Showing posts with label Latihan. Show all posts
Showing posts with label Latihan. Show all posts

Latihan Bersama Joint Minex 16/13 Ditutup

on Tuesday, July 9, 2013

09 Juli 2013

KRI Pulau Rengat-711 (photo : Satran)

Jakarta -- Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Pertama TNI M. Atok Urrahman menutup latihan bersama antara TNI AL dengan AL Singapura (Republic of Singapore Navy) dengan nama Joint Minex 16/13.


RSS Punggol (photo : BQ-T)

Penutupan  dihadiri oleh Danguskamlakoarmabar Laksamana Pertama TNI Arusukmono Indra Sucahyo dan  delegasi dari TNI AL dan  Angkatan Laut Singapura, bertempat di Batam, Senin (8/7).


KRI Pulau Rengat dan KRI Pulau Rupat (photo : Kaskus Militer)

Latihan Joint Minex  tahun ini yang dimulai sejak tanggal 6 Juli 2013 ini melibatkan 2 KRI dari TNI AL yaitu KRI Pulau Rengat – 711 dan KRI Pulau Rupat - 712 sedangkan dari pihak AL Singapura melibatkan 2 kapal perangnya yaitu RSS Bedok (M-105) dan RSS Punggol (M-108).


Bedok classs MCM (photo : huaiwei)

Latihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerjasama dan hubungan bilateral antara TNI AL dengan AL Singapura (Republic Of Singapore Navy) serta  meningkatkan kemampuan profesionalitas prajurit Angkatan Laut kedua Negara. 

(Armada Barat)

View the Original article

Latihan Elang Thainesia 2013 Ditutup

on Monday, July 8, 2013

08 Juli 2013


Pesawat Hawk 209 TNI AU dan Alpha Jet dari RTAF (photo : RTAF)

Kepala Staf TNI Angkatan Udara dan Kepala Staf RTAF Tutup Latihan Bersama Elang Thainesia XVI

Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan Kepala Staf Royal Thailand Air Force (RTAF), Air Chief Marshal Prajin Juntong menutup secara resmi latihan bersama antara TNI AU dan RTAF, Elang Thainesia XVI melalui prosesi Upacara Penutupan yang ditandai dengan pelepasan tanda peserta latihan oleh kedua Kepala Staf Angkatan Udara di Apron Baseops Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (5/7).

Berdiri diatas Podium selaku Inspektur Upacara, kedua Kepala Staf Angkatan Udara secara bersamaan, melaksanakan pemeriksaan pasukan upacara yang dilanjutkan dengan melepaskan tanda peserta latihan secara simbolis kepada perwakilan kedua penerbang Angkatan Udara. Dalam sambutannya yang dibacakan secara bergantian, kedua Kepala Staf Angkatan Udara menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian latihan Elang Thainesia XVI di Lanud Roesmin Nurjadin. Lebih lanjut kedua Kepala Staf menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih selama pelaksanaan latihan Elang Thainesia akan memberikan pengalaman yang berharga dalam meningkatkan kemampuan para penerbang. Selain itu dengan latihan bersama tersebut lebih meningkatkan hubungan baik antar dua negara bersahabat tersebut.

Upacara penutupan yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut turut dimeriahkan dengan pelaksanaan Terjung Payung oleh sembilan orang peterjun yang terdiri dari lima peterjun prajurit Paskhasau dan empat peterjun prajurit RTAF. Dengan membawa bendera Merah Putih dan Swabhuana Paksa kesembilan peterjun mendarat mulus di daerah Dropping Zone persis di samping lapangan upacara dan disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh hadirin.

Adapun yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Danskadron Udara 12, Letkol Pnb M. Yani Amrullah. Acara penutupan diakhiri dengan Foto Bersama dengan latar dua pesawat Hawk 200 TNI AU dan dua pesawat Alfa Jet RTAF dengan baleho besar yang terpampang sebagai Background lapangan upacara.

(TNI AU)

Baca Juga :

Latma Elang Thainesia XVI Laksanakan Berbagai Latihan
01 Juli 2013


Pesawat C-130 Hercules RTAF (photo : RSNAFB)

Setelah dibuka secara resmi oleh Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andyawan. M.P, S.IP pada tanggal 25 Juni yang lalu. Latihan bersama antara TNI AU dengan Royal Thailand Air Force (RTAF) dengan sandi Elang Thainesia XVI terus melaksanakan berbagai latihan Air to Air dan Air to Ground secara bersama. Diawali dengan latihan Familiarisasi, sejumlah penerbang tempur pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 12 mengenalkan kondisi medan latihan kepada segenap petempur negara Gajah Putih seperti, cara masuk Aerodrome, teknik menuju Training Area serta cek point yang sudah ditetapkan dalam melaksanakan berbagai latihan yang akan dilaksankan.

Setelah segenap petempur RTAF memahami kondisi medan latihan, Latma Elang Thainesia XVI mulai melaksanakan latihan Air to Air berupa latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) yakni latihan pertempuran di udara antar dua pesawat tempur dengan jenis yang berbeda, Hawk 100/200 TNI AU dengan Alfa Jet RTAF. Hari ini, Senin (1/7) para penerbang Hawk 100/200 dan Alfa Jet akan melaksanakan penembakan Air to Ground atau Weapon Delivery di lokasi latihan penembakan Siabu, kabupaten Kampar, Riau. Pada sesi latihan ini seluruh penerbang akan melaksanakan Bombing menggunakan Bom Latih atau BL-25, Rocketing menggunakan Folding Fin Aerial Rocket atau FFAR 275 dan Straffing yang menggunakan Aden Gun kaliber 30 mm.

Direncanakan Latma Elang Thainesia akan berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2013 mendatang dan akan ditutup pada tanggal 5 Juli 2013 oleh Kepala Staf Angkatan Udara kedua negara di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

(TNI AU)

View the Original article

KRI Malahayati Akan Lakukan Latihan Penembakan Chaff

on Friday, July 5, 2013

05 Juli 2013

 KRI Malahayati 362 (photo : wiki)

Laksanakan Operasi Tameng Hiu, KRI Malahayati-362 Sebagai Kapal Markas

Mengawali pelaksanaan Operasi Tameng Hiu-13 KRI Malahayati-362 melaksanakan loading chaff sebanyak 5 roket di dermaga Arsenal Batuporon Madura Kamis (4/7). Selanjutnya KRI Malahayati-362 akan melaksanakan penembakan chaff di laut Jawa selama pelaksanaan lintas laut menuju daerah operasi di perairan Karang Unarang.


Komandan KRI Malahayati, Letkol laut (P) Moch. Irchamni  dalam pesannya menyampaikan bahwa penembakan chaff yang dilaksanakan oleh KRI Malahayati-362 merupakan bentuk profesionalisme prajurit Koarmatim, khususnya satuan kapal Eskorta. Hal ini, merupakan bukti bahwa para prajurit selain berhasil menjaga kesiapan material juga selalu siap dalam menghadapi tugas operasi.


Sesuai rencana, KRI Malahayati akan melaksanakan Operasi bersandi Tameng Hiu-13 dan dijadikan sebagai kapal markas dibawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Armatim selama 2 bulan. Puasa dan Lebaran bukan menjadi penghalang bagi seluruh prajurit KRI Malahayati-362 untuk melaksanakan tugas mulia, menjadi garda bangsa di daerah perbatasan.

(Armada Timur)

View the Original article

Paskhas Gelar Latihan "Trisula Perkasa 2013"

on Friday, June 28, 2013

27 Juni 2013

Kegiatan Latihan Trisula Perkasa 2013 (all photos : Korpaskhas)

Prajurit Batalyon 464/Paskhas Ikuti "Trisula Perkasa 2013"

Surabaya (Antara Jatim) - Prajurit Batalyon 464/Paskhas mengikuti Latihan Puncak Korpaskhas bersandi "Trisula Perkasa 2013" yang dipusatkan di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Markas Lanud Eltari Kupang.

Penerangan Paskhas dari Kupang melaporkan kepada Antara bahwa latihan yang melibatkan ratusan unsur pasukan seluruh jajaran Korpaskhas itu juga melibatkan Batalyon 464 Paskhas yang bermarkas di komplek Lanud Abd. Saleh Malang.



Latihan yang dibuka Dankorpaskhas pada minggu lalu itu juga mengerahkan empat pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Halim PK, Skadron Udara 32 dari Bandara Abd Saleh Malang, dan satu pesawat CN-295 serta personel Lanud Eltari, Kupang, NTT.

Kegiatannya diawali dengan gladi posko yang dipusatkan di Mako Korpaskhas dan sebelumnya telah dilaksanakan penataran pelaku dan wasdal untuk bekal latihan, lalu manuver lapangan dilaksanakan pada 23-28 Juni 2013.

Dalam latihan itu, Yon 464 Paskhas melibatkan Tim Dalpur (Pengendali Tempur), Tim Dallan (Pengendali Pangkalan), Tim Jump Master, dan Tim SARPUR (SAR Tempur). Unsur Tim Pengendali Tempur dikomandani langsung oleh Danyon 464 Paskhas, Letkol Pasukan Joko Prasetyo.



Tim Dalpur melaksanakan infiltrasi melalui udara menuju sasaran terpilih yakni Pangkalan TNI AU Eltari Kupang pada malam hari dengan melakukan penerjunan "free fall" dengan metode HAHO (High Altitude High Opening).

Selanjutnya, setelah Tim Pengedali tempur menyatakan aman sasaran tersebut, maka satuan Yonbuthanlan yang diterjunkan melalui terjun statik melakukan operasi perebutan dan pertahanan pangkalan agar pangkalan tersebut siap digunakan operasi selanjutnya.

Trisula Perkasa merupakan sandi latihan puncak Korpaskhas yang digelar dalam setiap tahun dan dilaksanakan sebagai manifestasi dari hasil pembinaan yang dilakukan Korpaskhas dan juga merupakan wujud akuntabilitas publik dan pertanggungjawaban Korpaskhas di bidang pembinaan kepada TNI Angkatan Udara, dan kepada Bangsa dan rakyat Indonesia.



Latihan bersandi Trisula Perkasa Korpaskhas 2013 itu bertemakan "Satgas Paskhas Melaksanakan Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara di Wilayah Indonesia Timur Dalam Rangka Mendukung Tugas Komando Tugas Udara Gabungan".

Sebelumnya (21/6), Pasmar-1 menggelar Latihan Posko-1 Aspek Laut dalam rangka program latihan triwulan III-2013 untuk mewujudkan kesiapsiagaan personel dan operasional. 

(Antara Jatim)

View the Original article

Tangkal Teroris, Indonesia-Malaysia Latihan Bersama

on Saturday, June 8, 2013

08 Juni 2013
Upacara pembukaan Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesia Darat Samudera Angkasa di Lanud Soewondo Polonia Medan. (photo : TNI, Kompas, MyJointForce)

MEDAN, KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menggelar Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesia Darat Samudera Angkasa (Latgabma Malindo Darsasa) - 8AB/2013 di Medan mulai Jumat (7/6/2013) hingga Rabu (12/6/2013) mendatang.

Tujuannnya untuk memadukan kekuatan kedua negara dalam mengatasi masalah di perbatasan dan wilayah tertentu yang di nilai terkait kepentingan bersama. Tahun ini, latihan difokuskan untuk tingkatan pasukan khusus.


"Latihan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama pada sidang high level committee beberapa waktu lalu. Khusus untuk pasukan khusus," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai upacara pembukaan acara di Lanud Soewondo Polonia Medan, Jumat (7/6/2013).

Kedua pasukan akan menguji dan mengimplementasikan strategi penanggulangan teror. Latihan akan dimulai di pos komando. Selanjutnya, pada Selasa dan Rabu berlanjut di lapangan. Lokasinya di Belawan, Lanud Soewondo dan Hotel Arya Duta Medan.

"Sasarannya adalah pengujian bersama Protap 16 dan 18 penganggulangan teror," kata Agus.


Latihan ini melibatkan 1.228 personel dari kedua negara, terdiri dari 319 orang untuk Komando Gladi, 315 pelaku dan 594 pendukung. Masing-masing angkatan mengerahkan alutsista dan perlengkapannya untuk digunakan dalam latihan.

Angkatan Darat mengerahkan 1 heli Bell-412, 1 heli MI-17, 1 armour halilintar, 2 armour, 1 ambulans, 4 Land Rover Command, 2 truk 3 tin, 2 kendaraan anjing perang, 4 sepeda motor, 1 bus, 2 Decco trailer, 1 rantis, dan 2 truk NPS.


Sedangkan Angkatan Laut menyertakan KRI Makassar-590, KRI Imam Bonjol-383, 1 kapal sasaran (tanker), 4 sea rider, 4 rubber boat, 1 heli Bell, 1 heli Bolcow, 2 truk, 5 Land Rover, 1 ambulans. 

Sementara itu, Angkatan Udara mengerahkan Hercules C-130, 1 Boeing, 1 Fokker-28, 4 Ransus, 2 sepeda motor, 2 Komob, 2 bus, 2 truk, 1 mobil jihandak, 2 mobil PM, 1 mobil Damkar, dan 2 ambulans.


Sementara itu, Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin menilai kedua belah pihak siap mengikuti pelatihan ini. "Melihat kesiapan latihan, saya gembira. Saya percaya dan yakin, latihan akan terlaksana baik," katanya.

Sebelumnya, Direktur Latihan Malindo Darsasa-8AB/2013 Brigjen TNI Buyung Lalana mengatakan, masalah teroris identik dengan kemiskinan, kesenjangan sosial, marjinallisme dan radikalisme. TNI dan ATM menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh ajakan teroris.


Selain melakukan latihan, militer kedua negara itu juga akan menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat Kota Medan. Pengobatan digelar di dua tempat dengan target 5.000 pasien, antara lain pengobatan gigi 200 pasien, pembagian kacamata 200 pasien, KB 200 pasien dan pembagian tangan serta kaki palsu untuk 200 orang.

"Kegiatan ini akan melibatkan 26 dokter umum, 8 dokter gigi dari TNI, ATM dan dokter dari Kota Medan," jelas Buyung.

(Kompas)

View the Original article

Latihan Philindo XXVII/13 Berjalan Sukses

on Tuesday, June 4, 2013

03 Juni 2013

PS-19 BRP Miguel Malvar dan PS-20 BRP Magat Salamat (photo : EMC)

Penutupan Patkor Philindo XXVII/13 di Mako Lantamal VIII

Manado.(29/5). Patroli Terkoordinasi (Patkor) antara Philipina dan Indonesia (Philindo) ke XXVII tahun 2013 secara resmi ditutup oleh Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Timur (Guskamlatim) Laksma TNI Wuspo Lukito di ruang serbaguna Mako Lantamal VIII. Rabu (29/5).

Hadir dalam upacara tesebut pejabat TNI AL diantaranya Danlantamal VIII Manado Laksma TNI Guguk Handayani,  Wadan Lantamal VIII Kolonel Marinir F. Saud P. Tamba Tua, Asintel Danguskamlatim Kolonel Laut (P) Para Asisten Danlantamal VIII, Kadis/Kasatker Lantamal VIII, Komandan KRI Kerapu-812 Mayor Laut (P) Kusumo Atmojo. Sedangkan pejabat dari Pemerintah Republik Philipina, Consulate General Philipina Mr. Jose Burgos, Capt Antonio Antonio Habulan Komandan Naval Forces Eastern Mindanao (NFEM), Capt Vicente Severino David PN Deputy Komandan Easmincom, beserta komandan kapal perang BRP Miguel Malvar PS 19 dan BRP Magat Salamat PS 20.

Upacara tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Patkor Philindo ke XXVII tahun 2013 yang telah dilaksanakan selama sepuluh hari mulai tanggal 20 - 29 Mei 2013 di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Philipina. Sebelumnya upacara pembukaan Patkor Philindo XXVII/13 dilaksanakan di ruang serbaguna Mako NFEM oleh Capt Severino Vicente T. David, Deputi Commander Eastmincom.

Dalam sambutan tertulisnya, Danguskamlatim mengatakan bahwa laut memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai jalur komunikasi tetapi sebagai jalur perdagangan, selain itu laut juga memiliki sumber daya alam yang sangat potensial. Dalam perubahan dunia dan lingkungan strategis regional, keamanan maritim menjadi isu global dan regional, sehingga dibutuhkan kerjasama dan upaya lain dari negara-negara tetangga dan negara-negara sekitarnya untuk menjamin keamanan kegiatan maritim.

Lebih lanjut beliau mengatakan, bahwa apabila stabilitas keamanan maritim di negara domestik dapat terpelihara dengan baik maka akan meningkatkan stabilitas negara-negara disekitarnya. Oleh karena itu kerjasama antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Philipina harus diperkuat dan Patkor Philindo adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.

Patroli Terkoordinasi di Daerah Operasi Patkor sesuai dengan perjanjian tahun 1975 antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Philipina, dengan tujuan untuk adalah menjaga keamanan maritim di perbatasan Indonesia dan Philipina.

KRI Kerapu 812 (photo : EMC)

Dalam pelaksanaan Patkor Philindo XXVII tahun 2013, TNI AL mengerahkan KRI Kerapu-812 yang merupakan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim dan beberapa personel kesehatan dari Lantamal VIII. Sedangkan dari pihak NFEM Philipina mengerahkan kapal perang BRP Miguel Malvar PS 19 dan BRP Magat Salamat PS 20.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan selama Patkor Philindo berlangsung diantaranya latihan untuk menguji interoperabilitas unsur Patkor meliputi latihan formasi tempur dan komunikasi antar unsur kapal perang, bakti sosial (Military Civic Action Project) dengan sasaran masyarakat kedua negara di Pulau Balut (Philipina) dan Pulau Marore (Indonesia), repatriasi tiga warga negara Philipina (WNP) dari Indonesia, courtesy call ke pejabat negara kedua negara dan pertandingan olah raga persahabatan antar kedua negara.

Kegiatan latihan Patkor yang dilakukan oleh unsur kapal perang meliputi latihan penanganan/pembebasan kapal yang disandra musuh, sailing passed, penentuan titik lego jangkar, Replenishment At Sea (RAS), pembersama Kegiatan bhakti sosial yang dilaksanakan meliputi khitanan masal sebanyak 86 anak, pemeriksaan dan pengobatan gigi 53 orang, pemeriksaan dan pengobatan penyakit umum 137 orang, operasi tumor 2 orang, potong rambut gratis 129 orang, pembagian bubur kacang ijo 200 gelas serta pembagian beras sumbangan KJRI  1250 kg kepada 125 kepala keluarga.

Kegiatan tambahan bahkti sosial dan Military Civic Action Program (MCAP) yang dilaksanakan di Pulau Balut dan Pulau Marore merupakan kegiatan untuk yang pertama kali. Hal ini merupakan peningkatan kegiatan dalam bidang kerja sama antara kedua negara khususnya angkatan bersenjatanya. Dalam Sidang ke-31 Tingkat Ketua Republik Indonesia – Republik Philipina Border Committe yang dilaksanakan di Makasar pada tanggal 20 – 21Pebruari 2013, kedua belah pihak telah bersepakat untuk juga melakukan bakti sosial pada saat pelaksanaan Patkor Philindo dan hasil rapat koordinasi Patkor Philindo di Mako Eastern Mindanao Command pada tanggal 16 Mei 2013.

Kegiatan Bakti Sosial dilaksanakan di gedung olahraga kecamatan P. Balut, dengan diikuti oleh masyarakat yang berasal Pulau Balut dan Pulau Sarangani yang merupakan bagian dari wilayah Philipina. Dimana di kedua pulau tersebut dihuni oleh Warga Negara Philippina dan Warga Negara Indonesia yang telah berdomisili di sana sejak lama. Pelaksanaan bakti sosial/MCAP ini mendapat dukungan dari aparat pemerintahan daerah di Pulau Balut mengingat telah membantu masyarakat kedua negara yang berada di wilayah Pulau Balut dan Sarangani khususnya dalam hal kesehatan. Demikian pula halnya dengan masyarakat P. Marore yang merupakan pulau terluar dari wilayah Indonesia yang berbatasan langsung negara Philipina. Masyarakat ketiga pulau yang menjadi obyek bakti sosial tersebut terlihat sangat antusias mengikuti MCAP seraya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini kedepannya dapat selalu dilaksanakan. Adapun obat-obatan yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari Easmincom, Lantamal VIII Manado dan KJRI Davao City, sedangkan sumbangan beras dari KJRI telah didistribusikan di Pulau Balut dan Pulau Marore.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Danguskamlatim berharap agar pelaksanaan Patkor Philindo XVII tahun 2013 ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan antara lain sebagai wadah untuk mempromosikan pemahaman yang lebih besar antara Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Filipina, untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah teritorial perairan antara Indonesia dan Philipina serta untuk sebagai penghubung dari kedua Angkatan Laut dalam konsultasi dan mendiskusikan isu-isu untuk kepentingan bersama.

(TNI AL)

View the Original article

Kasad Resmikan Penggunaan Area Latihan TNI di Simalungun

on Friday, May 31, 2013

30 Mei 2013

Simalungun Military Training Area (Simtra) seluas 8.140 hektar, berlokasi di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun merupakan medan latihan TNI AD terluas kedua setelah Baturaja yang dapat dipakai untuk menggelar latihan kemiliteran bersama dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia. (photo : TNI)

Simalungun, (Antarasumut)- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Letnan Jenderal Moeldoko meresmikan penggunaan area latihan prajurit di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Simalungun Military Training Area/Simtra) Kodam I BB, Kamis siang.

Peresmian di Dusun Bohoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Bupati Simalungun JR Saragih, Ketua DPRD Simalungun diwakili Ketua Komisi III Johalim Purba, Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik SIK, tokoh adat dan ratusan masyarakat.

Kasad mengatakan Simtra merupakan salahsatu upaya Angkatan Darat dalam menyiapkan medan latihan, sarana dan prasarana untuk mendukung kemampuan militer para prajurit.

Tanpa latihan yang terstruktur, tidak mungkin tercipta prajurit yang terlatih untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujar Kasad yang mengatakan pihaknya juga akan menggelar latihan kemiliteran bersama dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

Untuk itu Kasad menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab yang telah menyediakan lahan hutan seluas 8.140 hektare sebagai tempat latihan prajurit, dan mengucurkan dana sebesar Rp9,6 miliar untuk karya bakti TNI untuk membuka dan melebarkan akses jalan di Kecamatan Silou Kahean dan Dolok Silou.

“Kepedulian Bupati untuk mewujudkan prajurit yang profesional sangat membanggakan,” ujarLetjend Moeldoko yang baru pertama kali melakukan perjalanan dinas pascadilantik sebagai Kasad TNI.

Kasad juga berpesan kepada prajurit di lokasi latihan untuk menjalin kerukunan dan keharmosian dengan masyarakat khususnya dalam upaya menjunjung adat budaya setempat, tidak sembarangan menebang pohon, mengotori sungai dan membuang sampah tapi juga ikut melestarikan lingkungan alam.

Ketika ditanya fasilitas sarana latihan di lokasi Simtra ini, Kasad menjelaskan pihaknya akan membuat perencanaan terlebih dahulu, membicarakan dengan petinggi TNI dan pemerintah. “Saya perkirakan empat atau lima tahun sudah ada,” ujar Letjend Moeldoko.

Bupati Simalungun memberitahukan pemkab telah menyiapkan keadministrasian penggunaan lahan hutan itu untuk sarana latihan TNI secara legal opini dan legal hukum. “Semua telah kita sampaikan ke pemerintah pusat dan disetujui Menteri Kehutanan. Tinggal menunggu rencana induk kegiatan latihan dari Kodam I Bukit Barisan,” sebut Bupati.

JR Saragih menandaskan Simtra ini merupakan kepentingan negara dan bangsa bukan untuk Bupati atau Pemerintah Kabupaten Simalungun. Selain itu perekonomian rakyat juga mulai meningkat ditandai dengan bukanya sejumlah kedai di pemukiman penduduk.

“Harapan kami kepada Pak Kasad, untuk pembangunan Kabupaten Simalungun yang lebih baik dan meningkat lagi, kami sangat mendambakan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) tahun 2014 dilaksanakan di daerah kami,” ujar Bupati.

Kasad TNI dan rombongan didampingi Pangdam I BB Mayjend TNI paulus F Lodewijk, Danrem 022 PT Kolonel Inf Restu Widiyantoro MDA, Dan Rindam I BB Kolonel Inf teguh Arif Indratmoko, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf martin SM Turnip dan jajaran TNI, datang untuk meresmikan Simtra dan meninjau karya bakti TNI di Simalungun.

(Antara)

View the Original article

Kopaska dan NDU Singapura Kembali Adakan Latihan Bersama Pandu 13/13

on Saturday, April 27, 2013

27 April 2013


Latihan bersama Pandu 13/13 dilaksanakan dari tanggal 15 sampai dengan 26 April 2013 di tiga lokasi yaitu Ancol, Teluk Jakarta dan Tanjung Pasir Tangerang dengan materi latihan di bidang intelijen antara lain, pengamatan, penyergapan dan teknik introgasi. Sedangkan bidang pasukan katak diantaranya, MCM Diving, CQC, Small Unit Tactics dan Full Mission Profile. (photo : Lensa Indonesia)

Tingkatkan kemampuan, Kopaska lakukan latgab dengan Singapura

LENSAINDONESIA.COM: Sunyinya matahari di perairan Tanjung Priok terusik. Salah satu helikopter TNI mengelilingi kapal laut Bintang Kejora 21. Tak lama berselang, dentuman bunyi senjata memekik kala sang surya baru muncul. Ada apakah gerangan?

Ternyata, tepat kemarin (24/04/2013), Tim khusus laut TNI AL, satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan pasukan intel TNI-AL (Denintel Koarmabar) sedang melakukan latihan bersama RSN (Republic of Singapore Navy) di perairan Tanjung Priok.


“Ini merupakan perpaduan latihan bersama intelejen dengan Kopaska dan NDU (Naval Diving Unit) Singapura,” ujar Komandan Pasukan Katak Koarmabar, Letkol. Laut (P) Tjatur Soniarto kepada LICOM usai latihan di Tanjung Pasir, Jakarta.

Letkol. Tjatur menambahkan, latihan ini diikuti oleh Kopaska dan Denintel-Koarmabar sebanyak 170 orang. Di sisi lain, Singapura mengirimkan 21 orang tentara mereka untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan ini. Bahkan, NID (Naval Intelligence Department) Singapura ikut juga pada latgab tahun ini. Dalam latihan yang dilakukan selama 2 minggu ini, Kopaska menurunkan 1 Combat Boat, 3 Sea Rider, 2 perahu karet, dan 1 helikopter dari Puspenerbal sebagai bentuk keseriusan latihan gabungan kali ini.

Mantan Komandan Pangkalan Angkatan Laut Lhoksumawe ini menambahkan, program latihan Kopaska dengan NDU sudah terlaksana sejak awal program tahun 2000. Ia menuturkan, program tahun ini berfokus pada beragam kegiatan seperti penggunaan robot-tech, markmanship (menembak), small unit tactics (taktik satuan kecil), pemasangan jebakan (booby trap), hingga pelaksanaan lapangan.

Melihat hasil latihan, Letkol Tjatur mengaku puas dengan hasil latihan bersama kali ini. Pasalnya, hasil pelatihan telah mencapai target berupa peningkatan kemampuan anggota hingga integritas TNI AL. Oleh karena itu, ia berharap agar hasil pelatihan dapat diterapkan para anggota sesuai SOP layaknya hari ini apabila berada di lapangan.

Saat ditanya terkait latihan bersama berikutnya, pria yang mengenakan kaos loreng ketika diwawancarai ini belum bisa menjawab terkait isi materi. Ia hanya bisa menjawab materi itu akan dibicarakan sebelum dilaksanakan lagi.

(Lensa Indonesia)

View the Original article

KOSTRAD Latihan Bersama AD Singapura dalam SAFKAR INDOPURA 24/2012

on Sunday, November 25, 2012

24 November 2012

Indonesia dan Singapura sejak 1970 telah melakukan latihan bersama, dan sejak 1989 latihan antara AD Singapura dan Indonesia bertajuk Safkar Indopura dimulai (photo : Kostrad)

Dalam rangka Latma Safkar Indopura 24/2012, pada tanggal 21 Nopember 2012. Wakasad Letnan jenderal  TNI Budiman dan Wakasad Singapura Brigjen Tung Yui Fai membuka  kegiatan Latihan Tempur Bersama antara Angkatan Darat Indonesia dan Singapore Army Forces yang diadakan pada tanggal 21-28 Nopember 2012.
  
Kegiatan yang bertempat di Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat ini dimulai pada tanggal 21 Nopember 2012 dan dibuka dengan opening ceremony yang dihadiri oleh para tentara Angkatan Darat Indonesia dan Singapore Army Forces. Pada hari yang sama pula, diselenggarakan displai alutsista dari Singapore Army Forces, Yonif 323 Raider Kostrad, Yonif 201 Mekanis, dan PT Pindad (Persero).

Adapun materi latihan pada Safkar Indopura ke-24 ini antara lain Latihan silang (Cross Training) dalam materi taktik dan menembak, Latihan taktis dengan pasukan Infanteri mekanis dalam OLI (FTX), dan Latihan Posko 1 (CPX) tingkat Brigif dan Batalyon (2 tingkat). Sedangkan pasukan dan personel pendukung yang dilibatkan dalam latihan bersama ini sejumlah 1.150 personel terdiri dari TNI AD 700 personel dan AD Singapura 450 personel.

Dalam displai alutsista, Pindad menampilkan panser Anoa dan Komodo, sedangkan Singapura menampilkan Terrex  (photo : bumn)

Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wakasad Letjen TNI Budiman mengatakan, Latihan Bersama Safkar Indopura ini telah memasuki tahun ke-24, sehingga kedua negara sudah banyak belajar dan mengaplikasikan taktik dan teknik latihan bertempur sesuai pengalaman prajurit masing-masing.

Setelah mengunjungi stand pameran, rombongan Angkatan Darat RI dan Singapore Army Forces, melakukan uji kendaraan tempur. Kendaraan tempur yang digunakan adalah Panser Anoa milik TNI Angkatan Darat dan Terrex milik Singapore Army Forces. Mereka berkeliling mengitari komplek Pusdikif Cipatat.

Kegiatan ini diadakan selain untuk mengetahui kualitas peralatan tempur masing-masing negara, mengetahui strategi bertempur masing-masing negara, juga untuk memelihara hubungan baik antara Indonesia dan Singapura melalui bidang militer.



View the Original article

Latihan Gerakan Udara Menjadi Penutup Eksesais ELANG BRUNESIA 05/2012

on

24 November 2012

Telah lima kali AU Indonesia dan Brunei mengadakan latihan bersama bertajuk Elang Brunesia(all photos : Brunei Mindef)

RIMBA – Latihan Gerakan Udara bagi Eksesais Elang Brunesia 05/2012 yang telah dirancang selama 3 hari bermula pada 19 hingga 21 November 2012 diantara Tentera Udara Diraja Brunei (TUDB) dan Tentera Nasional Indonesia – Angkatan Udara (TNI-AU) telah berjaya dilangsungkan hari ini di Kawasan FFA, Padang Tembak Binturan, Penanjong Garison. Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kerjasama dan persefahaman diantara TUDB dan TNI-AU didalam melaksanakan latihan gerakan udara mencari dan menyelamat secara gabungan di kawasan latihan tersebut. Disamping itu juga, ianya akan dapat meningkatkan lagi tahap ‘Inter-Operability’ dan kesiapsiagaan diantara kedua tentera udara, terutama sekali dalam bidang profesionalisme keanggotaan, peralatan, prosedur dan dukungan logistik secara bergabung. Pesawat yang d gunakan semasa latihan tersebut adalah Bell 212 dari TUDB dan Super Puma dari TNI-AU.


Setelah latihan tersebut selesai dijalankan, Acara seterusnya ialah Upacara Penutup bagi Eksesais Latihan Bersama Elang Brunesia 05/2012 di Pangkalan Rimba TUDB. Tetamu Kehormat majlis ialah Brigadier Jeneral (U) Dato Seri Pahlawan Haji Jofri bin Haji Abdullah, Pemerintah TUDB dan Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito, PANGKOOPSAU 1.


Upacara dimulakan dengan pemerikssan perbarisan oleh Tetamu Kehormat dan seterusnya memberikan ucapan serta dengan rasminya melancarkan penutup bagi Eksesais tersebut. Acara diteruskan dengan menanggalkan toha daripada kedua-dua pengendali latihan tentera udara oleh Tetamu Kehormat Majlis. Sebagai kenang-kenangan, Sesi bergambar ramai bersama semua anggota yang terlibat di dalam Eksesais bersama Tetamu Kehormat Majlis telah dijalankan setelah bacaan doa penutup oleh Guru Ugama TUDB.



View the Original article

TNI AL Gelar Latihan Bersama Malindo Jaya 22AB/12 dengan TLDM

on Tuesday, November 20, 2012

19 November 2012

KRI Selangor 176 (photo : Armada Barat)

 Jakarta - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan bersama (Latma) dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan sandi Latma Malindo Jaya 22AB/12.

Latma Malindo Jaya 22AB/12 adalah bentuk latihan bersama antara TNI Angkatan Laut  (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam rangka peningkatan kerja sama dan hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam kemampuan operasi dan kesiapan unsur-unsur TNI AL dan TLDM untuk menghadapi ancaman di laut.

Latihan bersama ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme angkatan laut kedua negara, sekaligus juga digunakan sebagai tolak ukur kemampuan masing-masing Angkatan Laut terutama dalam bidang operasional dan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi baik dalam bidang persenjataan maupun piranti lunak pendukung latihan. Selain itu sebagai salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dan tidakan dalam penanganan tindak kejahatan di laut khususnya yang terjadi di wilayah perairan masing-masing negara di Selat Malaka.

KRI Clurit 641 (photo : Kaskus Militer)

Dalam latihan bersama antara TNI AL dan TLDM tersebut akan dilatihkan beberapa materi diantaranya kemampuan mengaplikasikan dan mengembangkan dokrin, taktik dan prosedur operasi laut bersama khususnya prosedur pemeriksaan (boarding party) serta komando pengendali dan kerja sama secara taknis antar unsur TNI AL dan TLDM.

TNI AL pada pelaksanaan Latma Malindo Jaya 22AB/12 ini melibatkan unsur dua KRI dari jajaran Koarmabar yakni KRI Lemadang-632 dan KRI Clurit-641 yang sehari-harinya kedua kapal perang tersebut berada dibawah pembinaan Sutuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar serta Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar. Sedangkan TLDM melibatkan dua kapal perang yakni KD Mahawangsa-1504 jenis kapal pendukung dan KD Selangor-176 jenis kapal patroli lepas pantai serta Pasukan Khas Laut (Paskal).
   
Latma Malindo Jaya 22AB/12 akan dilaksanakan mulai tanggal 19 sampai dengan 26 November 2012 di Jakarta, yang tahap pelaksanaannya dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap latihanan di pengkalan, tahap manuver laut dan tahap pengakhiran. Tahap pangkalan meliputi kegiatan serimonial yaitu upacara pembukaan, kunjungan kehormatan (courtesy call) dan resepsi, sedangkan kegiatan latihan melliputi pertukaran materi keangkatanlautan, paparan OCS, diskusi dan Table Top Game (TTG), latihan bersama antara Satuan Komando pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL dengan Pasukan khas laut (Paskal) TLDM serta kegiatan olah raga bersama.



View the Original article

TNI AL dan Angkatan Laut Singapura Gelar Latihan Bersama Sea Eagle 22/12

on Saturday, November 3, 2012

03 November 2012

KRI Frans Kaisiepo 368 (photo: TNI AL)

Jakarta -- TNI AL dan Angkatan Laut Singapura akan menggelar latihan bersama Sea Eagle 22/12 yang direncanakan akan berlangsung mulai tanggal 4-14 November 2012  dengan melibatkan dua kapal perang RI dan satu kapal perang Republik Of Singapura Navy (RSN) dengan menggelar kegiatan di Indonesia dan Singapura.

Kegiatan latihan bersama ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh TNI AL  dan RSN yang berlangsung  sejak tahun 1974 lalu diselenggarakan  di  Indonesia  dan Singapura.

Dalam latihan bersama yang ke 22 kalinya ini, direncanakan TNI AL  akan melibatkan  dua kapal perang jenis Sigma KRI Frans Kaisiepo-368 dari Komando Armada RI Kawasan Timur dan jenis kapal cepat Fast Patrol Boat (FPB)  57 KRI Lemadang-632 dari Komando Armada RI Kawasan Barat. Sedangkan RSN melibatkan kapal perang RSS (Republic of Singapore Ship, berarti Kapal Republik Singapura) jenis Fregat   RSS Stalwart-72.

Dalam latihan bersama ini direncanakan diawali  dengan kegiatan kedatangan kapal perang Singapura RSS Stralwart-72  sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta  dalam rangka  kegiatan latihan bersama  dan kunjungan kehormatan ke Koarmabar.

RSS Stalwart 72 (photo : seapixonline)

Kegiatan Latma Sea Eagle 22/12  terbagi dalam tiga tahap meliputi latihan di Pangkalan (Harbaur Phase) selama dua hari  dengan melibakan dua KRI dan satu  kapal perang RSN. Selanjutnya tahap kedua dilaksanakan manuver lapangan ( Sea Phase) mulai dari  perairan laut Jawa dengan menggelar beberapa serial latihan dan lintas laut melalui perairan Selat Karimata dan perairan laut Natuna dengan melibatakan dua  kapal perang TNI AL dan satu kapal RSN yang direncanakan berlangsung selama  empat  hari.

Sedangkan untuk tahap  ke tiga, kegiatan latihan bersama kedua angkatan laut  dipusatkan di Cangi Naval Base (CNB)  di Singapura dengan beberapa kegiatan yang akan dihadiri delegasi TNI AL. Selama kegiatan tersebut dua unsur KRI merapat di dermaga   Cangi Naval Base (CNB)  di Singapura  dan akan  melaksanakan kegiatan bersama yang akan dihadiri oleh personel dua angkatan laut diantaranya kaji ulang bersama pelaksanaan latihan dan olah raga bersama serta, kunjungan ke kapal Singapura, resepsi ( Coctail Party ) di KRI Frans Kaisiepo-368 dan dilanjutkan dengan Upacara penutupan Latma Sea Eagle 22/12  di Cangi Naval Base (CNB).

Dalam latihan bersama Sea Eagle 22/12 kali ini TNI AL akan melibatkan 2 KRI dengan  Komandan Satuan Gugus Tugas Letkol Laut (P) I.G.P Aswan Candra yang sehari-hari menjabat Wakil Komandan Komando Latihan  Komando Armada RI kawasan Barat.



View the Original article

Latihan Albatross Ausindo 2012 TNI AU-RAAF Berakhir

on Friday, October 26, 2012

22 Oktober 2012

Penutupan Albatros Ausindo 2012 (photo : RAAF)

Setelah melaksanakan kegiatan selama ± empat hari, Latihan Bersama (Latma) Albatross Ausindo 2012 di Darwin secara resmi berakhir, Kamis (18/10).

Sebuah acara penutupan sederhana dilaksanakan di Truscoot Club RAAF Base Darwin menandai berakhirnya latihan yang sudah di gelar sejak tanggal 15 Oktober lalu.

Pesawat intai maritim Boeing 737 TNI AU (photo : jksc)

Danskadron Udara 5, Letkol Pnb Benny Arfan dalam sambutannya memberikan apresiasi serta rasa terima kasih yang tinggi kepada seluruh peserta latihan baik dari TNI AU maupun RAAF, sehingga kegiatan ini dapat berjalan aman dan lancar.

“Selain hubungan persahabatan yang lebih erat, seluruh personil yang terlibat pun dapat saling bertukar ilmu serta pikiran mengenai berbagai hal di dalam latihan ini”, tambahnya

Ucapan terima kasih pun disampaikan oleh WGCMDR Michael Jansen, CO 10th SQN RAAF kepada seluruh partisipan latihan bersama ini, karena hingga berakhirnya latihan, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan tak terkendala.

Pesawat intai maritim AP-3C RAAF (photo : Aus DoD)

“Mungkin pada pelaksanaan latihan berikutnya dapat disiapkan skenario yang lebih kompleks daripada saat ini, sehingga kemampuan skadron dan crew dapat lebih meningkat terkait dengan perkembangan zaman”, saran dari perwira yang suka humor ini.

“And i’m really looking forward to see you all on the next Albatross Ausindo Exercise”, pungkas WGCMDR Michael Jansen.

Semangat persahabatan sangat terlihat selama pelaksanaan kegiatan Latma Albatross Ausindo 2012 di Darwin ini, itulah yang paling utama.



View the Original article