddin. Makassar.


Kedatangan dua Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 tersebut menjadikan 4 dari 6 pesawat tempur sukhoi pesanan pemerintah Indonesia tahun 2013 telah tiba, yang akan menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, yang saat ini sudah ada 12 Unit pesawat Tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang datang secara bertahap yaitu semenjak Tahun 2003 di Lanud Iswahyudi Madiun selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin tahun 2009 dan 2010.

(TNI AU)

View the Original article

Bom "Blast Effect” Diuji Coba di Lanud Iswahjudi

on Thursday, January 31, 2013

31 Januari 2013

Para teknisi pesawat F-16/Fighting Falcon Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi saat memasang Bom yang akan di uji coba, di AWR Pandanwangi, Lumajang, Rabu (30/1). (photo : TNI AU).


Guna mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk luar negeri dan sebagai wujud kemandirian terhadap industri pertahanan di tanah air, Dislitbangau mengadakan uji coba bom, dengan menggunakan pesawat tempur F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Rabu (30/1).

Uji coba Bom Blast Effect Anti Personel, direncanakan akan berlangsung selama tiga hari tersebut diawali dengan paparan dari Dislitbangau oleh Mayor Tek Chaeruman dalam briefing pagi di ruang Tedy Kustari Lanud Iswahjudi, dilanjutkan dengan simulasi pemasangan Bom di pesawat F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, disaksikan oleh Kadislitbangau Marsma TNI Edy Yuwono, Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Tedy Rizalihadi beserta tim penilai lannya.

Dalam kesempatan tersebut Kadislitbangau, Marsma TNI Edy Yuwono mengatakan, uji coba Bom ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan alutsista negara produsen dari luar negeri, dan sesuai keinginan pemerintah mengenai kemandirian dalam produksi alat pertahanan dalam negeri, Dislitbangau sebagai Balakpus Mabes TNI AU telah melaksanakan beberapa kegiatan penelitian dan pengembangan khususnya di bidang Alutsista.



“Dengan ketersediaan alutsista produksi dalam negeri yang memadai, dan tidak tergantung dengan negara produsen maka kemampuan operasional TNI Angkatan Udara dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dapat terlaksana dengan baik”, ungkap Marsma TNI Edy Yowono.

Semantara di hari kedua tanggal 31 Januari, direncanakan dilaksanakan uji coba Bom dengan menggunakan pesawat tempur F-16, sedangkan sasaran pengeboman di Air Weapon Ring (AWR) Pandanwangi Lumajang, Jawa Timur, selanjutnya hari ketiga evaluasi terhadap hasil uji coba bom oleh tim penilai yang telah ditunjuk.

Bom dengan berat 250 kilo gram, tersebut dirancang khusus untuk menghasilkan serpihan yang disesuaikan dengan sasaran, dibuat oleh Dislitbangau bekerjasama dengan Dewan Riset Nasional (DRN). Sedangkan tim penilai dalam uji coba tersebut diantaranya staf dari Srenaau, Sopsau, Slogau, Disaeroau, Dislambangjaau, Koharmatau dan Depohar 60 Lanud Iswahjudi.

(TNI AU)

View the Original article

Skadron Udara 16 Dibangun di Lanud Pekanbaru

on Saturday, February 11, 2012

09 Februari 2012


Pekanbaru, Sumatera (image : GoogleMaps)

Kepala Dinas Pengembangan Operasi TNI AU (Kadisbangopsau), Marsekal Pertama TNI R. Hari Muljono beserta tim survei Mabesau diterima Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto, S.E beserta para Pejabat dan Komandan Satuan di jajaran Lanud Pekanbaru dalam rangka meninjau lokasi rencana pembangunan Skadron Udara 16 di Lanud Pekanbaru, Rabu (9/2).


Pangkalan TNI AU Pekanbaru yang saat ini hanya terdiri satu Skadron yaitu Skadron Udara 12 yang mengawaki jenis pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Tehnik, kedepan akan di tambah menjadi dua Skadron, yaitu Skadron Udara 16 yang di rencanakan akan mengawaki jenis pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari America Serikat, sehingga dengan adanya dua Skadron tersebut, Lanud Pekanbaru akan ada peningkatan, yang semula tipe B akan menjadi tipe A.


Kedatangan tim survei yang berlangsung selama tiga hari, selain mengunjungi lokasi rencana pembangunan Skadron Udara 16 di Lanud Pekanbaru, juga mengunjungi lapangan tembak, Komplek Rajawali baru, Mes Garuda yang rencana akan ditempati untuk mes remaja, Gedung ACMR dan BMP Lanud Pekanbaru.




View the Original article

Presiden Tinjau Fasilitas Latihan ACMI di Lanud Iswayudi Madiun

on Thursday, January 19, 2012

14 Januari 2012


Perangkat ACMI yang berfungsi untuk memonitor pergerakan pesawat secara real time dan merekamnya.(photo : Kompas)

Jurnas.com PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono didampingi beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Sabtu (14/1), meninjau fasilitas latihan Air Combat Manuevering instrumentation(ACMI) di Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Iswahyudi, Mayor Sus Sutrisno, menjelaskan, ACMI adalah seperangkat peralatan elektronik yang terintegrasi dengan pesawat udara yang berfungsi untuk memonitor pergerakan pesawat secara real time dan merekamnya untuk keperluan debriefing.

Sarana latihan ACMI, menurut Sutrisno, diperuntukkan khusus bagi penerbang tempur. Presiden SBY sempat menyaksikan simulasi hasil rekaman pesawat tempur F-16 Fighting Falcon saat melaksanakan latihan air to air.

Menurut Sutrisno, ACMI ini juga dapat digunakan untuk memonitor pesawat F-5/Tiger dan Hawk 109/209 yang sedang melaksanakan operasi udara.


Perangkat ACMI pada pesawat F-5 E Tiger milik TNI AU (photo : Putra Mandira)

Ia menjelaskan sarana latihan ACMI juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kedatangan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang baru baik T-50 Golden Eagle sebagai pengganti pesawat Hawk MK-53 maupun 24 pesawat F-16 Fighting Falcon dari Amerika Serikat. "Dengan adanya sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan pprofesionalisme para penerbang sehingga dapat terwujud zero accident," katanya.

Selain itu, para penerbang tempur Lanud Iswahyudi Madiun akan semakin terarah dalam meningkatkan kemampuan tempur udara. Melalui ACMI, seorang penerbang tempur akan dapat memonitor pelaksanaan latihan terbangnya dalam berbagai formasi, baik secara real time maupun dalam bentuk rekaman untuk debriefing.

Ikut serta mendampingi Presiden, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat, Pangkoopsau II, Marsekal Muda TNI Ismono Wijayanto serta para pejabat Lanud Iswahyudi Madiun.




View the Original article

Lanud Medan akan Ditempati Skadron Intai dan Skadron Angkut

on Friday, December 16, 2011

15 Oktober 2011

Pesawat intai CN-235MPA TNI Angkatan Udara (photo : FighterControl)

KSAU Resmikan Markas Lanud Medan

Jurnas.com | KEPALA Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan Markas Komando Pangkalan Udara (Mako Lanud) Medan, Selasa (13/12).

Menurut KSAU, Lanud Medan mempunyai arti yang sangat strategis untuk Sumatera bagian utara. Karena itu, keberadaannya akan dipertahankan sesuai kebijakan dari Presiden RI.

Menurutnya, beberapa pertimbangan bahwa Mako Lanud akan dipindahkan kedalam pangkalan, namun untuk mempertahankan sejarah yang cukup panjang dimana Lanud sebelumnya adalah kantor Pangkodau I (Panglima Komando Daerah Udara) yang waktu itu membawahi wilayah Sumatra.

Dengan adanya Minimum Essensial Force (MEF) sampai tahun 2024, kata KSAU, kedepan Lanud Medan akan ditingkatkan menjadi pangkalan operasi yang akan ditempati Skadron Pengintai atau Skadron Angkut. Sehinggga keberadaan Malanud dan fasilitasnya sangat diperlukan. “Seperti di Amerika Serikat dan Rusia, keberadaan landasan di tengah kota sangat diperlukan untuk kebutuhan dalam keadaan-keadaan tertentu seperti VVIP atau keadaan darurat,” ungkap KSAU seperti dilansir dalam Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsma TNI Azman Yunus yang diterima Jurnal Nasional, Rabu (14/12).

Dikatakannya, jika Bandara Internasional Polonia sudah pindah ke Kuala Namu, maka Polonia operasionalnya akan berpindah ke TNI Angkatan Udara, sehingga operasi-operasi yang penuh kerahasiaan dan keluasan bergerak, maka Lanud ini dapat mendukung apa yang diinginkan.

Ia menjelaskan, pada peristiwa Tsunami di Aceh dan Padang Sumatra Barat beberapa waktu lalu, keberadaan Lanud Medan sangat penting untuk keadaan darurat di daerah tersebut. Sebab seluruh pergerakan pesawat bantuan dari negara-negara sahabat dilaksanakan melalui Lanud Medan.

(Jurnal Nasional)



View the Original article