Showing posts with label Sukhoi. Show all posts
Showing posts with label Sukhoi. Show all posts

Test Flight Dua Pesawat Tempur Sukhoi Berjalan Sukses

on Tuesday, May 28, 2013

27 Mei 2013


Dua Su-30MK2 dengan nomor TS-3008 dan TS-3009 telah menjalani test flight dengan sukses (photo : Okezone)

Test Flight dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang dilaksanakan selama satu hari , Senin (27/5) dengan Pilot Alexander dan Sergey, yang sebelumnya menjalani perakitan di Skadron Teknik 044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 berjalan lancar dan sukses.

Pelaksanaan test flight dua Pesawat Tempur Sukhoi pesawat tempur SU-30 MK2 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia yang tiba di Lanud Sultan Hasanuddin beberapa hari yang lalu, diawali dengan pelaksanaan briefing penerbangan yang dihadiri Kadisops Kolonel Pnb Widyargo Ikoputra.S.E mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim, Pilot Test Flight dari Rusia, Pejabat Skadron Udara 11 serta Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin.

Test Flight pesawat tempur canggih yang kurang lebih dua jam dimulai pada pukul 09.00 Wita dilaksanakan di atas udara Lanud Sultan Hasanuddin dan sekitarnya dengan melaksanakan berbagai manuver diudara tersebut disaksikan langsung oleh Para Kepala Dinas serta Pejabat Staf Lanud Sultan Hasanuddin berjalan lancar dan sukses.

(TNI AU)

View the Original article

Dua Pesawat Tempur Sukhoi Menambah Kekuatan Lanud Sultan Hasanuddin

on Friday, May 17, 2013

17 Mei 2013

Pesawat Su-30MK2 datang dengan diangkut pesawat An-124 (all photos : ARC)

Dua Pesawat Tempur SU-30 MK 2 sesuai rencana tiba hari kamis, (16/5) Pukul 17.57 Wita landing di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, sehingga 4 dari 6 Pesawat tempur Sukhoi pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia telah tiba, diangkut dengan menggunakan pesawat angkut Antonov An-124-100 Flight Number VDA 6212 dengan Pilot Maksimov V. beserta 17 Crew.

Pesawat angkut An-124-100 yang berangkat dari Bandara Dzemgi Rusia Rabu (15/5) Pukul 06.30 UTC take off dari bandara Ninoy Aq Manila menuju Makassar, dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia- Bandara Ninoy Aq Manila- Lanud Sultan Hasanuddin. Makassar.


Kedatangan dua Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 tersebut menjadikan 4 dari 6 pesawat tempur sukhoi pesanan pemerintah Indonesia tahun 2013 telah tiba, yang akan menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, yang saat ini sudah ada 12 Unit pesawat Tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang datang secara bertahap yaitu semenjak Tahun 2003 di Lanud Iswahyudi Madiun selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin tahun 2009 dan 2010.

(TNI AU)

View the Original article

Pesawat Antonov Rusia Bawa 8 Engine Pesawat Tempur Sukhoi

on Wednesday, May 1, 2013

01 Mei 2013


Delapan mesin pesawat Su-27/30 secara bertahap diturunkan dari pesawat An-124-100 (photo : TNI)

LANUD SULTAN HASANUDDIN - Setelah beberapa waktu yang  lalu 2 (dua) Pesawat Tempur SU-30 MK 2 dari 6 (enam) Pesawat pesanan pemerintah  Indonesia buatan Rusia memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Tim penerimaan kedatangan Pesawat tempur Sukhoi Lanud Sultan Hasanuddin, Sabtu siang (27/4) kembali disibukan untuk menerima kedatangan 8 (delapan) engine Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang diangkut dengan menggunakan Pesawat Antonov An-124-100  VDA-6192 dengan Pilot  Chevron, Co Pilot Morenko.

Kedatangan Pesawat An-124-100 yang parkir di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin tersebut disaksikan oleh Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Danet Hendriyanrto, para Kepala Dinas, Komandan Satuan, Tim dari Kemhan, Mabes TNI dan Mabesau serta Pejabat dari PT. Trimarga Rekatama.

Pesawat An-124-100 mempunyai panjang badan 68.96 M dan lebar sayap 73.3 M serta tinggi 20.78 M, yang membawa empat engine pesawat tempur SU-27/30 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, Take off dari Bandara Dzemgi Rusia  dengan rute penerbangan Bandara  Dzemgi Rusia- Manila - Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, yang merupakan satu rangkaian tahapan dari kedatangan 6 (enam) unit pesawat Tempur SU-30 MK2 pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia.

(TNI)

View the Original article

Indonesia Segera Buat 'Fuse' Bom Sukhoi Sendiri

on Tuesday, March 26, 2013

25 Maret 2013

Indonesia ditarget segera bisa membuat fuse atau pemantik bom P-100 live utk Sukhoi. (photo : Kompas)

MALANG, KOMPAS.com — Indonesia ditargetkan segera bisa membuat fuse (pemantik) bom P-100 Live untuk pesawat Sukhoi. Fuse adalah pemantik untuk mengarahkan bom pada sasaran.

"Saat ini PT Dahana (BUMN) dan PT Sari Bahari (swasta) sedang bekerja sama dengan Bulgaria untuk transfer ilmu membuat pemantik bom P-100 untuk pesawat Shukoi. Kita belum bisa membuat fuse-nya, hanya bisa membuat bomnya. Nanti kalau teknologi fuse bisa kita kuasai, kita bisa buat bom Sukhoi sendiri," ujar Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan  Pos M Hutabarat, Senin (25/3/2013) di Malang.

Diharapkan, setelah tahun 2014 Indonesia bisa membuat fuse Sukhoi sendiri. Ini karena setelah 2014 Indonesia akan memiliki satu skuadron pesawat Sukhoi. Saat ini Indonesia baru memiliki 10 pesawat Sukhoi.

(Kompas)

View the Original article

Indonesia to Buy a Squadron More Sukhoi

on Thursday, March 21, 2013

20 Maret 2013


 The plan was to buy as many as 16 more Russian Sukhoi fighter jets (photo : Vivanews)

Indonesia to buy more Russian jet fighters, patrol ships


(Reuters) - Indonesia plans to buy more than a dozen Russian Sukhoi fighter jets and domestically made, missile-equipped patrol ships as part of a $15 billion five-year campaign to modernise its military, defence officials said on Wednesday.

Southeast Asia's largest economy has sharply increased its defence budget since 2010 as the military looks to bolster its capacity to protect shipping lanes, ports and maritime boundaries.

Indonesia is also wary of being left behind as China, Singapore, Vietnam, Thailand and other Asian nations ramp up defence spending.

Defence Minister Purnomo Yusgiantoro said Indonesia wanted to buy a full squadron of the Sukhoi fighter jets and the patrol boats.

He also warned delegates at a military conference that rapidly increasing military spending and stronger defence capabilities in the region could sow distrust and fuel rivalry.

"If this is not accompanied by enhanced transparency that improves trust and confidence, it could run the risk of an arms race that adversely impacts on peace and stability," he said.

Another Indonesian military official said the plan was to buy as many as 16 more Russian Sukhoi fighter jets, 17 patrol vessels, three light frigates and an undisclosed number of tanks and missiles.

Indonesia also planned to upgrade a squadron of U.S.-made F-16s. Indonesia already has more than 10 Sukhoi jets.

Last October, the Defence Ministry said it was set to buy 130 Leopard 2 tanks from Rheinmetall AG of Germany worth a total of $280 million.

Indonesia, a vast nation of islands with key sea lanes and 54,700 km (34,000 miles) of coast, has also ordered three submarines from South Korea to expand its fleet to five.

Defence spending in 2012 stood at 72.5 trillion rupiah ($7.54 billion), up 30 percent from 2011. It is expected to rise to 77.7 trillion rupiah in 2013.

(Reuters)

View the Original article

Empat Mesin Sukhoi Su-30MK2 Tiba

on Friday, March 1, 2013

28 Februari 2013


Mesin pesawat Sukhoi Su-30MK2 yang diangkut pesawat An-124 (photo : TNI AU)

Setelah beberapa hari lalu dua Pesawat Tempur SU-30 MK 2 dari 6 Pesawat pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Tim penerimaan kedatangan Pesawat tempur Sukhoi Lanud Sultan Hasanuddin Rabu malam (27/2) kembali disibukan untuk menerima kedatangan empat engine Pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang diangkut dengan menggunakan Pesawat Antonov An-124-100 Flight Number RA/82043 dengan Pilot Ustelenov.

Kedatangan Pesawat An-124-100 yang parkir di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin tersebut disaksikan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Barhim, Para Kepala Dinas, Komandan Satuan, Tim dari Kemhan, Mabes TNI dan Mabesau serta Pejabat dari PT Trimarga Rekatama.

Pesawat An-124-100 mempunyai panjang badan 68.96 m dan lebar sayap 73.3 m serta tinggi 20.78 m, yang membawa empat engine pesawat tempur SU-27/30 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, Take off dari Bandara Dzemgi Rusia Selasa (26/2) dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia- Bandara Calcutta (India) - Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, yang merupakan satu rangkaian tahapan dari kedatangan enam unit pesawat Temnpur SU-30 MK2 pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia.

(TNI AU)

View the Original article

Dua Sukhoi Tiba di Maros Diangkut Pesawat Antonov

on Monday, February 25, 2013

23 Februari 2013

Pesawat tempur Sukhoi jenis Su-30MK2 dengan nomor bodi TS-3006 (photo : MetroNews) 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Dua pesawat tempur Sukhoi tipe SU-30 MK 2 tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin TNI Angkatan Udara, Jumat (22/2/13) malam. 

Dua dari enam pesawat pesanan pemerintah Republik Indonesia buatan Rusia ini, mendarat mulus yang diangkut dengan pesawat Antonov AN-124-100  Flight Number VDA 613 yang dibawa pilot Gorbunov Vladimir beserta 17 kru pesawat.

Pesawat angkut AN-124-100 tersebut berangkat dari Bandara Dzemgi, Rusia, Rabu (20/2/13) pukul 00.30 UTC. Dengan rute penerbangan bandara Dzemgi Rusia lalu ke Bandara Ninoy Aq Manila hingga tiba ke Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Mandai, Kabupaten Maros. 


Pesawat tempur Sukhoi jenis Su-30MK2 dengan nomor bodi TS-3007 (photo : TheJakartaPost)

Kepala Penerangan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin, Mayor Mulyadi, mengatakan, kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 ini menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft  Production Association) Rusia. 

Sebelumnya, sudah ada 10 unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang datang secara bertahap pada tahun 2003 lalu di Lanud Iswahyudi, Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin pada 2009 dan 2010. 

Jika enam pesawat pesanan tahun 2013 ini datang semuanya, maka TNI AU memiliki total 16 Sukhoi.

(Tribun Timur)

View the Original article

India to Train, Support Indonesian Sukhoi Fleet

on Saturday, December 15, 2012

17 Oktober 2012

TNI AU’s Su-27 aircraft (photo : Kaskus Militer)

In a move that will significantly shore up bilateral military ties, India has agreed to train and support the Indonesian Air Force in operating its fleet of Russian Sukhoi fighter jets. It will shortly send a high-level team to work out the details of a support package.

While India had a similar agreement with Malaysia that also operates the fighter jets, the decision to cooperate in training, technical help and spares support with Indonesia has been taken during the ongoing visit of Defence Minister A K Antony to Jakarta.

The Indonesian Air Force currently operates both the Su 27 and Su 30 fighters and will eventually have 16 of them in service, if more orders are not placed.

In the past, Jakarta has had a pact with China to train its pilots and provide technical support for the fighter fleet.

Given that India also operates the fighters and will have one of the largest fleets in service once all the 272 jets enter service, Jakarta has been interested in seeking New Delhi’s assistance for technical support and training.

In his interaction with top Indonesian officials in which the issue came up, Antony has said that a “high-level Indian Air Force team would be sent to finalise details of training and spares support package”. The team, Antony conveyed, will be sent across “once the Indonesian Air Force firms up its requirements”.

While the details will be worked out, the package is likely to involve a maintenance contract for the aircraft to Hindustan Aeronautics Limited (HAL), which is producing and maintaining the Indian fleet of the fighters. In 2007, India had embarked on a similar deal with Malaysia to train its pilots and weapon operators on their Su 30 MKMs.

Besides the Air Force cooperation, India and Indonesia deliberated on several issues of mutual interest and decided to “significantly enhance their defence cooperation”, a defence ministry spokesperson said. “The two sides exchanged views on issues relating to regional and global security, bilateral exercises involving Services, training, co-production of defence equipment and ammunitions and visits at high levels,” Defence Ministry spokesperson Sitanshu Kar said.

During his visit, Antony spoke at length on ‘power rivalries’ in the Indian Ocean Region and said that although conducted in local theatres, their impact is felt in the wider regional arena too.

“Our view is that all countries should exercise restraint and resolve the issue through dialogues according to principles of international law,” he commented on the South China Sea dispute.

Antony is leading a high-level delegation to Jakarta that includes Defence Secretary Shashikant Sharma, CISC Vice Admiral SPS Cheema, C-in-C Andaman & Nicobar Command Lt Gen NC Marwah and DG Ordnance Factory Board SK Beri.



View the Original article

Rusia Ingin Indonesia Produksi Suku Cadang Sukhoi

on Sunday, July 8, 2012

07 Juli 2012

Sukhoi Superjet 100 (image : RIA Novosti)

Moskwa (ANTARA News) - Presiden Direktur Perusahaan Penerbangan Rusia Mikhail Pogosyan menyatakan ingin berkolaborasi dengan industri penerbangan di Indonesiauntuk memproduksi suku cadang baik pesawat Sukhoi tempur maupun komersial.

"Kerjasama kedirgantaraan yang mencakup transfer of technology merupakan sesuatu yang sangat dimungkinkan," kata Pogosyan seperti diceritakan Dubes RI di Rusia Djauhari Oratmangun di Moskwa, Sabtu.

Pogosyan adalah Presiden Direktur JSC United Aircraft Corporation, sebuah holding company yang antara lain membawahi perusahaan industri sukhoi tempur dan sukhoi komersial. Pertemuan pertama dengan Djauhari ini dilakukan dalam format makan bersama dengan menu khas Rusia.

Perakitan Sukhoi 30 di Knaapo (photo : Konstantin M)

Pada dasarnya, pertemuan ini adalah acara saling kenal satu dengan lainnya sambil menggali hal-hal yg dapat dikerjasamakan di masa depan.

Kedua belah pihak hanya sedikit saja menyinggung soal "tragedi sukhoi" dalam perspektif tertentu, yakni bahwa dibalik kejadian tersebut harus mampu dimunculkan hal-hal yang positif di masa datang.

"Adamasanya kita melihat ke depan," kata Dubes Djauhari.

Presdir Sukhoi juga mengatakan pihaknya sangat terbuka untuk mendidik anak-anak terbaik Indonesiauntuk studi bidang penerbangan di Rusia.

Hal ini penting karena Rusia memiliki dua universitas terbaik di bidang penerbangan, yakni di kotaMoskwa dan Kazan. Sukhoi bisa memberikan beasiswa.

Pogosyan juga menyatakan ingin memberikan kuliah kedirgantaraan di universitas di Indonesiadalam sebuah kunjungannya di Indonesiakelak.



View the Original article

Jet Tempur Sukhoi Bisa Didatangkan Desember Ini

on Thursday, May 17, 2012

12 Mei 2012

Rusia dua minggu yang lalu secara resmi telah menolak permohonan Indonesia agar skema pembayaran pembelian 6 Sukhoi ini menggunakan fasilitas state credit, dengan penolakan ini maka Indonesia harus mencari kredit komersial untuk pembiayaannya. 

(photo : TNI AU)
Pengiriman dua dari enam unit Su-30 Mk2 itu bisa dilakukanbila kontrak pembelian tersebut bisa segera disetujui Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) Indonesia.
Perwakilan JSC Rosoboronexport atau pengekspor alat militerdari Rusia yang ada di Indonesiamengutarakan mereka siap melakukan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-30 Mk2 ke Indonesia,Desember nanti.
Pengiriman dua dari enam unit Su-30 Mk2 itu bisa dilakukanbila kontrak pembelian tersebut bisa segera disetujui Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) Indonesia.
“Bila kontrak itu disetujui dan bisa langsung berlaku bulanMei ini, maka kami bisa mengirim dua pesawat pertama pada bulan Desember sesuaijadwal yang ada di kontrak,” kata Kepala Perwakilan Rosoboronexport diIndonesia, Vadim Varaksin.
Hal tersebut diutarakan Varaksin usai penandatangan kontrakpembelian 37 tank amfibi buatan Rusia, BMP-3F Seri 2, di KementerianPertahanan, hari ini.
Varaksin mengatakan, pihak Rusia telah melakukan semuaprosedur internal yang tertuang dalam kontrak pengadaan pesawat jet tempurSukhoi Su-30 Mk2 pesanan Indonesia.Kontrak tersebut ditandatangani oleh perwakilan kedua negara pada Desember2011.
Kontrak senilai 470 juta dollar Amerika tersebut tinggalmenunggu persetujuan DPR sehingga bisa segera mulai berlaku bulan ini.
Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI EdiwanPrabowo, yang mewakili pemerintah Indonesia dalam penandatanganankontrak pembelian tank amfibi, mengatakan bahwa pembelian pesawat tempur jetSukhoi tetap menggunakan fasilitas kredit komersial.
Ediwan menambahkan bahwa penggunaan fasilitas kreditkomersial untuk pembelian Sukhoi tetap digunakan karena perjanjian antarapemerintah kedua negara tidak menyatakan bahwa pembelian jet tempur Sukhoididukung oleh kredit negara atau state credit pemerintah  Rusia.
“Kita sudah coba ajukan permohonan, bisa atau tidak pakaistate credit, dan sudah dijawab kira-kira dua minggu lalu, memang tidak bisa,”ujar Ediwan.
Mengenai proses pembayarannya, Ediwan mengatakan bahwa masihharus melalui beberapa mekanisme yang cukup panjang.
“Masih ada beberapa mekanisme di Kementerian Keuangan, kitainginnya cepat, tapi juga perlu persetujuan DPR. Kalau saya ingin secepatnya agarbarang-barang bisa produksi dan dikirim ke Indonesia pada waktunya,” paparEdiwan.


View the Original article

TNI AU Ngebet Beli Simulator Sukhoi

on Sunday, April 8, 2012

07 April 2012


Negara yang dijajaki untuk pembelian simulator Sukhoi adalah : Rusia, China, dan Kanada (photo : Kaskus Militer)

Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan selain membeli Sukkoi sebanyak 6 unit dari Rusia, rencananya Indonesia juga membeli simulator jet tempur jenis medium tersebut di tahun ini. Pembelian simulator untuk menghemat pengeluaran operasional Sukhoi dan jaminan keselamatan pilot selama operasional.

"Setidaknya, dana yang harus dikeluarkan untuk 1 jam latihan Sukhoi mencapai Rp 500 juta," kata Sufaat kepada wartawan di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, Sabtu (7/4).

Dengan pembelian simulator akan menekan angka pengeluaran operasional Sukhoi. Harga simulator berkisar 35 juta dolar AS.

"Harga simulator adalah setengah harga dari Sukhoi. Harga Sukhoi berkisar 50 hingga 60 juta dolar AS per unit," lanjutnya.

Hingga sekarang TNI AU masih belum menentukan pilihan akan membeli di negara mana. "Kami menjajaki, beli simulator dari Rusia, China, atau dari Kanada. Ada beberapa sumber dan kami akan cari yang terbaik, pertimbangannya adalah bahasa juga," terangnya.

Selain itu, pengadaan simulator Sukhoi juga solusi terbaik dalam mencetak pilot handal daripada mengirimkan pilot Indonesia belajar di luar negeri. "Kelemahannya mereka tahu kemampuan penerbang Indonesia," ucapnya serius.

Saat ini, TNI AU sudah memiliki beberapa simulator pesawat. Dua diantaranya adalah F16 dan Hercules.[has]




View the Original article

Tiga Pesawat Sukhoi Uji Coba Bom Buatan TNI AU dan Pindad

on Friday, February 24, 2012

22 Februari 2012

Pengecekan Bom BTN-250, yang terpasang di Wing pesawat Sukhoi, sebelum pelaksanaan pengeboman (photo : TNI AU)


JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga Pesawat tempur Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan, melaksanakan uji dinamis Bom Tajam buatan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) bekerja sama dengan PT Pindad. Uji coba dilakukan di Lanud Iswahjudi dengan sasaran Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012).


Dalam siaran persnya, TNI AU menyatakan, ketiga pesawat Sukhoi tersebut menguji Bom Tajam Nasional (BTN)-250 dan Bom Latih Asap Practice (BLA P)-50, dengan tujuan untuk mengetahui daya ledak serta ketepatan sasaran. Kepala Penerangan dan Perpustakan (Kapentak) Kapentak Lanud Iswahjudi, Mayor Sutrisno, menuturkan jika uji coba Bom Tajam Nasional (BTN)-250 tersebut sukses sesuai dengan yang diharapkan, serta mendapat sertifikat kelaikan dari Dislitbangau, kemandirian di bidang alat utama sistem senjata atau alutsista akan terwujud.


"Sehingga pesawat TNI-AU, khususnya Sukhoi memiliki bom sendiri tanpa tergantung dari luar negeri," katanya.


Uji coba disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsekal Pertama TNI Basuki Purwanto, mulai dari pemasangan bom di body maupunwing pesawat Sukhoi hingga pelaksanaan pengeboman di AWR Pandanwangi, Lumajang.

(Kompas)


View the Original article

Dua Sukhoi dari Rusia Tiba Tahun Ini

on Wednesday, January 18, 2012

16 Januari 2012


Pesawat Su-30MK2 TNI AU (photo : Kaksus Militer)

TEMPO.CO, Jakarta - Dua pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 MK2 akan tiba dari Rusia tahun ini. Keduanya merupakan bagian dari pembelian enam Sukhoi yang sudah diresmikan melalui penyerahan kontrak antara Kementerian Pertahanan RI dan produsen pesawat Rusia, JSC Rosoboronexport.

Serah-terima dilakukan bertahap mulai tahun ini sampai 2014. "Tahun 2012 rencananya akan didatangkan dua pesawat, selanjutnya tahun 2013 dua pesawat, dan tahun 2014 dua pesawat lagi," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat, Senin, 16 Januari 2012.

Enam unit Sukhoi Su-30 MK2 ini sejak awal dimaksudkan untuk melengkapi jet tempur TNI Angkatan Udara. Saat ini TNI AU telah memiliki 10 unit jet tempur Sukhoi yang terdiri atas enam Sukhoi Su-27 SKM dan empat Sukhoi Su-30 MK2. Rencananya TNI AU akan menempatkan satu skuadron Sukhoi ini di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan penambahan Sukhoi ini memang merupakan bagian dari rencana pembangunan kekuatan TNI. Dijelaskan, penambahan tidak hanya dilakukan dengan memanfaatkan produksi luar negeri. "Kami juga tetap mempercayakan industri dalam negeri. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia,” katanya.

PT DI kini tengah merampungkan helikopter jenis Bell 412 dan Puma untuk Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Selain itu PT DI juga sedang menyelesaikan sembilan unit pesawat CN 295 bersama produsen pesawat Airbus Military yang berbasis di Spanyol.




View the Original article

6 Sukhoi Procurement Plan by Indonesia

on Saturday, December 17, 2011

14 Desember 2011

Su-30MK2 Indonesian Air Forces (photo : Reuters)

For updated information available, the upcoming contract with Indonesia for the supply of six fighter planes of the "Sukhoi" will be divided not between JSC "KnAAPO" and JSC Corporation "Irkut", as erroneously reported by the media.

The upcoming contract but between two types of aircraft - in fact, will be delivered three single seat Su-27SKM and three double seat Su-30MK2 (as in the previous contract).


This construction of the six aircraft will conduct JSC "KnAAPO."


View the Original article

Negosiasi Pembelian Enam Pesawat Sukhoi Masih Belum Selesai

on Saturday, December 10, 2011

09 Desember 2011


Media Rusia menyebutkan bahwa enam pesawat Su-30MK2 yang akan dibeli Indonesia berjenis pesawat serang maritim (photo : Detik)

Pembelian enam Pesawat Sukhoi masih negosiasi

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) sedang mengupayakan pembelian enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 dari Rusia, namun masih dalam tahap negosiasi.

"Pembelian enam unit pesawat Sukhoi dari Rusia masih dalam tahap negosiasi," kata Sekretaris Jenderal Kemhan Marsekal Madya Eris Heriyanto usai peresmian Crisis Center Pramuka di Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Jakarta, Jumat.

Pembelian enam pesawat Sukhoi itu sebagai rencana strategis (Renstra) Kemhan dalam memenuhi kekuatan udara jet tempur Sukhoi hingga satu skuadron atau setara 16 jet tempur.

Saat ini, TNI AU baru memiliki 10 jet tempur terdiri dua versi, yakni Sukhoi Su-30MK2 dan Su-27SKM.

Penambahan Sukhoi itu untuk menambah kekuatan tempur TNI AU dalam menjaga kawasan udara Indonesia. Belajar dari pengalaman selama ini, jumlah pesawat yang ada belum mencukupi untuk mengamankan wilayah udara dari penyusupan pesawat asing.

Eris pun mengaku belum bisa menyebut harga pembelian enam unit Sukhoi itu.

"Sistem pembayaran pembelian Sukhoi kepada pemerintah Rusia melalui pinjaman lunak luar negeri. Karena saat ini masih proses negoisasi, kami belum bisa memastikan kedatangan enam jet tempur tersebut," ucapnya.




View the Original article