Showing posts with label Transfer. Show all posts
Showing posts with label Transfer. Show all posts

SIPRI Report : Transfer Persenjataan ke Indonesia 2012

on Wednesday, March 20, 2013

19 Maret 2013

Persenjataan pesawat tempur Sukhoi Indonesia (photo : Kaskus Militer)


Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) adalah lembaga independen internasional yang didedikasikan untuk penelitian konflik, persenjataan, pengawasan senjata dan perlucutan senjata . Organisasi ini didirikan tahun 1966, dan sekarang bermarkas di Solna, Swedia.

Laporan SIPRI yang diterbitkan pada triwulan pertama tahun 2013 memuat juga mengenai transfer persenjataan baik baru maupun second, laporan didasarkan pada Trade Register United Nations, sebagaimana diketahui semua negara anggota PBB diwajibkan melaporkan transaksi/transfer persenjataan ke negara lain sehingga perdagangan senjata secara ilegal dapat diminimalisir.

Berikut ini adalah transfer persenjataan yang terdaftar khusus untuk kawasan ASEAN dan Oceania. Disajikan secara serial. Hal-hal khusus akan diberikan tambahan artikel.

Pembelian Rudal Udara dari Rusia

SIPRI melaporkan bahwa Indonesia telah memesan sejumlah rudal udara untuk melengkapi skadron pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 yang dimilikinya.

Pembelian paket persenjataan rudal udara ini meliputi rudal AAM R-77/AA-12 Adder,  ASM Kh-29/AS-14 Kedge, Kh-31/AS-17 dan Kh-59/AS-18 Kazoo dan ARM Kh-31P. Uniknya dalam paket pembelian ini adalah pada rudal udara ke udara hanya satu versi rudal yang dibeli yaitu rudal jarak jauh/BVR AAM.

Tidak terlihat pembelian rudal udara ke udara jarak pendek maupun jarak sedang, namun jawaban pertanyaan ini dapat ditemukan bila kita melihat transaksi pada tahun 2011. Terlihat bahwa Indonesia mengakuisisi 75 unit AAM R-73/AA-11 Archer yang merupakan rudal jarak pendek.

Bila kita melihat negara-negara lain di kawasan ini, maka terlihat bahwa rudal udara ke udara berkemampuan BVR bukan merupakan barang mewah lagi, karena negara lain di kawasan : Australia, Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Myanmar juga telah menggunakan rudal tipe ini.









(SIPRI)


View the Original article

Bulgaria to Transfer Fuse Bomb Technology to RI

on Thursday, May 24, 2012

24 Mei 2012

PT Sari Bahari has produced bombs for Sukhoi Flanker fighter jets, both smoke and live versions (photo : Sari Bahari)

Indonesia will soon be ready to produce live bombs for fighter aircraft, particularly the Sukhoi 27 SK and 30 MK, as weapons manufacturer PT Sari Bahari Malang will receive technology from Bulgarian fuse-bomb producer Armaco.

Indonesia has only been able to produce casing, warheads and ammunition powder, while importing fuse bombs.

“This is a major step forward for Indonesia. From now on we will no longer depend on other countries because we are able to fulfill the Indonesian Military [TNI] needs of bombs,” company director Ricky Hendrik Egam told The Jakarta Post on Wednesday in Surabaya, East Java.

Ricky, however, refused to reveal the financial value of the cooperation between his company and Armaco.

He said that with the cooperation, Indonesia could also have the chance to provide fuse bombs for Asian countries that use Russian-made Sukhoi fighter jets.
The company has previously faced difficulties in finding countries producing fuse bombs that were willing to transfer the technology. China has rejected the company’s request for cooperation.

PT Sari Bahari has produced bombs for Sukhoi fighter jets, both smoke and live versions, with weights ranging from 100 kilograms to 250 kilograms. The company has also exported 70 millimeter smoke warhead rockets to the Chilean Air Force.




View the Original article