Showing posts with label Leopard. Show all posts
Showing posts with label Leopard. Show all posts

Tank Leopard Tiba pada Oktober 2013

on Friday, April 19, 2013

19 April 2013


Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 Revolution (photo : Tempo)

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan menyatakan tidak lama lagi senjata baru TNI Angkatan Darat, yakni tank tempur utama Leopard dan tank tempur menengah Marder, tiba di Indonesia. Sesuai dengan rencana, kedua tank asal pabrik Rheinmettal, Jerman ini tiba secara berangsur mulai Oktober 2013.

"Tank Leopard dan Marder yang datang bukan cuma contoh saja, tapi sudah yang produksi," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui kemarin malam di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 18 April 2013.

Sjafrie menambahkan, rencananya pengiriman kedua tank akan rampung akhir tahun 2014. Jumlah tank yang akan dikirim dari Jerman sebanyak 153 unit. Tank tersebut yakni tank Leopard Ri sebanyak 61 unit, tank Leopard 2A4 sebanyak 42 unit, dan tank Marder sebanyak 50 unit. Pembelian tank ini dikatakan tidak melebihi pagu anggaran sebesar US$ 280 juta. 

Pembelian tank ini juga dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken pada November 2012 lalu. PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat. 

Kehadiran 153 unit tank ini diharapkan bisa menambah kekuatan TNI AD. Saat ini Indonesia belum juga punya tank kelas berat yang mumpuni. Selama ini, TNI AD mengandalkan tank tempur ringan seperti Scorpion buatan Inggris, tank AMX-13 dan AMX-10p. Ketiga jenis tank ringan itu terbilang uzur, sebab diproduksi pada 1940-1950-an.

(Tempo)


View the Original article

Kemhan Akui Kontrak Pembelian Leopard Telah Diteken

on Monday, January 14, 2013

11 Januari 2013


MBT Leopard Revolution (photo : Tempo)

TNI Akhirnya Resmi Beli Tank Leopard  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan resmi menandatangani kontrak pengadaan main battle tank Leopard dengan sebuah perusahaan asal Jerman, Rheinmettal. "(Kontrak pembelian) sudah ditandatangani pertengahan Desember lalu," ujar Kepala Badan Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Ediwan Prabowo, kepada Tempo, Rabu, 9 Januari 2013.

Nilai kontrak pembelian tank berat itu, kata Ediwan, berada di bawah pagu anggaran sebesar US$ 280 juta. "Kurang sedikit dari jumlah itu," kata dia tanpa menyebutkan nominal.


Leopard Revolution dilengkapi dengan sistem perlindungan 360 derajat (image : Militaryphotos)

Ediwan memastikan spesifikasi teknis dan jumlah tank yang akan diproduksi tetap sama dengan kesepakatan awal. "Ya, mereka setuju dengan penawaran kita."

Pembelian tank seberat 63 ton ini juga sudah dilengkapi dengan kesepakatan transfer teknologi yang diteken November 2012 lalu. "PT Pindad dan Bengkel Pusat Angkatan Darat akan mendapatkan kerja sama pelatihan untuk perbaikan ringan hingga berat."

Rencananya, Indonesia akan membeli Leopard Ri dan A24 beserta tank sedang Marder seberat 33 ton. Leopard Ri dibanderol US$ 1,7 juta atau sekitar Rp 16,4 miliar per unit. Indonesia dikabarkan memesan 61 tank Leopard Ri dan 42 Leopard 2A4 seharga US$ 700 ribu atau Rp 6,7 miliar per unit. "Itu akan ditambah lagi dengan amunisi dan perlengkapan pendukungnya," ujar Ediwan. Tank ini akan menambah kekuatan TNI di perbatasan.

(Tempo)

View the Original article

Tank Leopard dan Marder Tiba di Jakarta

on Monday, November 5, 2012

04 November 2012

MBT Leopard Revolution (photo : Kaskus Militer)

Tank Leopard Tiba di Jakarta Hari Ini

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia resmi menerima kedatangan dua unit tank, main battle tank Leopard dan Marder asal Jerman. “Keduanya tiba di Jakarta siang ini,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Bambang Hartawan, ketika dihubungi oleh Tempo, Ahad, 4 November 2012.
Menurut Bambang, tank Leopard yang tiba melalui Pelabuhan Tanjung Priok ini adalah jenis Revolution atau yang disingkat Ri. "Didatangkan sebagai model untuk pameran Indodefence tanggal 8 November nanti,” kata dia.

Marder medium tracked vehicle (photo : Kaskus Militer)

Leopard Ribuatan pabrik Rheinmettal ini diproduksi khusus untuk Indonesia. "Hingga kini proses produksi masih berlangsung di sana,” kata Bambang. Untuk itu, tank berat ini akan dikirim secara bertahap sesuai dengan jumlah pesanan pemerintah Indonesia.
Harga Leopard Ri tersebut dibanderol US$ 1,7 juta per unit. Indonesia sendiri memesan 61 tank Leopard Ri dan 42 Leopard 2A4 seharga US$ 700 ribu per unit.
Sebelumnya, pembelian Leopard ini sempat menuai kecaman dari DPR. Tank berat ini dinilai tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia. Rencana pembelian Leopard ke Belanda pun gagal akibat penolakan parlemen setempat. Tim negosiasi pembelian alutsista ini kemudian mengalihkan pembelian ke Jerman sebagai produsen tank dengan bobot 63 ton ini.


View the Original article

Dua Unit Tank Leopard Datang Pekan Ini

on Wednesday, October 31, 2012

30 Oktober 2012

Leopard 2 Revolution MBT (photo : Shephard)

TEMPO.CO, Jakarta - Dua unit tank tempur utama Leopard dipastikan datang pada pekan ini. Tank yang didatangkan dari Jerman itu masing-masing terdiri atas satu unit jenis Leopard 2A4 dan satu unit jenis Leopard 2 Revolution.

"Dua tank ini akan datang pada 3 November ini dan rencananya dipamerkan di Indo Defence Expo pada 7-10 November mendatang," kata Pos Hutabarat, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa, 30 Oktober 2012.

Kedatangan Leopard, menurut Pos, akan menutup kedatangan alat utama sistem persenjataan yang sudah memasuki penghujung 2012. "Kemarin Tucano sudah datang, sepertinya setelah ini tidak ada lagi senjata yang akan datang," kata dia.

Wakil Menteri Pertahanan Shafrie Syamsudin menyatakan semua tank yang datang sudah bisa dipakai oleh militer Indonesia. "Semuanya baru, tinggal pakai, tidak perlu lagi upgrade, tidak perlu lagi refurbishment," kata dia.

Dua unit tank Leopard ini merupakan penyerahan tahap pertama. Dengan dana sekitar US$ 287 juta, Indonesia membeli 40 unit Leopard 2A4, 63 unit Leopard 2 Revolution, dan 10 unit tank pendukung Leopard 2, 50 unit medium tank Marder 1A3. "Proses politik sudah selesai, administrasi sudah, tinggal mengecek skema produksi dan pembiayaan," ujar Sjafrie.



View the Original article

MBT Leopard Pertama akan Ditempatkan di Pasuruan

on Monday, October 15, 2012

15 Oktober 2012

Tank Leopard rencananya akan ditempatkan di Yonkav Jawa Timur dan juga di Jawa bagian barat (photo : Rheinmetall Defence)

Taring Macan Kumbang Akan Lebih Tajam Lagi

SATUAN Batalyon Kavaleri 8/Tank dengan lambangnya macan kumbang akan semakin garang saat diperkuat dengan tank ''Leopard''. Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8 berkedudukan di Beji, Pasuruan. Selama ini, Yonkav 8 menjadi markas alutsista kendaraan tempur Scorpion dan Stormer.

Lambang macan kumbang ini menggambarkan pendirian teguh prajurit Yonkav 8/Tank  pada kebenaran, selalu siap untuk bergerak dan menghancurkan musuhñmusuhnya yang membahayakan keselamatan bangsa dan negara.

Yonkav-8/Tank berada di bawah komando Divisi Infanteri 2 Kostrad, dan merupakan salah satu satuan bantuan tempur yang menjadi pemukul di jajaran Kostrad.

Nama tank ''Leopard'' mengingatkan pada The Javan Leopard, yakni macan tutul, spesies khusus yang ada di Pulau Jawa. Pada tahun 2008, spesies ini masuk klasifikasi terancam punah.

Simpang siurnya kabar tentang pembelian tank Leopard dari Jerman sudah terjawab, saat ada keputusan dari pemerintah.

Dan Batalyon Kavaleri 8/Tank merupakan satuan Kavaleri yang mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk menerima dan mengoperasikan Leopard ini dengan kekuatan 1 batalyon lengkap untuk wilayah timur. Rencananya, TNI AD membutuhkan dua batalyon tank berat Leopard, masing-masing untuk kawasan barat di Cilodong dan timur di Beji Pasuruan.

Buat Garasi

Leopard direncanakan akan masuk ke Indonesia secara bertahap, dan kedatangan pertama akan langsung masuk ke Batalyon Kavaleri 8/Tank di tahun 2012 ini juga.

Kini, Batalyon Kavaleri 8/Tank sedang berbenah dan mempersiapkan diri menerima Leopard tersebut. Di samping penyiapan personel, wujud nyata dari persiapan tersebut adalah mulai dibangunnya garasi untuk Leopard di dalam satuan Batalyon Kavaleri 8/Tank yang akan selesai sebelum Leopard datang ke Indonesia.

Brigjen TNI Hartind Asrin saat menjadi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan menyatakan,  sebanyak 15 unit Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2 yang akan datang pada tahap pertama, dari 100 tank yang direncanakan, akan ditempatkan di wilayah Jawa. Tetapi tidak menutup kemungkinan tank yang datang kemudian akan dikirim ke daerah-daerah perbatasan.

Tank Leopard 1 buatan Jerman pertama kali digunakan pada tahun 1956. Tank ini juga menjadi tank tempur utama (main battle tank) di beberapa negara di dunia. Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman.

Tank Leopard 2 dikembangkan sejak tahun 1970 dan diluncurkan pertama pada tahun 1979 untuk menggantikan. Leopard juga digunakan di dua belas negara Eropa lainnya, serta negara-negara non-Eropa.

Leopard 2, tak diragukan lagi, adalah salah satu tank tersukses dari generasi terakhir MBT, dan lebih dari 3.200 unit telah diproduksi..



View the Original article

MBT Pesanan Itu Diberi Nama Tank Leopard Indonesia

on Saturday, October 6, 2012

05 Oktober 2012


Tank Leopard 2A4 Revolution (photo : Militaryphotos)

Adem... Tank Leopard Indonesia Sudah Full AC

JAKARTA- Alat Sistem Persenjataan Utama (Alutsista) TNI AD terbaru, Tank Leopard, yang baru dapat didatangkan pada November 2012, ternyata sudah di-upgrade dari bentuk aslinya.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, menuturkan, tank buatan Jerman, sudah diupgrade, seperti radar untuk menembak, body ballistic, dan persenjataan.

"Selain itu, tank tersebut sudah diberikan pendingin ruangan atau AC," kata Edhie, kepada wartawan, di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2012).

Menurutnya Tank Leopard tersebut, nantinya tidak akan menggunakan nama Leopard 2A4. Namun, menggunakan nama Tank Leopard Indonesia.

"Penggunaan nama Leopard Indonesia ini, dikarenakan spsesifikasi yang dibuat sesuai dengan pemesanan kami. Berbeda dengan Tank Leopard biasanya," tuturnya.

Selain itu, kata dia, tank berjenis Main Battle Tank atau MBT ini, juga sudah dilangkapi dengan peluru meriamnya. "Kami juga sudah meminta peluru meriam, karena buat apa beli tank canggih tanpa peluru," imbuhnya.

Lebih lanjut, Edhie juga menepis anggapan pembelian Tank Leopard dengan peluru, nantinya akan digunakan untuk menembaki rakyat Indonesia. Pasalnya, tank tersebut dibeli menggunakan uang rakyat, dan fungsinya untuk menjaga rakyat.

"Tidak ada itu untuk menembaki rakyat sendiri, justru kita beli tank tersebut untuk melindungi rakyat dan kesatuan NKRI," tegasnya.

Sebelumnya, tank berbobot 60 ton ini, renacananya baru akan datang pada November 2012 sebanyak 15 unit. Nantinya Indonesia, akan mempunyai tank tercanggih dikelasnya ini sebanyak +/- 100 unit.

(Okezone)

View the Original article

44 Tank Leopard Tiba di Indonesia November

on

04 Oktober 2012

Leopard 2 Revolution MBT (photo : Rheinmetall)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 44 unit Main Battle Tank Leopard yang dibeli dari Jerman akan segera tiba di Indonesia, sebagai upaya memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) dalam membangun kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kami ingin mendatangkan tank Leopard dalam HUT TNI Ke-67 ini, namun karena prosesnya agak panjang, sehingga November 2012 baru bisa tiba di Indonesia sebanyak 44 unit," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo saat jumpa pers Peringatan HUT TNI Ke-67 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.

Selain itu, TNI AD juga akan menambah dua batalyon Multiple Launch Rocket System (MLRS) buatan Brazil, satu batalyon Mistral Rudal Antipesawat Terbang dan dua batalyon Meriam 155 mm/Caesar buatan Perancis.

Dalam upaya membangun MEF, TNI Angkatan Laut juga akan membangun tiga kapal selam dari Korea Selatan, yang bekerja sama dengan PT PAL, tiga unit Kapal Cepat Rudal (KCR)-60M dan dua unit Kapal Tunda 2400 HP.

"Kami juga mau mendatangkan satu skadron helikopter antikapal selam dari Amerika Serikat," ujar Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Soeparno.

Sementara TNI Angkatan Udara akan menambah dan mengupgrade pesawat Hercules hibah dari Australia. "Hercules kami cuma 13 unit. Kami akan upgrade lagi dan akan membeli 10 unit pesawat Hercules lagi dari Australia," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan penambahan alutsista itu harus diimbangi oleh kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI.

"Kami menyadari, secanggih apa pun alutsistanya, namun SDM yang ada tidak memadai, maka alat secanggih apa pun tidak ada artinya," ujar Agus.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan, sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada awal November 2012 nanti, dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/9).

Staf ahli menteri pertahanan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut.

"Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yang melalui pesawat, ada juga melalui kapal," jelas Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Pemerintah sendiri akan membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.



View the Original article

Tank Leopard Akan Tiba di Indonesia Mulai November

on Wednesday, September 26, 2012

26 September 2012

Tank Leopard 2A4 dan versi yang telah di-upgrade (photo : Militaryphotos)

Jakarta (ANTARA News) - Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

"Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.



View the Original article

Kemhan: Proses Pembelian Tank Leopard Selesai

on Saturday, July 28, 2012

27 Juli 2012

Tank tempur utama Leopard 2 (photo : Militaryphotos)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa proses pembelian Main Batle Tank (MBT) Leopard dari Jerman sebanyak 100 unit telah diselesaikan, bahkan pada Oktober 2012 nanti 15 unit tank sudah tiba di Indonesia.

"Pada Oktober 2012, bertepatan HUT TNI, Anda sudah akan melihat 15 unit Tank Leopard," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin menanggapi kekhawatiran DPR akan terganggunya pembelian tank Leopard akibat penolakan sebagian anggota parlemen Jerman, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kedatangan tank berbobot 60 ton itu akan terus berdatangan dengan total 100 unit hingga 2014 mendatang. Penolakan sebagian anggota parlemen, terutama dari partai oposisi, tidak menggangu proses pembelian tank tersebut.

"Penolakan itu memang ada, namun hanya dalam diskusi kecil. Tapi, tidak membuat pembelian tank menjadi batal," jelas Hartind.

Sebanyak 15 tank yang akan di tahap pertama rencananya akan ditempatkan di wilayah Jawa. Namun, tak menutup kemungkinan tank yang datang kemudian akan dikirim ke daerah-daerah perbatasan.

"Kita sedang mempersiapkan kapal untuk mengangkutnya jika memang akan ditempatkan di sana," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, laman "Spiegel Online" konsisten memberitakan bahwa anggota parlemen senior dari Partai Hijau Katja Keul menyatakan, Jerman tidak bisa menjual tank Leopard pada Indonesiamengingat masih banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin juga pernah mengatakan penolakan parlemen Jerman itu harus disikapi hati-hati oleh pemerintah Indonesiamaupun Jerman.

"Saat ini DPR dalam posisi menunggu sikap pemerintah kedua negara," katanya.



View the Original article

30 Tank Leopard Jerman Siap ke Jakarta

on Tuesday, May 22, 2012

22 Mei 2012

Tank Leopard 2A6 Angkatan Darat Jerman (photo : Valka)

TEMPO.CO, Pontianak - Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, mengatakan pada Oktober ini, sebanyak 30 tank jenis Leopard yang dipesan dari Jerman akan dikirim ke Jakarta.

“Awalnya tawaran datang dari Belanda dan Jerman, tetapi kita pilih Jerman karena lebih menjanjikan,” kata Pramono, di Markas Kodam XII/Tanjungpura, Selasa 22 Mei 2012, di Pontianak.

Sebanyak 30 unit tank ini, katanya, tinggal menunggu pihak Jerman untuk mengirimkannya ke Indonesia. Jenis yang akan dibeli adalah Leopard 2A6 yang merupakan hasil "retrofit 2A4" alias pengembangan teknologi terbaru karena cetak baru teknologi Leopard serupa sudah tidak diproduksi lagi.

Kelebihan memilih tawaran Jerman adalah dapat melakukan transfer of technology (TOT). Jerman juga menawarkan joint production untuk pembuatan beberapa bagian tank seberat 60 ton tersebut dengan menggandeng PT Pindad.

Masih terkait tank yang dibutuhkan TNI untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, sedianya di Kalimantan Barat akan ditempatkan pula satuan tank. Pramono mengatakan, saat ini di Kalimantan Barat hanya dilengkapi dengan light tank dan ke depannya akan ditingkatkan dengan tank untuk tempur. Satuan Kavaleri di Kalbar juga akan ditingkatkan dari Datasemen menjadi batalion penuh.



View the Original article

Kabinet Belanda Tetap Ingin Menjual Tank Leopard 2 ke Indonesia

on Thursday, May 17, 2012

08 Mei 2012

Di Belanda berlaku aturan bahwa transaksi alusista senilaidi atas 2 juta euro harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dariparlemen, dengan demikian kabinet harus mendapatkan persetujuan parlementerlebih dahulu untuk transaksi penjualan Leopard dengan Indonesia senilai 213juta dollar ini (photo : cssbl)

Transaksi Jual Beli Leopard Nyaris Tuntas

Dua media Belanda, Mediawatch dan harian De Volkskrantmenyorot keputusan kabinet demisioner untuk menjual tank bekas jenis Leopard keIndonesia.Demikian menurut beberapa sumber dari kalangan pemerintah Belanda pada harianDe Volkskrant, yang juga menjadi rujukan Mediawatch.

Menurut Mediawatch, kabinet Belanda pada awalnya tidakmendukung transaksi ini. Tapi atas desakan Menteri Pertahanan Hans Hillen,akhirnya setuju juga. Menteri ini harus melakukan operasi penghematan anggarandan sangat membutuhkan dana hasil penjualan senilai 200 juta euro.

Menurut De Volkskrant, operasi penghematan di departemenpertahanan memangkas anggaran sekitar satu miliar euro.

Selanjutnya De Volkskrant menambahkan bahwa Menteri LuarNegeri Uri Rosenthal mendukung transaksi ini. Argumennya, tidak inginmenyinggung perasaan kalangan pemerintahan di Jakarta. Dengan demikian, transaksi jual beliini, dari sudut pandang kalangan pemerintahan, bisa dikatakan nyaris tuntas.
Namun, lain di kabinet, lain pula di parlemen. KabinetBelanda harus melaporkan rencana jual beli ini pada parlemen.
Beberapa waktu lalu, melalui dukungan pada mosi Arjan alFassed, dari partai Groenlinks (Kiri Hijau), mayoritas suara di parlemen Belandajuga menentang penjualan ini. Mereka menilai, transaksi ini bertentangan dengankebijakan hak azasi manusia Belanda.
"Militer Indonesia melanggar hak azasimanusia. Dengan penjualan senjata ini, kabinet demisioner membantu pelanggarantersebut," demikian Arjan al Fassed pada saat pengajuan mosi.
Alhasil, masih ada kemungkinan, parlemen Belanda akanmelarang transaksi jual beli ini. Di Indonesia sendiri, demikian lanjut DeVolkskrant, berbagai kalangan di DPR telah menyatakan tidak menyetujuipembelian senjata berat ini. Mereka menilai tank Leopard tidak cocok dengankondisi geografi Indonesia.
Singkat kata, meskipun kabinet Belanda telah memutuskanbersedia menjual senjata berat ini pada Indonesia, masih belum pasti,apakah transaksi ini memang akan terjadi. Yang jelas, jika rencana ini batal,Jerman dan Rusia sudah siap untuk memasok tank buatan mereka pada Indonesia.Demikian Mediawatch dan De Volkskrant.


View the Original article

Jerman Beri Sinyal Setujui Jual Leopard

on Thursday, May 3, 2012

01 Mei 2012

Beberapa minggu yang lalu Kabinet Belanda telah menyetujui penjualan 80 Tank Leopard 2 ke Indonesia dengan nilai transaksi sekitar 200 juta Euro, namun untuk merealisasikannya dibutuhkan persetujuan dari parlemen yang masih timbul pro dan kontra (photo : Militaryphotos).

PEMERINTAH dan DPR ber­kukuh membeli tank Leo­pard 2A6. Setelah gagal membeli dari Belanda, pemerintah dan DPR kini beralih ke Jerman.


Anggota Komisi I DPR dari F-PG Yorris Raweyai saat dihubungi, kemarin, menjelaskan anggota dewan sempat mendatangi pabrik produsen tank seberat 60 ton itu saat berkunjung ke Muenchen, Jerman, baru-baru ini.


Rombongan yang mendatangi Jerman dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman didampingi 12 anggota. Kami ingin mencari kepastian bagaimana teknis tank ini,” ujar Yoris.

Awalnya, pemerintah berencana membeli 100 tank bekas dari Belanda dengan nilai sekitar US$280 juta. Namun, rencana itu terkendala karena ada penolakan dari parlemen Belanda.

Dubes RI di Berlin Eddy Pratomo membenarkan dele­gasi anggota dewan sempat mengunjungi perusahaan produsen tank Leopard, Krauss-Maffei-Wegmann GmbH & Co KG (KMW).


Eddy menjelaskan, dele­gasi sempat berdialog dengan Presiden dan CEO KMW Frank Haun. Pada kesempatan tersebut, Komisi I DPR membicarakan penjajakan pembelian tank Leopard dan perjanjian alih teknologi sebagai bagian dari kontrak pembelian.


Selain itu, sambung Eddy, rombongan sempat bertemu juru bicara luar negeri fraksi CDU/CSU (koalisi partai berkuasa Jerman) Philipp Missfelder serta Ketua Komisi Pertahanan Susanne Kastner.


Anggota dewan juga, lanjut Eddy, sempat bertemu dengan Parliamentary State Secretary Hans-Joachim Otto, untuk meminta penjelasan tentang prosedur pemberian dan izin ekspor alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang menjadi wewenang kementerian tersebut.

Menurut Eddy, pihak Jerman menyatakan tidak melihat ada masalah untuk ekspor alutsista ke Indonesia. Jerman, menurut Eddy, bahkan akan meningkatkan kerja sama ekonomi dan industri strategis kedua negara.


Padahal, Eddy mengakui pihak Jerman menerapkan kebijakan restriktif terhadap ekspor alutsista ke Indonesia. Salah satu isu yang sering menjadi ganjalan adalah isu perlindungan hak asasi manusia.

“Penting bagi Indonesia untuk menjelaskan hal itu kepada Jerman,” ujarnya. (Che/Ant/P-1)



View the Original article

Komisi I Dukung Rencana TNI AD Beli Tank Leopard

on Monday, April 30, 2012

28 April 2012

Tank Leopard 2A6 (image : Militaryphotos)

Senayan - Komisi I DPR RI sepakat untuk mendukung rencana TNI AD membeli tank Leopard produksi Jerman. Sebelumnya banyak anggota Komisi Pertahanan yang menolak rencana pembelian tank bekas pakai Belanda ini. Mereka menolak karena perangkat perang ini tak sesuai dengan kondisi geografi Indonesia dan alih teknologinya sulit direalisasikan oleh produsen.

Komisi I akan mengiyakan secara resmi rencana TNI AD ini dengan catatan, sepanjang tidak ada upaya politisasi dari pihak mana pun. Selain itu, pembelian tank tersebut harus dilakukan langsung ke produsen di Jerman.

"Dengan demikian, memungkinkan adanya alih teknologi dan kerja sama pemeliharaan antara produsen dan PT Pindad," ujar Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq kepada Jurnalparlemen.com, Jumat (27/4).

Menurut Mahfudz, pembelian langsung ke produsen tank Leopard di Jerman akan memungkinkan modifikasi sesuai kebutuhan Indonesia dan lebih efisien harganya.

Meskipun hampir semua anggotanya menyatakan dukungan, hingga kini Komisi I DPR belum mengeluarkan keputusan resmi guna menyetujui rencana ini. Keputusan resmi akan dikeluarkan setelah anggaran untuk meng-goal-kan rencana ini dianggap sesuai. "Ya, Komisi I memang belum memutuskan persetujuan anggaran untuk pengadaan tank tersebut," ujar Wasekjen DPP PKS ini


(Jurnal Parlemen)


View the Original article

The Dutch Told to Decide on Leopard Sale by End of March

on Thursday, March 8, 2012

07 Maret 2012

Dutch's Leopard MBT (photo : Militaryphotos)

Indonesia has given the Netherlands a deadline to decide whether or not to sell its surplus Leopard main battle tanks (MBTs) after which Indonesia will look for other sources, a top defense official said Tuesday.

Defense Deputy Minister Sjafrie Sjamsoeddin said the ministry had given the Dutch until the end of March before deciding to buy the MBTs from other countries.

“We can buy the tanks directly from Germany, although the quantity might be different,” he told reporters at the Defense Ministry after a press conference on the results of a meeting of the Defence Industry Policy Committee (KKIP).

Initially, Indonesia had planned to buy the German-made MBT at a discounted price as the Dutch government was implementing harsh defense budget cutbacks that included disbanding its armored divisions in the wake of the economic downturn in Europe.

The plan was to buy 50 units of the 2A4 and another 50 units of the 2A6 variants of the MBT at a total price of US$280 including the costs to upgrade the A4 variant to the A6 standard.

The Indonesian Army said it needed to modernize its weapons systems with MBTs because it only had light tanks such as the British-made Scorpion and French-made AMX13 which weigh 8 tons and 14 tons respectively.

The Leopard weighs more than 60 tons leading to heavy criticism from lawmakers and NGOs who oppose the buying of the MBT, which is made by German firm Krauss-Maffei Wegmann Maschinenbau (KMW).

Deputy Defence Minister studied the possibility of locally assembling Sherpa tactical vehicle in Indonesia (photo : Bronco1978)

A minority party in the Dutch parliament, the Left Green, has also voiced its concerns at selling the MBTs to Indonesia taking note of what it claims is the possibility of the tanks being used to supress human rights in Indonesia.

Sjafrie has just returned from a tour of several European countries to discuss various aspects of defense cooperation.

In France, Sjafrie studied the possibility of locally assembling Sherpa light tactical, armored vehicles at state-owned arms manufacturer PT Pindad.

(The Jakarta Post)



View the Original article

DPR Ajukan Tiga Klausul Pengadaan Tank Leopard

on Friday, February 17, 2012

15 Februari 2012


Tank Leopard 2 Angkatan Darat Jerman (photo : Spiegel)

JAKARTA – Komisi I DPR menyatakan tidak menolak niat pemerintah untuk melakukan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) jenis tank. Namun, khusus untuk pengadaan tank jenis Leopard dari Belanda, Komisi I DPR mengajukan syarat tiga klausul.


Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyatakan, Komisi I DPR kemungkinan besar tidak akan menyetujui anggaran untuk pembelian tank Leopard bekas dari Belanda jika Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI tidak bisa memenuhi klausul utama tersebut.

Klausul itu adalah secara teknis Indonesia membutuhkan tank jenis tempur berat itu, kemudian ada jaminan tidak akan ada embargo pemeliharaan dan suku cadang di masa mendatang.

Klausul selanjutnya, ada alih teknologi (transfer of technology) dalam pembelian tank Leopard tersebut. “Jika memang Mabes TNI tetap meminta Leopard bekas itu, Komisi I DPR harus diyakinkan secara teknis dan politis. Jika hal itu tidak dipenuhi oleh tim negosiasi Mabes TNI, lebih baik membeli yang baru kendati jumlahnya menjadi separuhnya,” ungkap Mahfudz di Jakarta kemarin.

Mahfudz menduga, Kemenhan dan Mabes TNI akan mati-matian berusaha untuk melancarkan rencana pembelian tank Leopard itu,termasuk melancarkan klausul yang diinginkan Komisi I DPR. Langkah ini dilakukan agar tidak ada benturan di kemudian hari. Karena itu, Kemenhan dan TNI harus menjajaki semuanya. “Semua klausul tersebut harus dipenuhi mengingat belanja alutsista setiap tahun selalu menelan anggaran negara yang besar,” tandasnya.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengaku, tawaran tank Leopard sebenarnya bukan hanya dari Pemerintah Belanda, melainkan juga dari pemerintah Jerman. “Tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi dibeli oleh Indonesia akan di upgrade kemampuannya,” ungkap Sjafrie.

Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman, ujarnya, adalah refurbishment. Artinya bukan tank bekas yang akan dibeli sebab Leopard asal Jerman ini sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya.




View the Original article

Pembelian Tank Leopard sebelum 2014

on

16 Februari 2012

Tank Leopard 2 Angkatan Darat Belanda (photo : Militaryphotos)


Surabaya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo berharap pembelian 100 unit Tank Leopard dari Belanda dapat selesai sebelum 2014.


"Sampai sekarang masih tahap penjajakan dan belum berhenti. Tim yang kami bentuk masih membahasnya dan diharapkan sebelum 2014 sudah selesai," ujar Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo kepada wartawan di Surabaya, Rabu malam.


Ia mengaku, tim yang dipimpin Wakil KSAD Letjen TNI Budiman dalam rangka melihat dan mengadakan perkembangan negosiasi lanjutan. Hingga kini belum ada perubahan berarti dan masih menjadi tarik ulur di parlemen Belanda.


"Sekali lagi saya tegaskan, kalau Belanda menjual kami beli, tapi kalau tidak kami pergi. Tunggu saja perkembangan berikutnya," kata mantan Pangkostrad tersebut.


Pihaknya juga mengatakan saat ini Jerman juga sedang menjajaki dan menawari Indonesia. Menurut Pramono, tank buatan Jerman menjadi alternatif jika target awal tidak kesampaian.


"Memang ada tawaran dari Jerman. Hanya saja kami belum bersikap, tapi itu bisa dijadikan alternatif. Yang pasti sebelum 2014 sudah harus selesai," tutur mantan Danjen Kopassus tersebut.


Jika pembelian Tank Leopard yang alokasi anggarannya mencapai 280 Juta US Dollar berjalan mulus, diharapkan bisa menjadi prestasi serta menaikkan wibawa bangsa.


Sementara itu, alokasi anggaran dari pemerintah Indonesia untuk modernisasi peralatan TNI AD sebesar Rp14 triliun. Dana tersebut digunakan untuk sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) lainnya.


"Diantaranya pengadaan tambahan helikopter, PT Pindad yang menyiapkan anoa atau panser, serta alutsista lainnya. Bahkan Leopard ini hanya bagian kecil saja kok," tukas jenderal yang juga pernah menjabat Pangdam Siliwangi tersebut.


Khusus tahun ini, direncanakan pembelian meriam, rudal anti pesawat, peluncur roket multiras dan lainnya. Apalagi sekarang Indonesia masih tertinggal jauh daripada negeri lain seperti Malaysia maupun Thailand.



View the Original article

Rencana Pembelian Tank Leopard Mungkin Berubah

on Saturday, January 28, 2012

27 Januari 2012


Tank Leopard 2 dirancang untuk mampu menyeberangi sungai (photo : Bundeswehr)

Jakarta, PelitaOnline -- PANGLIMA TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, rencana pembelian Tank Leopard masih belum final. Menurutnya, masih ada opsi selain pembelian 100 tank bekas asal Belanda tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah RI sudah melakukan negosiasi dan membentuk tim dalam upaya pengadaan sekaligus penguatan alat utama sistem senjata NKRI.

"Tank itu belum final, kemungkinan masih ada opsi lain," kata Agus saat rehat Kapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, Selasa (24/1).

Sementara, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui bahwa DPR terkesan masih belum begitu yakin dengan kemampuan tank tersebut.

Kendati demikian, Purnomo berjanji akan menjawab keraguan DPR terhadap kemampuan tank buatan Jerman itu dan kecocokannya dengan medan di wilayah NKRI.

"Nanti saya jelaskan bagaimana sebenarnya tank itu," kata Purnomo, seolah hendak meyakinkan.


Baca Juga :

Wamenhan: Jika Belanda Tak Mau Jual Leopard, Masih Ada Jerman

25 Januari 2011


Jurnas.com WAKIL Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga menawarkan pada Indonesia,” kata Sjafrie usai meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1).

Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi dibeli oleh Indonesia akan diupgrade kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah refurbishment, “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.

Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan penolakan yang muncul dari kalangan parlemen Belanda bukanlah sikap resmi parlemen maunpun Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda sendiri telah mendesak kepastian Indonesia dalam membeli tank mereka.

Purnomo juga mengatakan, kebutuhan Indonesia sebenarnya pada main battle tank(MBT), bukan pada Leopard. Bisa saja MBT yang dibeli Indonesia bukan jenis Leopard. Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan, Jerman yang juga menawarkan Leopard-nya akan segera melakukan pertemuan dengan Indonesia.




View the Original article

KSAD: Leopard Diharapkan Meningkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional

on Saturday, January 21, 2012

19 Januari 2012

Indonesia berencana membeli 50 2A6 dan 50 2A4. ToT yang akan dilakukan adalah upgrade 50 Leopard 2A4 menjadi tipe 2A6 sehingga jumlah seluruhnya menjadi 100 Leopard 2A6 (photo : Militaryphotos)

Jurnas.com PEMBELIAN tank berat atau Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard milik militer Belanda diharapkan dapat menjadi sarana memeroleh teknologi pembuatan MBT. Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo ini merupakan hal penting karena industri dalam negeri belum mampu memproduksi.

“Tank beratnya Indonesia belum mampu. Sehingga kami berharap ada harapan teknologi andai membeli tank berat. Dengan persyaratan TOT bisa mentransfer, sehingga Indonesia bisa membuat sendiri,” kata KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo usai Rapim TNI di Mabes TNI Jakarta, Rabu (18/1).

Menurutnya, kemampuan industri pertahanan nasional saat ini baru sampai pada retrovit tank tringan. Untuk tank sedang dan tank berat, KSAD menyatakan Indonesia belum mampu. “Sehingga kalau ada TOT, kami bisa kirim orang agar bisa meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Pengadaan MBT ini, tutur KSAD, bertujuan untuk menyamakan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) dengan negara lain, karena Indonesia telah tertinggal jauh. Di Asia Tenggara, negara tetangga sudah memiliki tank jenis ini seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Myanmar. Negara-negara tersebut, jelas KSAD, juga merupakan negara kepulauan seperti Indonesia sehingga alasan penolakan pembelian tank berat dengan alasan Indonesia negara kepulauan tidak tepat. “Jalannya sama, hutannya sama, kondisinya juga sama. Apakah struktur jalan kita tidak lebih baik dari negara itu,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut KSAD, dukungan tank bagi TNI AD hanya jenis tank ringan. Tank ringan yang dimiliki saat ini diantaranya Scorpion, dan AMX 13 yang merupakan produk tahun 1950-an. “Kalau dilihat cukup lama kita tertinggal dalam teknologi tank. Padahal tank itu ada tiga kelas, ringan, sedang dan berat,” paparnya. Untuk tank AMX 13, TNI AD saat ini melakukan kerja sama dengan PT Pindad untuk meretrofit 13 unit tank tersebut.




View the Original article

Pindad: RI Butuh Tank Leopard

on Saturday, January 14, 2012

13 Januari 2012

Prototipe tank medium buatan Pindad (photo : Audrey)

INILAH.COM, Jakarta - Meski mampu membuat tank medium, PT Pindad menilai Indonesia tetap memerlukan tank besar seperti Leopard buatan Jerman.

Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan, Leopard dibutuhkan untuk memperkuat postur pertahan Indonesia dalam menandingi Malaysia.

"Malaysia punya tank kelas berat jenis T72 buatan Rusia, tank Leopard juga tank kelas berat seperti T72," ujar Adik seperti diberitakan inilahkoran, Jumat (13/1/2012).

Jika Kementerian Pertahanan (Kemenhan) jadi membeli Leopard, maka lanjut Adik, Pindad siap memproduksi amunisi peluru untuk Leopard.

Pindad telah menjalin kerjasama dengan Rheinmetall perusahaan otomotif dan industri pertahanan dari Jerman yang memproduksi Leopard. "Mereka berjanji akan sharing teknologinya sama kita salah satunya terkait rudal dan alutsista lainnya," jelas Adik. [mah]

(Inilah)

Baca Juga :

Tank Medium Pindad Jauh Berbeda dengan Leopard

13 januari 2012

INILAH.COM, Jakarta - Tank medium buatan PT Pindad memiliki spesifikasi yang jauh berbeda dengan tank Leopard buatan Jerman.

Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan, tak medium Pindad memiliki tenaga lebih kecil daripada Leopard. Tank Pindad berkekuatan 500 tenaga kuda, sedangkan Leopard berkekuatan 1.500 tenaga kuda.

"Leopard itu termasuk tank top dunia, ibaratnya Lamborgini sedangkan tank Pindad adalah Toyota," ujar Adik seperti diberitakan inilahkoran, Jumat (13/1/2012).

Ukuran tank medium buatan Pindad yang lebih kecil dibanding Leopard membuatnya lebih lincah dan taktis dalam melakukan manuver dan pergerakan. "Tank medium Pindad lebih murah harganya tapi jangan dibandingkan dengan Leopard karena beda kelas," ujar Adik.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana membeli 100 unit tank Leopard bekas dari Belanda seharga Rp14 triliun. Rencana ini ditentang Komisi I DPR yang mengusulkan agar Kemenhan membeli tank medium buatan Pindad yang pembuatannya diinstruksikan langsung SBY.

Tank tipe medium buatan PT Pindad tersebut dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan penguatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dibutuhkan TNI.

"Prototipe tank sudah jadi dan sudah jalan. Sudah dikunjungi oleh Komisi I. Hasilnya cocok, kenapa tidak dikembangkan. Produk anak bangsa murah dan cocok. Tinggal sekarang bilang Oke, buat yang banyak," papar Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/1/2012). [mah]

(Inilah)



View the Original article

Pindad Mampu Produksi Peluru Tank Leopard

on Wednesday, January 11, 2012

11 Januari 2012


Amunisi Tank Leopard Kanada (photo : mikebrown666)

INILAH.COM, Jakarta - Meskipun Tank Leopard berukuran besar namun perawatannya tidak rumit. PT Pindad diyakini mampu menyediakan suku cadang dan peluru tank tersebut.Pemerhati industri militer Ade Nasution mengatakan, perawatan tank tak serumit perawatan pesawat terbang. Sebab prinsip teknologi tank tergolong sederhana.

"Merawat tank tidak rumit seperti pesawat terbang, kunci tank di gear box, rantai dan mesin. Kalau peluru kan Pindad bisa bikin juga," terangnya, Rabu (11/1/2012).

Mantan praktisi bisnis militer ini juga mengatakan, Tank Leopard diperlukan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah kondisi minimnya anggaran TNI. "Pemerintah bisa cicil atau utang, karena tidak ada dana. Ini sebuah keuntungan untuk kekuatan tempur TNI," terangnya.


Seperti diberitakan, Kementerian Pertahanan merencanakan pembelian 100 Tank Leopard sebagai bagian modernisasi alutsista TNI peridoe 2011-2015 untuk mencapai kekuatan pokok minimum (essential minimum forces) dengan total anggaran Rp150 triliun. [mah]




View the Original article