Showing posts with label Tawarkan. Show all posts
Showing posts with label Tawarkan. Show all posts

Wallenberg Familiy Tawarkan Kerjasama Industri Pertahanan

on Tuesday, March 12, 2013

12 Maret 2013


Kementrian Pertahanan dalam waktu dekat akan merealisasikan pembelian senjata anti-tank NLAW buatan Swedia (photo : Saabgroup)

Menhan Sambut Baik Tawaran Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Wallenberg Family

Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (11/3), menerima kunjungan kehormatan Delegasi Investor Swedia yang dipimpin oleh Group Wallenberg Family didampingi Duta Besar Swedia untuk Indonesia HE Ewa Ulrika Polano di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya menemui Menhan kali ini adalah bagian dari rangkaian Delegasi bertemu dengan pejabat-pejabat negara untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Indonesia dan khusus menemui Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk mengetahui lebih lanjut rencana pengembangan industri Alutsista dalam negeri dan rencana pengadaan Alutsista.

Menhan menyambut baik tawaran kerjasama dari Wallenberg Family dan akan mengusahakan pertemuan dengan Mabes TNI dan Mabes Angkatan sebagai pengguna Alutsista, kemungkinan-kemungkinan pengadaan Alutsista dan kerjasama industri pertahanan yang diharapkan oleh pengguna. Namun Menhan juga akan mengupayakan pertemuan dengan Dirjen Strahan mengenai kemungkinan pengembangan kebutuhan Alutsista jangka panjang yang dapat bekerjasama dengan industri pertahanan yang dimiliki oleh Wallenberg Family.

Wallenberg Family berharap dapat menjalin kerjasama industri pertahanan serta alih teknologi beberapa peralatan militer baik secara G to G maupun langsung dengan Industri Pertahanan Indonesia atau Kementerian Pertahanan. Wallenberg Family yang memiliki industri alutsista di antaranya; pesawat tempur, kapal selam, radar, misil dan lain-lainnya berharap dapat membangun kerjasama industri pertahanan untuk jangka panjang.

Saat menerima Delegasi Wallenberg Family, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Laksda TNI Ir Rachmad Lubis, Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi Dr Ir Eddy Herjanto SE, MSc, Direktur Teknik dan Industri Ditjen Pothan Kemhan Marsma TNI Darlis Pangaribuan MSc dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi.

(DMC)

View the Original article

Saab AB Tawarkan Giraffe AMB dan RBS-70NG kepada TNI AD

on Thursday, March 7, 2013

05 Maret 2013


Radar Giraffe AMB dan rudal RBS-70NG (all photos : PussenArhanud)

Pada hari Rabu tanggal 27 Pebruari 2013 yang lalu Staf Dirbinlitbang Pussenarhanud menghadiri diskusi teknis yang diselenggarakan oleh Saab AB bertempat di kantor Kemhan RI. Dalam diskusi tersebut dipresentasikan beberapa sistem senjata buatan Saab AB yang dapat dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu sistem senjata udara, darat dan laut. Untuk sistem senjata darat, yang dinilai potensial bagi satuan Arhanud adalah sistem Radar Giraffe AMB dan Sista Hanud Rudal RBS 70 NG (Next Generation) yang versi awal keduanya saat ini masih dioperasikan satuan Arhanud TNI AD.

Radar Giraffe AMB

Radar ini merupakan pengembangan dari Radar Giraffe yang saat ini masih dioperasikan TNI AD. Pengembangan signifikan pada Radar Giraffe terbaru dibandingkan Radar Giraffe yang dioperasikan TNI AD antara lain sistem deteksi Radar sudah berkemampuan 3 dimensi, memiliki kemampuan pengamatan pantai dan dapat mendeteksi RAM (roket, proyektil artileri dan mortir) pada jarak 10 s.d. 15 Km (tergantung kaliber) sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap satuan darat dengan cara memberikan peringatan situasi udara, mengaktifkan alarm saat terdapat ancaman, memberikan peringatan terhadap daerah yang akan terkena tembakan RAM dan mengkoordinasikan tindakan atas serangan RAM (sistem senjata C-RAM).

Spesifikasi teknis utama Radar Giraffe AMB sebagai berikut :

1. Parameter umum.
    a. Frekuensi gelombang : 5,4 s.d. 5,9 GHz.
    b. Jenis transmitter : TWT
2. Antena
    a. Lebar gelombang : 2,1º
    b. Tingkat side lobe rata-rata : <-50 db="" font="">
3. Mode Radar dan cakupan instrumen.
    a. Jangkauan Radar : 40/120/ (180) Km.
    b. Rata-rata putaran antena : 30/60 rpm
    c. Cakupan vertikal : >70º
    d. Ketinggian deteksi : >20.000 m
4. IFF/SSR
    a. Mode : 1, 2, 3/A, S, 4/NS
    b. Potensial : 5
5. Penjejakan sasaran
    a. Jumlah sasaran yang dijejak : 200
    b. Jumlah RAM yang dijejak : 100
6. Pelokalisir senjata mortir dan roket dalam area 360º.
    a. Jarak lokalisir : 16/20 Km.
    b. Akurasi posisi mortir : < 50 m CEP50

Berdasarkan penjelasan dari Saab, Radar Giraffe yang dioperasikan satuan Arhanud saat ini dapat di-upgrade untuk meningkatkan kemampuannya namun kemampuan deteksinya akan tetap 2 dimensi karena ada perbedaan mendasar pada sistem deteksi antara Radar 2 dimensi dengan 3 dimensi.


RBS 70 Generasi ke 4 dan RBS 70 NG

RBS 70 yang saat ini dioperasikan satuan Arhanud dapat di-upgrade menjadi generasi ke 4 dengan melakukan perubahan pada stand dan sight sehingga dapat digunakan untuk menembakkan misil BOLIDE. Namun RBS 70 NG memiliki sight yang sangat berbeda dengan generasi ke 4 sehingga RBS 70 satuan Arhanud tidak dapat di-upgrade menjadi RBS 70 NG. 

RBS 70 generasi 4 memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Dioda laser tanpa freon.
2. Dapat meluncurkan misil semua generasi termasuk BOLIDE.
3. Dilengkapi sistem pendeteksi panas (BORC).
4. Dilengkapi IFF interrogator digital (TSA1412).
5. Dilengkapi interface weapon terminal untuk C3I (TDR35).
6. Dilengkapi simulator ruangan berbasis komputer.
7. Meminimalkan kebutuhan dukungan logistik.

Sedangkan kemampuan RBS 70 NG sebagai berikut :
1. Dapat beroperasi terus menerus(24 jam dalam 7 hari)
2. Jarak deteksi yang diperjauh (menggunakan thermal imager).
3. Fungsi auto tracker yang terintegrasi (tidak perlu men-track sasaran selama misil meluncur).
4. Peningkatan daerah coverage.
5. Menggunakan kemampuan misil BOLIDE hingga 100%.
6. Meningkatkan kill probability.
7. Pengurangan berat total.
8. Pengurangan waktu pelatihan operator.
9. Konsep pemeliharaan berbasis komputer.

Sodoran Saab untuk TNI AD

Dengan mempertimbangkan kondisi RBS 70 yang dioperasikan satuan Arhanud, Saab memberikan pilihan pengembangan sebagai berikut :

1. Pilihan konfigurasi.
    a. RBS 70 klasik dengan misil Mk2E dan atau BOLIDE.
    b. RBS 70 NG baru dengan misil BOLIDE dan atau Mk.2E.

2. Kemungkinan kandungan lokal.
    a. Perpanjangan usia pakai misil Mk2.
    b. Perakitan akhir misil BOLIDE.
    c) Instalasi ke kendaraan.

Menurut penjelasan dari Saab, pihak Saab sangat terbuka terhadap transfer of technology dan berusaha membangun kemitraan dengan industri di negara konsumen. Untuk program RBS 70, Saab telah melakukan perundingan dengan PT. Pindad dalam hal desain produk, perakitan dan pengiriman misil. Sista Hanud Radar Giraffe AMB dan RBS 70 generasi ke 4 / Next Generation dinilai cukup potensial bagi satuan Arhanud TNI AD sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut secara lebih mendalam.

(PussenArhanud)

View the Original article

India Tawarkan Senjata Kaliber Besar dan Truk Militer kepada Indonesia

on Saturday, December 15, 2012

17 Oktober 2012

Perusahaan India Tata juga menyuplai kendaraan truk untuk angkatan bersenjata Malaysia bekerjasama dengan perusahaan lokal DRB Hi-Com (photo : offroadvehicle)

Berita HUKUM - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (16/10) setelah menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan India, Shri AK Antony beserta rombongan di gedung Kemenhan Jakarta, menyampaikan keterangan persnya kepada wartawan, tentang misi dan tujuan dari diadakannya kunjungan kedatangan Menhan India ke Jakarta, dalam rangka melakukan Meeting Bilateral Indonesia - India dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro beserta jajaran pejabat Kemenhan dan TNI kedua negara.

Menhan menjelaskan, dari hasil pertemuannya, "kita baru saja melaksanakan bilateral meeting dengan Menteri pertahanan India, Shri AK Antony. Kita bertukar pikiran mengenai masalah Internasional di sekitar kita, nanti akan dijelaskan lagi oleh Sekjen, Marsekal Madya Eris Herryanto. Dalam meeting tahap awal antara Sekjen kemenhan, pak Eris Herryanto dan Secretary Ministry dari India tadi sudah banyak yang kita bahas, diantaranya: kerjasama Maritim, Security dan keamanan lainnya," ujar Purnomo.

Sekjen Kemenhan, Marsekal Madya Eris Herryanto mengatakan, "Dalam meeting bilateral tadi, kita telah membahas kerjasama Sharing Information, Sharing Intelijen, Officer Iterpres. Tawaran dari pihak India tentang Amunisi Kaliber Besar dan mesin-mesin truk, serta mesin untuk Kendaran tempur, juga telah kita diskusikan," jelasnya.

Sedangkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen Hartind Asrin mengatakan, "Indonesia juga tidak ketinggalan dalam menawarkan produk industri pertahanan dalam negeri kepada India, diantaranya yang kita tawarkan yaitu: pesawat CN 235, kapal Landing Platform Dock 125m, panser Anoa, dan senjata-senjata lainnya. Dalam hal ini, mereka juga meresponnya dengan positif, mereka juga tahu bahwa industri pertahanan Indonesia juga bagus," pungkas Hartind Asrin.



View the Original article

RUAG Tawarkan Perawatan F-5 TNI AU

on Tuesday, December 11, 2012

10 Desember 2012


F-5F/F TNI AU direncanakan untuk dapat beroperasi hingga tahun 2020 (photo : Eddy Febriyanto)

Perusahaan perawatan pesawat (MRO) Swiss, RUAG, menawarkan paket perawatan pesawat tempur F-5E/F Tiger II kepada Indonesia. RUAG menyatakan pihaknya sanggup melakukan perawatan menyeluruh armada pesawat tempur F-5 TNI AU mulai dari rangka, sistem avionik, mesin, hingga persenjataan.

Stephan Brauch, Direktur Penjualan Jet & Missiles, Divisi Penerbangan Militer RUAG, menyatakan hal tersebut dalam pameran persenjataan Indo Defence 2012 di JIExpo Kemayoran, November lalu.

Dikatakan, RUAG yang merupakan BUMN Swiss itu selama ini telah memiliki pengalaman merawat pesawat F-5E/F Swiss maupun F-5 beberapa negara lain serta F/A-18 Hornet.

Brauch yang pernah mengunjungi Lanud Iswahjudi menambahkan, melihat fasilitas perawatan pesawat yang dimiliki lanud tersebut, pengerjaan pesawat F-5 TNI AU bisa dilaksanakan di Magetan, Madiun. RUAG tinggal mengirim teknisi dan beberapa peralatan tambahan untuk sekaligus melakukan transfer teknologi perawatan si Macan di Indonesia. (ron)

(Angkasa No 3 Desember 2012)

View the Original article

Korea Tawarkan Kerjasama Produksi Tank

on Saturday, November 10, 2012

09 November 2012

Doosan saat ini mempunyai produk kendaraan beroda rantai ringan K-200 dan juga tipe medium K-300 atau yang lebih dikenal dengan K-21 (photo : Military Today)  

Jakarta (ANTARA News) - Produsen tank asal Korea Selatan, Doosan menawari Indonesia untuk bekerjasama membuat  tank ukuran sedang untuk TNI AD.

"Baru penawaran saja dari pihak Korea, di pertemuan ini kami kasih rambu-rambunya dulu jika ingin melakukan kerjasama," kata Kasubdit Pendayagunaan Industri Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Kolonel Gita Amperiawan pada Indodefence, Jumat.

Menurut dia, kerjasama dengan negara tetangga sangat penting dilakukan agar Indonesiabisa belajar teknologi pertahanan yang lebih baik. Transfer ilmu menjadi salah satu sarat utama yang harus diberikan pihak penawar.

"Mulai dari transfer ilmu tentang mesin-mesin, teknologi senjatanya itu penting," kata Gita "Semua itu nantinya agar Indonesiabisa mandiri, untuk kemajuan industri kita juga."

Dia mengunkapkan, sampai saat ini bukan hanya Korea yang sudah mengajak bekerjasam membuat tank ukuran sedang karena Turki sudah lebih dulu mengajukan proposal.

"Untuk medium tank tawaran Turki bahkan sudah dikaji kearah yang lebih teknis," kata Gita.



View the Original article

Embraer Tawarkan ToT Penuh Pesawat Super Tucano

on Wednesday, September 19, 2012

18 September 2012

Pesawat Super Tucano dapat diproduksi di Indonesia bila pesanan mencapai 32 unit (Alejandro Hdez Leon)

 Super Tucano Bisa Mengangkut 1,5 Ton Senjata      
 
MALANG – Pemerintah Brasil membuka kesempatan lebih luas untuk kerja sama pengadaan pesawat militer aneka jenis dari Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) pascapenjualan Super Tucano ke Indonesia.

Sayangnya, dalam pengadaan Super Tucano yang sudah berjalan, alih teknologi (ToT) yang didapat Indonesia minim. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, setiap pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) harus disertai alih teknologi. Namun dalam pengadaan Super Tucano ini, alih teknologi yang didapat tidak sampai dalam tahap teknologi pembuatan. Menurut dia,minimal harus beli 32 unit agar Indonesia bisa mendapat ToT hingga proses produksi bersama.

”Kalau minimal 32 unit, beberapa pesawat bisa diproduksi di Indonesia. Tapi karena baru delapan, ToT untuk PT Dirgantara Indonesia (DI) baru bisa ground support,” terangnya seusai serah terima pesawat dari Pemerintah Brasil kepada Indonesia di Skuadron Udara 21 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang,kemarin. Seperti diketahui, TNI AU membeli delapan pesawat Super Tucano dengan nilai USD141,99 juta. Pihak Embraer Brasil selaku produsen baru mengirimkan empat pesawat.

Direncanakan empat pesawat lagi akan dikirim pada 2013. KSAU menuturkan, memang diharapkan PT DI bisa turut serta dalam pembuatan pesawat yang cocok untuk counter insurgency (antigerilya) sehingga suatu saat Indonesia bisa memproduksi pesawat jenis ini. Namun, dengan jumlah pembelian yang sedikit tersebut, jika dipaksakan dilakukan produksi bersama justru membuat anggaran membengkak. ”Kita sudah limatahun off, skuadron tidak terbang (pascagrounded OV-10 Bronco pada 2007). Jadi kita harus cepat (pengadaannya),”terangnya.

Adapun untuk persenjataan, lanjut KSAU,hanya sebagian yang tidak dibeli dari luar negeri seperti PDU, bom MK82,dan roket FFAR karena industri dalam negeri sudah bisa memproduksi.Selebihnya harus membeli dari luar negeri seperti peluru kaliber 12,7 mm dengan sistem tembak elektrik.” Super Tucano bisa mengangkut senjata hingga 1,5 ton,” sebut Imam. Duta Besar Brasil untuk Indonesia Paulo Alberto da Silvera Soares mengatakan,kerja sama pertahanan antara kedua negara tak hanya untuk jangka pendek dan menengah,melainkan jangka panjang.

”Kami juga siap memberikan alih teknologi dan siap memberikan masukan apa pun yang dibutuhkan Indonesia,”tegasnya. Chief Executive Officer (CEO) Embraer Defense and Security Luiz Carlos Aguiar menambahkan,Indonesia bisa melakukan alih teknologi Super Tucano minimal lima hingga tujuh tahun ke depan. Itu pun jika Indonesiamembeli minimal dua skuadron.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, serah terima pesawat Super Tucano tersebut cukup monumental karena Indonesiamendapat pesawat beserta perjanjian kerja sama berkelanjutan. ”Januari 2013 datang lagi pesawat itu (4 unit),” ucapnya. Selanjutnya, pada akhir 2013 atau awal 2014, delapan unit yang dibeli pada tahap kedua dijadwalkan juga tiba.



View the Original article

China Tawarkan Radar Maritim ke Indonesia

on Sunday, June 3, 2012

02 Juni 2012


Sistem monitor radar IMSS (photo : Antara)


LONDON, KOMPAS.com- China dikabarkan menawarkan pemasangan sistem pengawas maritim senilai 1 miliar yuan (sekitar Rp 1,5 triliun) di kawasan Indonesia. Nantinya, sistem tersebut akan melengkapi sistem serupa buatan AS yang lebih dulu dipasang di Indonesia.


Demikian diungkapkan majalah pertahanan terkemuka IHS Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 16 Mei 2012 yang mengutip berbagai sumber. Menurut JDW, tawaran tersebut disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Beijing, akhir Maret.

Detail sistem pengawas maritim yang ditawarkan China itu belum diketahui. Namun, JDW menduga sistem tersebut akan terdiri atas jaringan radar yang ditempatkan di Pulau Lombok, Selat Sunda, Kalimantan Barat, dan pantai barat daya Sulawesi. Nantinya, data pengamatan yang diperoleh dari sistem ini akan dibagi dengan China.

Dengan sistem ini, Beijing akan mendapat keuntungan berupa data kondisi perairan di Selat Sunda, Selat Karimata, dan Selat Makassar, yang menjadi titik-titik penyempitan penting di jalur komunikasi laut (SLOC).

Tawaran China itu diberikan hanya beberapa bulan setelah pemerintah AS menyumbangkan Sistem Pengawasan Maritim Terpadu (IMSS) senilai 57 juta dollar AS (Rp543,9 miliar) kepada TNI Angkatan Laut. Menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, IMSS terdiri atas jaringan sensor terpadu yang dipasang di darat maupun di kapal-kapal perang Indonesia, berbagai peralatan komunikasi dan perangkat komputasi untuk mengumpulkan, mengirim, dan menganalisa berbagai data maritim.

Secara konkret, IMSS terdiri atas 18 stasiun pengawas pantai (CSS), 11 radar berbasis kapal, dua pusat komando regional, dan dua pusat komando armada di Jakarta dan Surabaya. Pemerintah AS juga telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 4,6 juta dollar untuk merawat sistem tersebut sampai tahun 2014.

Meski demikian, sumber-sumber JDW mengatakan, bahkan dengan tambahan alokasi dana dari AS ini, IMSS masih terlalu mahal untuk dioperasikan oleh TNI AL dan belum terintegrasi secara menyeluruh.

Dengan adanya tawaran dari China ini, China akan memiliki sistem tandingan strategis terhadap IMSS, dan memungkinkan negara itu memantau pergerakan kapal-kapal AS dan lalu lintas laut lainnya di perairan Indonesia.


(Kompas)

View the Original article

Pakistan Tawarkan Lagi Pesawat Tempur JF-17 Thunder

on Thursday, May 17, 2012

14 Mei 2012

Pesawat JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan (photo : fast-air)

Jakarta(ANTARA News) - "Pakistan baru-baru ini menawarkan pesawat tempur jenisJF-17 Thunder kepada Angkatan Udara Indonesia," kata Duta Besar Pakistanuntuk Indonesia, Sanaullah, di Jakarta, Senin.
"JF-17Thunder merupakan pesawat multidimensional yang fasilitasnya hampir sama dengangenerasi terbaru F-16 buatan Amerika Serikat. Pesawat ini bisa diandalkan danharganya lebih murah," katanya.
Diamenjelaskan Kepala Satuan Angkatan Udara Indonesia, Marsekal TNI Imam Sufaat,telah mengunjungi Pakistan untuk melihat pesawat JF-17 Thunder.
Dalamkunjungan tersebut, kata Sanaullah, kepala satuan angkatan udara Indonesiamenyatakan terkesan dengan pesawat buatan perusahaan Pakistan AeronauticalComplex bekerjasama dengan Chengdu Aircraft Industry Corporation dari Chinatersebut.
"Saatini kami menunggu kunjungan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, kePakistan untuk melihat JF-17 Thunder buatan kami," katanya.

Pesawattempur JF-17 Thunder merupakan pesawat multidimensional berbadan ringan,berfungsi di segala cuaca dan memiliki kemampuan tempur sangat baik di udara. (A051)



View the Original article

Airbus Military Tawarkan A400M kepada Indonesia dan Thailand

on Wednesday, April 11, 2012

11 April 2012


Airbus Military A400M, pesawat angkut berat (photo : Airliners)

Airbus Military akan pamerkan pesawat A400M di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) - Produsen pesawat militer dan sipil, Airbus Military, akan memamerkan pesawat angkut militer generasi terbaru A400M di Jakarta pada 18 April 2012 dalam rangkaian kunjungannya di Asia.

Siaran pers dari Airbus Military yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, menyebutkan pesawat A400M jenis Grizzly 4 akan tinggal selama satu hari di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke Chiang Mai dan Bangkok.

Pejabat pemerintah dan anggota TNI Angkatan Udara dijadwalkan melihat pesawat tersebut dan berpartisipasi dalam demonstrasi penerbangan untuk mendapatkan pengalaman langsung mengendarai pesawat A400M.

Mitra lama Airbus Military di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, mendukung dan memfasilitasi kunjungan Grizzly 4--satu dari lima prototipe A400M yang dikembangkan-- ke Indonesia.

Pesawat A400M adalah pesawat angkut militer yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata.

Produsen mengklaim pesawat itu bisa terbang lebih tinggi, cepat dan jauh, dengan tetap mempertahankan kemampuan bermanuver yang tinggi dan kemampuan menggunakan landasan pendek, lunak dan juga kasar.

Jenis pesawat itu juga disebut memiliki ruang kargo yang secara khusus dirancang untuk mengangkut peralatan besar yang dibutuhkan oleh misi militer dan bantuan kemanusiaan.




View the Original article

Ukraina Tawarkan Tank Tempur ke TNI

on Wednesday, November 30, 2011

29 November 2011


MBT Bulat adalah versi upgrade dari T-64B MBT, mempunyai berat 45 ton, dengan kanon smoothbore 125mm (photo : Morozov)

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan militer Ukraina, Ukrspecexport, menawarkan penjualan `main battle tank` kepada pemerintah Indonesia. Penawaran ini menyusul rencana pemerintah membeli tank-tank tempur utama ini dari Eropa.

Kepala Divisi Penjualan Asia Tenggara Ukrspecexport, Iurii Volovych, menyebutkan jika disetujui mereka siap melakukan transfer teknologi dengan pemerintah Indonesia. "Kami siap bekerjasama dengan BUMN manapun yang ditunjuk pemerintah," ujarnya saat ditemui Tempo di Hotel Aryaduta, Senin, 28 November 2011.

Tank Bulat yang ditawarkan ini merupakan Tank buatan Ukraina yang selama ini memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sedang untuk penjualan luar negeri Tank ini baru ditawarkan pada pemerintah Indonesia. "Kami melihat tank ini sangat cocok untuk kawasan Indonesia yang tropis," ujarnya.

Tank Bulat pertama kali diproduksi tahun 2004. Merupakan pengembangan dari main battle tank varian yang sama. Tank ini memiliki berat 45 ton dengan sistem senjata yang terintegrasi dan dilengkapi " gun-fire control syestem."

Untuk harga, Iurii menyebut untuk tank Bulat yang ditawarkan tidak lebih mahal dibanding Main Battle Tank sejenis. Harga per unit barunya tidak lebih dari US$ 2,5 juta. Sejauh ini, perusahaannya bisa memproduksi banyak tank, tergantung pesanan dari konsumen.

Sedangkan untuk kerjasama dengan Indonesia, perusahaannya siap melakukan kerjasama penjualan dengan sistem alih teknologi. "Penggunaan konten lokal juga dimungkinkan sesuai kemampaun perusahaan pemesan," ujarnya.

Saat ini Kementerian Pertahanan masih merampungkan rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas dari beberapa negara Eropa. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan rencana pembelian masih dinegosiasikan oleh Angkatan Darat. "Kami sejauh ini belum tahu persis rinciannya karena kan urusannya juga banyak," ujar Purnomo Jumat pekan lalu.

Menurut Purnomo, tim dari AD masih merumuskan harga, jumlah, dan jenis alutsista yang akan dibeli, apakah baru atau bekas pakai. Termasuk menentukan spesifikasi alutsista yang akan dibeli. "Yang baru diputuskan itu membeli main battle tank dan itu tank berat," lanjut Purnomo. Namun, sejauh ini, pemerintah merencanakan pembelian tank Leopard bekas buatn Jerman.




View the Original article