View the Original article
Super Tucano Berlatih Pemboman Udara-Darat Pertama Kali
no-reply@blogger on Wednesday, February 27, 2013
View the Original article
Alasan Harga, Pemerintah Timbang Beli Apache, Super Cobra, atau Black Hawk
no-reply@blogger on Wednesday, October 3, 2012
View the Original article
Embraer Tawarkan ToT Penuh Pesawat Super Tucano
no-reply@blogger on Wednesday, September 19, 2012
View the Original article
Empat Pesawat Super Tucano Tiba di Indonesia
no-reply@blogger on Sunday, September 2, 2012
View the Original article
EMB-314 Super Tucano Tiba Awal September
no-reply@blogger on Wednesday, August 22, 2012
View the Original article
Super Tucano Gunakan Persenjataan Lokal
no-reply@blogger on Wednesday, August 8, 2012
View the Original article
Embraer Delivers the First Four A-29 Super Tucano to Indonesian Air Force
no-reply@blogger on
São Paulo – Embraer Defense and Security has today delivered four light attack and tactical training A-29 Super Tucano aircraft to Indonesia’s Air Force at a ceremony held in its facility in Gavião Peixoto, São Paulo, Brazil. Indonesia is the first operator of Super Tucano in the Asia-Pacific region.
View the Original article
Factory Acceptance Pesawat Super Tucano TNI-AU
no-reply@blogger on Monday, July 30, 2012
Adapun uji terbang dilaksanakan baru-baru ini oleh test pilot Embraer, William, yang duduk di kursi depan disertai oleh Komandan Skadron Udara 21, Mayor Pnb James Yanes Singal yang duduk di kursi belakang.
View the Original article
Super Tucano akan Diterbangkan Ferry ke Indonesia
no-reply@blogger on
Pesawat Super Tucano Indonesia dengan kode TT-3401 (photo : Embraer)
Pesawat Tucano Akan Diterbangkan
Pesawat tempur Super Tucano buatan Brazil dijadwalkan tiba di Indonesia akhir Agustus 2012. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama (TNI AU) Azman Yunus, pekan lalu, mengatakan, pesawat diterbangkan langsung dari Brazilia ke Jawa.
"Akan dilakukan ferry (pengiriman dengan diterbangkan langsung) dari Brazil via Afrika ke Indonesia. Pangkalan Super Tucano nanti di Malang untuk menggantikan pesawat tempur OV-10 Bronco," ujarnya.
Super Tucano buatan Embraer itu, kata Azman, akan ikut dalam parade militer pada 5 Oktober 2012. Persiapan akhir pesawat ditinjau Sekretaris Jenderal Kementrian Pertahanan Marsekal Madya Errys Heryanto. (ONG)
(Kompas)
View the Original article
Enam Super Tucano akan Diserahkan Tahun Ini
no-reply@blogger on Tuesday, July 17, 2012
View the Original article
Indonesia Places Follow-on Order for Super Tucanos
no-reply@blogger on Wednesday, July 11, 2012
View the Original article
TNI AU Segera Miliki Empat Pesawat Tempur Super Tucano EMB-314
no-reply@blogger on Wednesday, May 30, 2012
View the Original article
Enam Super Tocano Dipastikan Tiba Agustus 2012
no-reply@blogger on Wednesday, April 4, 2012

Pesawat EMB-314 Super Tucano buatan Embraer Brazil (photo : Air Warrior)
Malang - Enam pesawat EMB-314 Super Tucano buatan Brasil akan tiba pada Agustus 2012 di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdurahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.Kepastian itu dikatakan Panglima Komando Operasi TNI-AU II (Pangkoopsau II), Marsekal Muda Ismono Widjajanto, di Malang usai upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Lanud (Danlanud) Abduracham Saleh, Selasa.
"Pengiriman pesawat buatan Brasil ini akan dilakukan secara bertahap, dan dari total 18 pesawat taktis yang dipesan, enam pesawat dipastikan tiba bulan Agustus 2012," katanya.Sedangkan untuk penerbang yang akan mengawaki pesawat itu, akan diambilkan dari penerbang lama pesawat tempur taktis lama OV-10F Bronco yang ada di berbagai skadron udara.
"Kedatangan pesawat tempur Super Tocano ini akan menggantikan pesawat tempur taktis OV-10 F Bronco buatan North American Rockwell Amerika Serikat yang sudah dinyatakan grounded, dan tiba kali pertama ke Indonesia ketika itu tahun 1976," katanya.
Sementara itu, dengan adanya Komandan Lanud baru yakni Kolonel Pnb Gutomo SIP yang menggantikan Komandan Marsekal Pertama Agus Dwi Putranto yang menjadi Kepala Staf Komando Operasi (Kas Koops) TNI AU II, diharapkan mampu menjadi orang yang tepat dengan kedatangan pesawat ini.
"Memimpin Lanud Abdurahman Saleh membutuhkan orang yang tepat. Karena merupakan salah satu pangkalan induk yang memiliki peran penting dalam melaksanakan operasi militer perang maupun operasi militer selain perang," kata Ismono.
Dengan adanya peran penting itu, Lanud Abdurahman Saleh dipilih menjadi pangkalan yang menerima dan mengoperasikan pesawat Super Tucano.
"Dengan adanya total 18 pesawat Super Tocano, maka tugas Danlanud yang baru adalah harus menyiapkan sebanyak 27 pilot Super Tucano," katanya.
(Antara)
View the Original article
Super Cobra Akan Jaga Perbatasan RI-Malaysia
no-reply@blogger on Tuesday, March 27, 2012
"Kami akan tempatkan di Berau dan Nunukan," ujarnya di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa.
Saat ini Kodam VI Mulawarman sedang menyiapkan basis bagi skuadron heli tersebut. "Kami gunakan anggaran antara Rp17 miliar hingga Rp19 miliar untuk persiapan pangkalan skuadron heli tempur tersebut," katanya.
Super Cobra adalah helikopter buatan Bell, Amerika Serikat (AS), dan pengembangan dari Huey Cobra yang berjaya di perang Vietnam. Persenjataannya senapan mesin Gatling 20 mm, roket Hydra, rudal Sidewinder untuk pertempuran udara, dan rudal penghancur tank Hellfire.
"Super Cobra ini adalah pilihan utama. Namun demikian, kami punya pilihan lain yang lebih bersahabat dengan keuangan, yaitu heli serbaguna Agusta Westland," ujar mantan Asisten Perencanaan (Asrena) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) tersebut.
Heli tempur buatan Bell itu senilai sekira 11,3 juta dolar AS (setara Rp96 miliar) per unit. Untuk komplet satu skuadron dengan 16 pesawat, maka pemerintah RI menyediakan tidak kurang dari Rp1,53 triliun. Harga tersebut belum termasuk persenjataannya.
Super Cobra berkemampuan jelajah hingga 510 km pada kecepatan maksimum 277 km per jam, kecepatan menanjak 8,2 meter per detik, dan bisa mengambang di udara pada ketinggian 3.720 meter.
Dengan berpangkalan di Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, maka SuperCobra hanya perlu beberapa menit untuk sampai di perbatasan dan menyelesaikan misinya.
Adapun helikopter Agusta Westland nilainya lebih murah. Heli tempur Agusta Westland AW 109LUH harganya 9 juta dolar AS (setara Rp76,5 miliar) per unit, atau total Rp1,22 triliun untuk satu skuadron.
Selanjutnya, Kodam Mulawarman akan dilengkapi tiga batalyon gabungan infanteri dan artileri yang memiliki persenjataan anti tank yang dapat membidik tank dari jarak 6 km, serta sistem peluncur roket serentak (multiple launch rocket system/MLRS) Astros II buatan Brazil.
"Dengan amunisi roket aslinya, jarak tembaknya bisa mencapai 300 km, atau 70 km dengan amunisi roket lain," jelas Subekti.
Bersama satuan tank Leopard, maka seluruh persenjataan dan personel baru ini akan tersedia secara bertahap mulai 2012. Menurut dia, akan sangat berdampak pada perimbangan kekuatan dengan negara-negara tetangga Indonesia, terutama yang berbatasan langsung di Kalimantan.
"Saat ini kita memang tidak memiliki musuh yang eksplisit, yang nyata. Tapi, setiap hari kita dilecehkan di perbatasan dengan adanya patok yang digeser-geser," demikian Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subekti. (T.KR-NVA)
View the Original article
4 Pesawat Super Tucano Tiba Maret
no-reply@blogger on Monday, January 9, 2012
"Kami terus menyiapkan pendukung lainnya untuk kedatangan pesawat tempur canggih itu, termasuk pilot khusus yang berusia minimal 24 hingga 35 tahun dan ahli dalam berbahasa Inggris," kata Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Kolonel Pnb Novianto Widadi, Minggu (8/1).
Secara umum, Lanud Abdurrahman Saleh siap menyambut kedatangan pesawat baru tersebut. Kesiapan yang sudah dilakukan, meliputi sejumlah fasilitas pendukung di Lanud Abd Saleh, seperti shelter atau tempat lokasi parkir pesawat, serta 12 pilot khusus yang telah dilatih untuk mengawaki pesawat tersebut.
Dengan tibanya pesawat pada bulan Maret, diharapkan nantinya bisa dipertunjukan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2012. Sementara itu, rencananya pesawat tersebut akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat itu memiliki keunggulan close air support.
Selain itu, pesawat yang memiliki mesin tunggal buatan "Empresa Braziliera de Aeronautica" juga memiliki kemampuan menembakan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.
Pesawat itu nantinya tidak hanya digunakan sebagai pesawat latih, namun juga digunakan misi pengamanan wilayah perbatasan, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran batas negara oleh pihak lain.
"Total pesawat yang kita pesan sebanyak 16 unit dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012, dan akan ditempatkan pada Skuadron 21 Lanud Abdurrahman Saleh," katanya.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufa’at meresmikan monumen OV-10F Bronco di Lanud Abdurrahman Saleh, Malang.
Ini menjadi penanda berakhirnya masa pakai pesawat OV-10 Bronco. OV-10 Bronco telah di-grounded dan akan digantikan dengan pesawat tempur Super Tucano. Sesaat sebelum peresmian, Kasau menyampaikan harapannya agar dengan memonumenkan pesawat yang memiliki julukan "si kuda liar" atau biasa disebut kampret di jajaran TNI AU ini dapat menjadi sarana untuk mengenang kiprahnya dalam medan laga dan para awak yang telah gugur bersamanya.
OV-10 Bronco telah berjasa di berbagai operasi, antara lain Ops Seroja (1976-1979) di NTT, Ops Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Ops Halilintar (1978) di Riau. Setelah peresmian monumen, Kasau beserta rombongan meninjau Skadron Udara 21 untuk pembangunan shelter pesawat Super Tucano yang akan datang menggantikan pesawat gaek OV-10F Bronco. SB/Ant/P-3
(
View the Original article
Awal 2012, Delapan Calon Awak Super Tucano A-29 Diberangkatkan ke Brazil
no-reply@blogger on Thursday, December 1, 2011
01 Desember 2011
Pesawat EMB-314/A-29 Super Tucano (photo : Jetphotos)Malang - Delapan penerbang TNI AU dipersiapkan untuk mengawaki pesawat latih taktis Super Tucano A-29. UNtuk itu, delapan penerbang akan diberangkatkan ke Brasil, negara pembuat pesawat itu.
"Januari 2012, delapan penerbangan kita kirim ke Brazil, sebagai persiapan menjadi instruktur Super Tucano," jelas Kolonel (penerbang) Novyanto Widadi saat berbincang dengan detiksurabaya.com via telepon, Senin (29/11/2011).
Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdulracman Saleh ini mengungkapkan, pemberangkatan delapan calon instruktur itu menyusul rencana kedatangan empat unit pesawat Super Tucano menggantikan Skuadron OV-10F Bronco yang sudah di-grounded.
"Maret 2012, empat pesawat Super Tucano datang dari Brazil kesini (Lanud Abd Saleh,red), karena itu instruktur perlu disiapkan," ungkap Novyanto.
Ia menambahkan, keberangkatan delapan penerbang itu bersamaan dengan personel lain, untuk melengkapi sumber daya manusia pesawat Super Tucano yang mendirikan skuadron sendiri. "Selain calon instruktur juga personel lain jumlahnya sekitar 80 orang, sebagai teknisi dari pesawat itu," beber Novyanto.
Sementara dari delapan penerbang itu, lanjut Novyanto, pangkalan TNI AU Avd Saleh hanya menyumbang empat penerbang. Sisanya diambilkan dari pangkalan TNI AU di seluruh Indonesia. "Dari kita hanya empat orang," sambung Novyanto.
Menurut dia, kehadiran empat pesawat pada Maret 2012 mendatang akan disusul kembali empat pesawat berikutnya setelah enam bulan kemudian.
Pengiriman bertahap itu terus dilakukan hingga pesawat genap berjumlah 16 unit. "Pengiriman bertahap setiap enam bulan, sebanyak empat pesawat," kata Novyanto.
View the Original article


















