Showing posts with label Perkuat. Show all posts
Showing posts with label Perkuat. Show all posts

Tiga Unit Pesawat CN-235 Akan Segera Perkuat TNI AL

on Thursday, June 20, 2013

18 Juni 2013


CN-235 Patmar untuk TNI AL (photo : Kaskus Militer)

Dalam waktu dekat ini, TNI AL akan menerima pesawat udara CN-235 buatan PT. Dirgantara Indonesia sebanyak tiga unit. TNI AL juga akan terus meningkatkan kemampuan Penerbangan TNI AL tidak hanya personilnya, tetapi juga peralatannya, serta akan menambah alutsista dari luar negeri seperti helikopter antikapal selam, helikopter latih dan alat-alat pengintaian yang nantinya akan digunakan untuk maritime patrol area.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sataf Angkatan Laut dalam amanatnya yang dibacakan Asisten Operasi Kasal (Asops) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., saat selaku inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun Penerbangan Angkatan Laut yang genap memasuki usia 57 tahun, yang digelar dalam suatu upacara militer bertempat di hanggar Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Senin (17/6). Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Penerbangan Angkatan Laut tahun 2013 ini adalah: “Dengan Semangat Dharma Jalakaca Putra, Penerbangan Angkatan Laut Siap Mengefektifkan Pembinaan Kekuatan dan Kemampuan dalam rangka Mendukung Kesiapsiagaan Operasi”.

Menurut Kasal pembangunan kekuatan alutsista Penerbangan Angkatan Laut akan terus digalakkan. Setelah menerima tiga buah helikopter N-Bell 412 EP yang memperkuat Penerbangan Angakatan Laut, ke depan TNI Angkatan Laut akan terus mengembangkan kekuatannya yang memiliki kemampuan stricking force. Alutsista ke depan diarahkan pada kekuatan yang memiliki kemampuan  setidaknya sebanding dengan kemampuan yang dimiliki negara tetangga, yang difokuskan pada pengadaan enam helikopter antikapal selam (AKS) dan enam antikapal permukaan (AKPA) serta kekuatan pesud patroli maritim (Patmar) sebanyak enam buah yang sedang dibangun oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Selama 57 tahun masa pengabdiannya, Penerbangan Angkatan Laut telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap tugas pokok TNI Angkatan Laut di berbagai penugasan, baik operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) di segenap penjuru tanah air maupun di luar negeri. Penerbangan TNI Angkatan Laut telah banyak berkiprah, memberikan pengabdian dan darma baktinya dalam berbagai tugas operasi, sebagaimana saat ini, cukup memberikan citra positif bagi Penerbal dengan keikutsertaannya dalam mendukung kegiatan satgas maritim TNI, yaitu dengan menyertakan satu unit Heli BO-105 on board di KRI Diponegoro-365, yang saat ini tengah melaksanakan satgas maritim TNI MTF 5 Konga 28 E/Unifil di Lebanon.

Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penganugerahan Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16, dan Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun bagi prajurit Penerbangan Angkatan Laut yang dinilai layak serta berprestasi. “Untuk itu, saya mengucapkan selamat dan penghargaan tinggi bagi para sesepuh penerbang TNI Angkatan Laut, yang berhasil meletakkan pilar-pilar kejayaan penerbangan TNI Angkatan Laut dan mengenang air crew yang gugur di medan tugas,” kata Kasal.


CN-235 akan menggantikan pesawat N-22/N-24 Nomad dalam Skuadron 800 Patroli Maritim (photo : Scramble)

Dalam kesempatan tersebut Kasal juga mengajak seluruh  peserta upacara untuk sejenak menelusuri kembali sejarah tentang perkembangan Penerbangan TNI Angkatan Laut. Dari ide pembentukan organisasi Penerbangan Angkatan Laut  pada masa revolusi sampai dengan direalisasikannya para pemuda indonesia untuk direkrut sebagai penerbang, navigator, teknisi dan pengatur lalu lintas udara,  hingga terbentuknya Biro Penerbangan Angkatan Laut pada 17 juni 1956 yang kini diperingati sebagai lahirnya hari Penerbangan Angkatan Laut.

Kehadiran Penerbangan Angkatan Laut merupakan jawaban rasional terhadap perkembangan strategi dan taktik operasi laut sejalan dengan kemajuan teknologi militer. Unsur utama Penerbangan Angkatan Laut yaitu pesawat udara, mempunyai keunggulan dalam aspek kecepatan, fleksibilitas, dan daya gempur yang sangat mendukung tugas-tugas kekuatan utama Angkatan Laut yaitu kapal perang. Berdasarkan berbagai keunggulan tersebut Penerbangan Angkatan Laut mampu diproyeksikan untuk mengemban berbagai penugasan seperti pengintaian, patroli laut, peperangan antikapal permukaan, peperangan antikapal selam, serta bantuan tembakan udara, penerjunan pasukan pendarat dalam operasi amfibi, dan lain sebagainya.

Di akhir amanatnya, Kasal menekankan agar ke depan, jajaran penerbangan TNI Angkatan Laut perlu terus meningkatkan kemampuan, agar mampu menghadapi dan mengantisipasi derasnya arus dinamika perkembangan lingkungan strategis. ”Tingkatkan kesiapan dan kemampuan pesawat udara serta profesionalisme pengawak Penerbangan TNI Angkatan Laut, agar mampu mengawal garis depan perairan yurisdiksi nasional Indonesia,” tegasnya.

Dalam upacara peringatan juga ditampilkan demo pertahanan pangkalan yang melibatkan dua buah pesawat tempur F 16 milik TNI Angkatan Udara, prajurit Korps Marinir (Batalion Taifib dan Zeni), prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), prajurit TNI Angkatan Darat (Arhanudse-VIII), dan ditutup dengan defile pasukan.

(TNI AL)

View the Original article

Dua Kapal Patroli Cepat Jenis PC-43 Perkuat Jajaran TNI AL

on Saturday, April 27, 2013

27 April 2013


Dalam memenuhi program Minimum Essential Force bagi TNI AL, untuk Satuan Tempur Patroli ditargetkan untuk memiliki 66 Kapal Patroli Cepat, jumlah ini adalah 3 kali lipat dari jumlah eksiting kapal patroli yang dimiliki saat program MEF digulirkan waktu itu (all photos : silep04) 

TNI Angkatan Laut resmi menerima dua Kapal Patroli jenis PC-43, KRI Pari-849 dan KRI  Sembilang-850,  produksi dalam negeri dari PT Palindo  Marine,  yang resmi diluncurkan pada Rabu (24/4), di Batam Kepulauan Riau.

Kedua kapal patroli berjenis PC-43 ini, memiliki panjang 43 meter, lebar 7,4 meter dengan kecepatan maksimal 24 knot, serta memiliki ketahanan dalam kemampuan layar selama empat hari.

KRI Pari 849

Rencananya KRI Pari-849 akan memperkuat jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Armada RI Kawasan Timur, sedangkan untuk KRI Sembilang-850 akan memperkuat jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat, di wilayah Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sumatera Barat.

Dalam peluncuran kedua kapal tersebut, Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Agus Setiadji secara simbolis memotong tali kapal sebagai tanda kedua KRI resmi diluncurkan.


KRI Sembilang 850

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Asisten Perencanaan (Waasrena) Kasal Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Dinas Kelaikan Material Angkatan Laut (Kadislaikmatal) Laksamana Pertama TNI Ir. Harry Pratomo, Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Ir. Bambang Nariyono, serta pejabat terkait lainnya.

(TNI AL)

View the Original article

Astros II Mk 6 MLRS Multi Kaliber Siap Perkuat Armed TNI

on Tuesday, October 9, 2012

08 Oktober 2012

Avibras Astros II Mk 6 (all photos : Defense Studies)

Pada tanggal 5 Oktober lalu bertepatan dengan HUT TNI yang ke-67 dilangsungkan parade militer dan defile dimana publik dapat melihat tampilnya dua kendaraan peluncur roket multi laras baru buatan Brazil.  Kendaraan ini telah didatangkan ke Jakarta melalui bandara Halim Perdana Kusumah yang selanjutnya dipamerkan di lapangan Monas.

Kendaraan buatan Avibras Aerospacial Brazil ini mempunyai nama ASTROS (Area Saturation Rocket System), diproduksi pertama kali pada tahun 1983 dan terus dikembangkan sampai sekarang. Serie yang dipilih Indonesia adalah dari tipe II dan generasi ke-6 (Astros II Mk 6). Sistem senjata ini mempunyai jangkauan jarak tembak hingga 85 kilometer.


Dengan anggaran senilai 405 juta dolar dan pola pembelian secara G to G maka TNI AD bisa mendapatkan 2 1/3 batalyon atau 42 unit peluncur roket multi laras sekaligus multi kaliber Astros II Mk 6. Pilihan terhadap Astros ini akan membawa lompatan yang besar pada kemampuan batalyon roket TNI AD, sebelumnya TNI AD mengoperasikan peluncur roket M-51 kaliber 130mm buatan Cekoslowakia yang mempunyai jarak jangkau tembakan 8km.

Ada 4 tipe roket/munisi yang siap digunakan untuk Astros II, masing-masing S-30, S-40, S-60, dan S-80. Dalam tahap awal munisi yang akan digunakan oleh TNI AD adalah S-80 yang mempunyai kaliber 300 mm dan jangkauan tembak hingga 85 km. Daya hancur yang ditimbulkan dari 1 munisi saja adalah area seluas 400mx550m, bisa dibayangkan daya hancur yang ditimbulkan jika 1 kendaraan Astros dapat membawa 4 munisi tersebut. Tipe S-80 ini terdiri dari 52 submunisi tipe tandan/cluster anti personil dan anti material dengan kecepatan tembak salvo 16 detik. Tiap submunisi memiliki radius efektif 52m dan daya tembus baja hingga 200mm serta dilengkapi alat penghancur sendiri (self destruction device).


Selain munisi tipe tersebut, untuk sarana latihan akan menggunakan munisi SS-09 berkaliber 70mm dan jangkauan tembak maksimal 10km dengan jumlah laras 32 buah. Penggunaan munisi latihan ini akan lebih praktis karena pada prakteknya akan muncul kesulitan untuk mencari lokasi latihan yang steril dari penduduk dengan jarak paling tidak 100 km.

Sistem pengisian ulang (reloading) munisi Astros ini sangatlah mudah, untuk satu set munisi yang dibawa oleh satu kendaraan Astros hanya dibutuhkan waktu 8 hingga 12 menit saja.
Astros MLRS menggunakan platform kendaraan Tatra 6x6 yang telah dimodifikasi dengan penggunaan pelat baja sehingga awak kabinnya terlindung dari  tembakan hingga kaliber 7,62mm. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan pelontar tabir asap dan senapan mesin berat kaliber 12,7mm. Kendaraan munisi dan bengkel lapangan dapat juga difungsikan sebagai peluncur roket (interchangeable) karena di dalam kabinnya telah dilengkapi dengan komputer penembakan. Kendaraan peluncur roket itu sendiri dioperasikan oleh empat orang.


Berat kosong kendaraan ini hanya 24 ton, bahkan dengan ukuran panjang 9,9m, lebar 2,8m, dan tinggi 3,2m memungkinkan Astros untuk dapat dengan mudah diangkut oleh pesawat sekelas C-130 Hercules, hal ini akan memudahkan Astros untuk disebar di daerah konflik yang lokasinya relatif jauh dari markasnya. Kendaraan Astros ini juga dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/jam dengan daya jelajah hingga 600km.

Belum jelas kendaraan apa saja yang akan dibeli menyertai Astros MLRS ini, yang jelas dalam sistem Astros II secara lengkap terdiri dari beberapa kendaraan : Universal Multiple Launcher (AV-LMU), Ammunition Supply Vehicle (AV-RMD), Command and Control Vehicle/Fire Control Unit (AV-VCC), Optional Electronic Fire Control Unit (AV-UCF), dan Mobile Workshops (untuk perbaikan di lapangan).

Astros II beserta kendaraan pendukungnya (photo : Avibras)

Negara lain di kawasan yang mengoperasikan Astros MLRS adalah Malaysia, berbeda dengan Indonesia tipe yang dimiliki Malaysia adalah serie Astros II Mk 5. Malaysia pada tahun 2000 telah membeli Astros pada batch pertama sebanyak 18 unit dan diikuti dengan pesanan lanjutan pada batch kedua sebanyak 18 unit.

Pembelian Astros MLRS ini akan melengkapi modernisasi alutsista TNI AD yang akan tampil semakin gahar dengan alutsista lainnya yang cukup mumpuni yaitu Caesar SPH 155mm, MBT Leopard dan heli serang Apache.

(Defense Studies)


View the Original article

Dua Pesawat CN-295 Resmi Perkuat Alutsista TNI AU

on Saturday, October 6, 2012

04 Oktober 2012


Pesawat C-295M/CN-295 TNI AU (photo : AM Zaragueta)


Jurnas.com | DUA unit pesawat CN-295 hasil kerja sama Airbus Military Spanyol dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) resmi memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) di jajaran TNI Angkatan Udara khususnya Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Hal tersebut ditandai dengan penandatangan berita acara serah terima dua unit pesawat CN-295 dari PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan RI, Kamis (4/10) di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma.

Selanjutnya, Kemhan menyerahkan kepada Mabes TNI, kemudian Mabes TNI kepada TNI AU. Penyerahan dua pesawat ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksmana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, dan beberapa pejabat Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AU, Dubes RI untuk Spanyol dan Dubes Spanyol untuk Indonesia. Hadir pula perwakilan anggota Komisi I DPR, Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Hariyanto.

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan penyerahan dua unit pesawat CN-295 ini merupakan bagian dari sembilan unit pesawat CN-295 yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan pada 14 Februari 2012 melalui penandatanganan kontrak pada saat kegiatan Air Show di Singapura. Untuk tujuh unit pesawat CN-295 sisanya akan selesai dan diserahterimakan secara bertahap paling lambat hingga akhir tahun 2014.

Berdasarkan penandatangan kontrak, kesembilan pesawat CN-295 ini dibuat oleh Airbus Military Spanyol dengan melakukan kerja sama produksi bersama PT Dirgantara Indonesia (Persero). Dengan adanya kontrak pembelian 9 pesawat oleh Kemhan/TNI AU ini telah memberikan multiplier effect yang sangat besar bagi perkembangan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Menurut Menhan, prosentase porsi pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) dalam pembuatan pesawat CN-295 yang dipesan oleh Indonesia ini meningkat secara signifikan mulai dari pesawat pertama sampai kesembilan. Proses kerjasama produksi untuk kesimpulan unit pesawat yaitu tujuh unit pesawat dibuat di Airbus Military Spanyol dan dua unit lainnya dibuat di PT Dirgantara Indonesia dan komponen yang dibuat di Spanyol maupun Vender Items akan dikirim ke PT Dirgantara Indonesia untuk diintegrasikan.

Pesawat CN-295 merupakan pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter) generasi terbaru yang sudah menggunakan full glass cockpit, digital avionic dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision googles (NVG), sehingga CN-295 merupakan pesawat angkut sedang versi militer yang dapat diandalkan di kelasnya.

Pesawat CN-295 ini memiliki kemampuan angkut total 9 ton kargo atau kurang lebih 71 personel. Pesawat ini juga mampu terbang sampai ketinggian 25.000 kaki dengan kecepatan jelajah maksimum 260 knots (480 km/jam) serta dapat diterbangkan dan dikendalikan dengan aman dan sangat baik pada kecepatan rendah sampai dengan 110 knots (203 km/jam).

Dengan menggunakan dua Mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G) pesawat ini mampu melaksanakan lepas landas dan melaksanakan pendaratan pada landasan yang pendek (STOL/short take off and landing) yaitu 670 meter (2.200 kaki) dengan berat tertentu.
Kemampuan pesawat CN-295 dinilai sangat cocok dan ideal dikaitkan dengan tugas dan misi yang diemban TNI AU, di antaranya melaksanakan angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik. Selain itu, evakuasi medis udara, patroli udara terbatas, serta penugasan militer maupun misi kemanusiaan lainnya.

Dengan hadirnya pesawat CN-295 diharapkan TNI AU dapat menyongsong panggilan tugas negara yang diembannya dengan baik dan optimal melalui skuadron angkut tertua di jajarannya. Sementara itu, dari sisi industri pertahanan dalam negeri, hal ini merupakan batu loncatan untuk peningkatan industri pertahanan Indonesia melalui kerja sama strategis antara PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan Airbus Military Spanyol.



View the Original article

Combat Boat Type X-38 Catamaran Perkuat Lanal Sibolga

on Wednesday, August 15, 2012

14 Agustus 2012

Combat Boat Type X-38 Trimaran (photo : Koarmatim)

Jakarta - Pangkalan Angkatan Laut  (Lanal) Sibolga yang dikomandani Letnan Kolonel (Letkol)Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E., menerima Patroli Keamanan Laut (Patkamla) jenis Combat Boat type X-8 Catamaran dari Dinas Material dan Perbekalan Komando Armada RI Kawasan Barat (Dismatbekarmabar). Patkamla tersebut diangkut dari Jakarta menggunakan KRI Sibolga-536.

Combat Boat Type X-8 Catamaran merupakan Alutsista terbaru buatan Banyuwangi, memiliki spesifikasi bottom  2 (dua) buah lunas dengan  2 (dua) mesin Marine Diesel VGT 400 PK bertenaga 220 HP  buatan Swedia yang memiliki  kecepatan jelajah maksimal 40 knot serta dilengkapi dengan alat navigasi dan komunikasi moderen, dilengkapi pula dengan senapan mesin jenis M 240 Kaliber 7,62 atau M 60 Kaliber 7,62 juga dapat diganti peluncur Granat Kaliber 40 mm.Kapal cepat selain diawaki 4 (empat) personel, juga mampu mengankut hingga 20 (dua puluh) orang dengan persenjataan lengkap.

Combat Boat Type X-38 Trimaran tampak dari belakang (photo : Koarmatim)

Danlanal Sibolga pada kesempatan tersebut mengatakan, kehadiran Combat Boat Type X-8 Catamaran yang di Lanal Sibolga  harapkan mampu menambah kekuatan unsur dalam  meningkatkan keamanan, pengawasan serta penegakan hukum  dilaut secara maksimal di Wilayah kerja Lanal Sibolga.

Patkamla jenis Combat Boat diterima Danlanal Sibolga (Letkol)Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E.,diterima di Dermaga Pelabuhan Sambas Sibolgabersama dengan Muspida setempat diantaranya Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Komandan Distrik Militer (Dandim) dan Kepala Polisi Resort (Kapolres) serta Kepala Pengadilan Sibolga.



View the Original article

SBY Janji Perkuat Pertahanan Pulau Nipah

on Tuesday, June 5, 2012

03 Juni 2012

Pulau Nipah yang berdekatan dengan Singapura (image : Bakosurtanal)

BATAM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan memadukan pengembangan Pulau Nipah sebagai gugus depan pertahanan dan daerah kegiatan ekonomi.

Kepala Negara juga sudah menyetujui pembentukan batalion tempur baru yang bermarkas di daerah itu untuk melaksanakan tugas pertahanan dan pengawasan di wilayah pulau terluar.

Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono saat berkunjung ke pulau batas terluar NKRI seluas 62 hektare tersebut hari ini.

Presiden dan rombongan berangkat langsung dari Singapura dengan menggunakan KRI Diponegoro-365 menuju Pulau Nipah, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (2/6) pukul 16.00 WIB.

Setibanya di Pulau Nipah, SBY dan Ibu Ani disambut Korps Marinir TNI AL dan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Nipah, setelah itu melaksanakan peninjauan pulau dan barak Satgas Pulau Terluar Nipah.

Turut mendampingi Kepala Negara, a.l Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif C. Sutardjo, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung.

"Saya setuju dibentuk batalyon baru di sini," kata SBY. Sabtu, 2 Juni 2012.

Saat ini, lanjut Presiden, sudah ada satuan Marinir dan satuan Angkatan Darat dengan komposisi kurang lebih dua pertiga Marinir dan sepertiga Angkatan Darat, yang tentu melaksanakan tugas-tugas pos depan tempur.

SBY menambahkan keberadan batalion baru itu akan bisa turut menjaga keamanan di Selat Malaka dan Selat Singapura di bagian wilayah NKRI.

Hal itu, tuturnya, sekaligus ikut dalam menghadapi kejahatan transnasional bersama-sama dengan Kepolisian dan penegak hukum yang lain.

Terkait pengembangan potensi ekonomi Pulau Nipah, Menteri Kelautan dan Perikanan sudah merencanakan pengembangan ekonomi berbasis perikanan dan kelautan.

Dengan begitu, menurut Presiden, di samping berfungsi sebagai pos depan pertahanan, juga ada kegiatan ekonomi yang menumbuhkan pembangunan di pulau tersebut.

"Mengingat kawasan kita ini Batam, Bintan, Karimun, Singapura, dan Johor adalah kawasan ekonomi dan usaha, kita ingin memanfaatkan letak yang strategis ini untuk kepentingan ekonomi kita," tutur SBY. (ra).



View the Original article

Tiga Unit Helikopter Bell-412 Perkuat TNI

on Saturday, March 3, 2012

02 Maret 2012


Bell 412 TNI Angkatan Laut (photo : Kaskus Militer)

Bandung (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia menyerahkan tiga unit helikopter Bell-412 kepada Kementerian Pertahanan untuk operasional TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut.

Penyerahan dilakukan Direktur PT DI Budi Santoso kepada Wakil Asisten Logistik Kasad Brigjen TNI Nengah Widana, Asisten Logistik Kasal Laksda TNI Sru Handayanto di hanggar helikopter PT Dirgantara Indonesia di Bandung, Jumat.

Penyerahan tiga capung besi itu disaksikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen TNI Hari Krisnomo, Kasal Laksamana TNI Soeparno dan Wakil Kasad Letjen TNI Budiman.

Tiga helikopter yang diserahkan itu terdiri atas dua unit Bell-412 EP untuk TNI Angkatan Darat dan satu unit Bell-412 EP untuk TNI Angkatan Laut.

Pengadaan tiga helikopter produksi bersama Bell Helicopter--divisi Textron Inc. dan PT Dirgantara Indonesia itu menggunakan APBN Tahun Anggaran 2011.

Kementerian Pertahanan menyatakan penyerahan dua helikopter itu merupakan bagian dari rencana strategis peningkatan skuadron udara serbu Puspenerbad dengan 32 helikopter yang terdiri atas 24 unit helikopter serbu dan delapan helikopter serang.

Helikopter angkur/serbu merupakan helikopter medium dengan kapasitas 15 personel. Helikopter ini sudah dioperasikan Skuadron-11/serbu dan Skuadron-21/Sena Puspenerbad.

Begitu pun satu unit Bell-412 2 EP. Helikopter itu merupakan helikopter generasi terakhir yang masuk jajaran Skuadron 400 Puspenerbal.

Skuadron-400 Puspenerbal telah mengoperasikan Bell-412 SP dan Bell-412 HP.

Helikopter Bell-412 EP merupakan seri terbaru di kelasnya dan merupakan helikopter angkut militer yang andal dengan kemampuan angkut 10-15 personel serta mampu mengangkut beban sekitar tiga ton.

Meski berfungsi sebagai helikopter angkut militer, helikopter tersebut dapat dipersenjatai dengan senapan mesin untuk mendukung kegiatan operasi militer.

Direktur PT DI Budi Santoso mengatakan dalam waktu dekat akan diserahkan kembali dua unit TNI AD dan dua unit TNI AL.

"Ini komitmen PT DI dan TNI untuk memprioritaskan pengadaan alutsista dari dalam negeri, dan dapat bersaing secara kompetitif,". (rr)




View the Original article

Kosekhanudnas Medan Tinjau Rudal Perkuat Pertahanan Udara

on Saturday, January 7, 2012

06 Januari 2012


HQ-16 atau LY-80/KY-80 adalah rudal permukaan ke udara jarak sedang buatan China dengan sistem peluncuran vertikal, yang dapat menjangkau target hingga 40 km (photo : Chinese Military Review)

Medan, Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) III Medan meninjau peluru kendali (rudal) di luar negeri untuk memperkuat pertahanan udara di daerah itu.

"Jenis rudalnya (yang ditinjau) KY-80," kata Panglima Kosekhanudnas III Medan Marsma TNI Bonar Hutagaol di Medan, Rabu malam.

Ia mengatakan, sebagai unit yang bertugas di wilayah barat, pihaknya membutuhkan rudal yang mampu menghancurkan pesawat dan rudal yang ditembak musuh.

Saat ini, jumlah rudal yang dimiliki Kosekhanudnas III Medan masih cukup banyak seperti yang digunakan sejumlah Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse).

Meski demikian, pihaknya masih tetap memerlukan penambahan persediaan rudal untuk menjaga berbagai kemungkinan.

Karena itu, pihaknya meninjau rudal tersebut di Gurun Gobi, China yang dinilai sangat bagus dan cocok untuk memperkuat pertahanan udara di Indonesia.

Hasil peninjauan jenis rudal tersebut akan disampaikan ke pimpinan TNI untuk menetapkan keputusan yang dianggap perlu.

Kemudian, hasil peninjauan tersebut akan dikaji secara mendalam, baik dari segi kemampuan rudal maupun anggaran yang tersedia.

"Nanti baru ditentukan pilihan mana yang terbaik," katanya.

Ada pun untuk pesawat tempur, persediaannya sudah mulai ditambah sesuai rencana KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat yang menargetkan "essential force" pada tahun 2025.

"Nanti akan digelar kalau banyak pelanggaran," katanya.

Sedangkan untuk radar hanya dibeli untuk landasan udara yang masih kosong seperti di Tanjung Pinang.

"Seluruh wilayah Sektor III sudah tertutupi (radar). Di Medan, radarnya bagus," kata perwira tinggi TNI AU berbintang satu itu.

(Antara)



View the Original article

KRI Clurit-641 Pertama Kali Perkuat Latihan Armada Jaya ke 30

on Friday, November 18, 2011

Jakarta, Kapal Republik Indonesia (KRI) Clurit-641 salah satu unsur Jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang dilibatkan dalam Manuver Lapangan (Manlap) Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya ke-30 di Perairan Sangatta Kalimantan Timur, saat ini berlayar lintas laut di sekitar perairan Pulau Bawean.

Kapal yang memiliki persenjataan Sensor Weapon Control (Sewaco), meriam caliber 30 mm 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS), dan meriam anjungan 2 unit caliber 20 mm sehari-hari di bawah pembinaan Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat dengan Markas di Mentigi Tanjung Uban Riau.

KRI Clurit-641, dengan Komandan Mayor Laut (P) Gulkariansyah salah satu unsur kapal pemukul reaksi cepat di jajaran Koarmabar memiliki kemampuan pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat .

Kapal perang produksi dalam negeri tersebut memiliki spesifikasi berukuran panjang 43 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton ini memiliki sistem pendorong yang handal mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 27 knot, serta memiliki daya tembak/hancur yang besar karena dilengkapi persenjataan Rudal C-705.

Kapal KCR-40 ini mampu menampung bahan bakar 50 ton, air tawar 15 ton, 35 orang anak buah kapal (ABK) dan masih mampu memuat 13 personel Pasukan Khusus. Selain itu memiliki peralatan navigasi akurat dan dilengkapi peralatan komunikasi yang mampu digunakan untuk melaksanakan komunikasi antar kapal permukaan dan pesawat udara dalam satu kesisteman.

KCR-40 yang terbuat dari baja khusus High Tensile Steel dilibatkan bersama dengan tiga KRI jajaran Koarmabar lainnya diantaranya KRI Sutan Taha Syaifudin-376, KRI Cut Nyak Dien-375 dan KRI Teluk Celukan Bawang untuk memperkuat Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya.

Sejak diresmikan masuk memperkuat jajaran TNI AL, keterlibatan KRI Clurit-641 yang baru pertama dalam manuvra Latihan Puncak Armada Jaya ke-30 mampu mengikuti kegiatan manuvra lapangan sejak dari pangkalan Jakarta menuju Pangkalan Utama TNI AL di Surabaya dan selanjutnya lintas laut di Alur Perairan Barat Surabaya (APBS), Laut Jawa, Selat Makassar, perairan Pulau Laut Kaltim, perairan Sangatta Kaltim, dan Laut Sulawesi, hingga puncaknya dilaksanakan operasi amfibi berupa pendaratan pasukan pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur.



View the Original article