Showing posts with label Medium. Show all posts
Showing posts with label Medium. Show all posts

Pindad Berencana Kembangkan Tank Tempur Medium Tanpa ToT

on Saturday, December 15, 2012

16 Oktober 2012

Tank tempur medium yang akan dikembangkan Pindad akan menutup gap yang lebar antara Light Tank dan MBT (photo : detik)

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Setelah sukses membuat kendaraan tempur jenis Anoa, PT Pindad berencana membuat tank tempur medium (Medium Battle Tank).

"Kami akan membuat tank tempur medium," ujar Kepala Sekretariat Perusahaan PT Pindad Iwan Kusdiana, di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/10/2012).

Iwan menjelaskan, tahapan yang akan dimulai pihaknya adalah berkonsentrasi membuat tank tempur medium dengan bobot sekitar 20 ton.

Meski rencana pembuatan tank tempur medium baru dilakukan, Iwan mengungkapkan pihaknya akan melakukan pengembangan tanpa transfer of technology (ToT) dengan produsen pembuat tank dari luar negeri.

"Kami tidak kerja sama dengan luar. Ini kami kembangkan sendiri," ucap Iwan.

Iwan optimistis pihaknya dapat menyelesaikan pengembangan tank tempur medium dengan jangka waktu yang cepat. Targetnya, pada 2014 prototype tank ini sudah jadi. (*)

Tak Tiru Buatan Jerman

Meski baru pertama kalinya PT. Pindad mengembangkan tank tempur Medium (Medium Battle Tank) pihaknya tidak akan meniru model tank tempur Medium Marder dari Jerman yang akan dipesan oleh Indonesia.

"Kami tidak akan meniru dari sana(Jerman)," ujar Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad, Hery Mochtady di PT. Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/10/2012).

Hery menerangkan, pengembangan tank tempur Medium ini tentunya dibuat sesuai kebutuhan dan permintaan TNI, sehingga ketika beroperasi nanti dapat digunakan secara maksimal.

"Kami akan desain dengan menyesuaikan requirement dari kavaleri TNI," ucap Hery.

Sejauh ini, lanjut Hery tahapan yang telah dilalui sampai pada pembuatan desain. Dalam pembuatan desain inilah kavaleri TNI dilibatkan meski tidak sampai ke tahap lebih jauh.

"Target kami pada 2014 sudah jadi prototype. Setelah prototype jadi, kami mulai produksi," kata Hery.



View the Original article

RI-Jerman Dalami Kerja Sama Pembuatan Tank Kelas Medium

on Monday, September 10, 2012

10 September 2012

Chasis Marder 1A3 akan dipakai sebagai basis tank medium Pindad (photo : Militaryphotos)

JAKARTA – Pemerintah Indonesiamenjajaki kemungkinan melakukan kerja sama alih teknologi pembuatan tank medium dengan Jerman sebagai bagian dari pengadaan 100 unit tank tempur utama (MBT) Leopard.

Jika proses ini lancar, Indonesia ke depan bakal memproduksi tank medium merujuk pada Marder 1A3 milik Jerman. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, pemerintah sekarang ini dalam proses pembicaraan agar bisa dilakukan kerja sama alih teknologi pembuatan tank medium Marder 1A3 dari Jerman.“Semua pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) ada transfer of technology (alih teknologi/ToT),” tandas Eris di Jakarta kemarin.

Dalam pameran Eurosatory 2012 Jerman telah memperkenalkan varian yang lain dari Marder sebagai Medium MBT (photo :Defense Update)

Meskipun sekarang ini Indonesia tidak sedang melakukan pembelian tank medium tersebut, proses alih teknologi tetap memungkinkan dilakukan.Hanya, hal itu bergantung proses pembicaraan antarkedua negara. “Ini masih proses. Itu nanti merupakan bagian dari pengadaan MBT Leopard,”katanya. Dia mengaku, pemerintah telah mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah Jerman agar hal tersebut disetujui.“ Kita masih akan bicarakan lagi ke mereka.Saya belum bisa menyampaikan keputusannya,” imbuh Eris.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyatakan, pihaknya belum mengetahui rencana pemerintah tersebut. Namun, secara umum dia menyambut baik jika langkah alih teknologi pembuatan tank medium itu betul-betul bisa direalisasikan. Tubagus mengatakan, pihaknya akan menyetujui bilamana kerja sama yang dilakukan bisa memberikan keuntungan bagi badan usaha milik negara (BUMN) industri pertahanan. Apalagi dengan memproduksi tank medium,kebutuhan alutsista TNI ke depan tidak lagi bergantung pada asing.“Bisa juga untuk dijual. Adanilai tambah ekonominya,”ujarnya.

Di samping itu, memproduksi tank medium juga akan menguntungkan dari segi strategi pertahanan sebab tank-tank jenis inilah yang sebenarnya sangat cocok untuk karakter geografis Indonesia.



View the Original article

Roadmap revealed for Medium Combat Aircraft at Aero India 2011

on Tuesday, February 15, 2011




The head of India's Aeronautical Development Agency yesterday revealed key details of the roadmap for development of the proposed indigenous medium combat aircraft (MCA) in an interview with Flight Daily News.
ADA will complete a feasibility study on the MCA by the end of 2011. The study will be submitted to the Indian government and air force, and discuss key aspects of the programme, says PS Subramanyam, programme director at the ADA.
The study will consider several areas: the number of MCA prototypes, prototype timelines, funding, and production schedules for the final aircraft.

"The MCA will be in flight trials by end of the decade, and it will be inducted by the middle of the next decade," says Subramanyam.
Subramanyam also discussed how the MCA will fit into the Indian air force's future force structure. It will be a 20t aircraft with a 1,000km range, fitting between the 10t, 500km range of the Hindustan Aeronautics Tejas, and the 30t, 1,500km range of the fifth generation fighter aircraft (FGFA), an Indian variant of the developmental Sukhoi PAK FA.
Therefore, Subramanyam says, the MCA "does not clash" with the FGFA. He says the MCA will be comparable to the Lockheed Martin F-35, and the FGFA comparable to the F-22 Raptor.
The MCA will be a single seat fighter. A two seat version will be developed, but primarily as a trainer. A naval variant is not envisaged, but Subramanyam foresees a requirement for a 20t aircraft for India's future indigenous aircraft carriers. A naval variant of the Tejas was rolled out in mid-2010. It is likely to have its first flight this year.
In a recent interview with Flight Daily News, IAF Air Chief Marshal Pradeep Vasant Naik said the MCA will be a medium weight combat aircraft with low observable features and a payload capability of more than five tons. It will have swing role capability and "provide greater flexibility in the application of aerospace power".
The ADA has previously said the MCA will have "serpentine-shaped" air intakes, internal weapons bays, and advanced radomes to increase its stealth features. Radar-absorbing composites and paints will supplement the design.
It will be powered by two Kaveri engines optimized for low observable characteristics. The Kaveri, which has suffered considerable delays, is still in development, and will eventually replace General Electric engine in the Tejas.
View the original article here