Showing posts with label Tucano. Show all posts
Showing posts with label Tucano. Show all posts

Super Tucano Berlatih Pemboman Udara-Darat Pertama Kali

on Wednesday, February 27, 2013

26 Februari 2013

Pesawat Super Tucano membawa bom udara-darat Mk-82 Innert Practice (photo : Merdeka)

Jakarta (ANTARA News) - Untuk pertama kalinya sejak mendarat di Tanah Air pada 17 September 2012 lalu, pesawat turboprop multifungsi EMB-314 Super Tucano berlatih pemboman, di Lahan Persenjataan Udara Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Selasa. 

Bom yang digunakan jenis bom udara-darat Mk-82 Innert-Practice yang umum dipakai berlatih bagi pilot jet tempur TNI AU. Super Tucano buatan pabrikan Embraer, Brasil, dirancang memiliki kompatibilitas tinggi disandingkan dengan berbagai jenis persenjataan, buatan Barat atau Timur, pun beberapa negara Amerika Latin dan Afrika Selatan. 

Uji coba itu termasuk latihan penyerbuan/pemboman udara ke darat Skuadron Udara 21,  bertujuan melatih kemampuan seorang pilot pesawat tempur menghancurkan sasaran. Skuadron udara ini kini terdiri dari Super Tucano setelah pernah diisi OV-10F Bronco dan beberapa jenis/tipe lain pesawat tempur.
Latihan misi tempur ini dilaksanakan selama tujuh hari sejak kemarin, direncanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh penerbang Super Tucano. 

Mampu mengunci dan menghancurkan sasaran bergerak dan statik menjadi syarat utama profesionalitas penerbang tempur TNI AU selain memahiran menguasai pesawat tempurnya.



View the Original article

Embraer Tawarkan ToT Penuh Pesawat Super Tucano

on Wednesday, September 19, 2012

18 September 2012

Pesawat Super Tucano dapat diproduksi di Indonesia bila pesanan mencapai 32 unit (Alejandro Hdez Leon)

 Super Tucano Bisa Mengangkut 1,5 Ton Senjata      
 
MALANG – Pemerintah Brasil membuka kesempatan lebih luas untuk kerja sama pengadaan pesawat militer aneka jenis dari Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) pascapenjualan Super Tucano ke Indonesia.

Sayangnya, dalam pengadaan Super Tucano yang sudah berjalan, alih teknologi (ToT) yang didapat Indonesia minim. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, setiap pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) harus disertai alih teknologi. Namun dalam pengadaan Super Tucano ini, alih teknologi yang didapat tidak sampai dalam tahap teknologi pembuatan. Menurut dia,minimal harus beli 32 unit agar Indonesia bisa mendapat ToT hingga proses produksi bersama.

”Kalau minimal 32 unit, beberapa pesawat bisa diproduksi di Indonesia. Tapi karena baru delapan, ToT untuk PT Dirgantara Indonesia (DI) baru bisa ground support,” terangnya seusai serah terima pesawat dari Pemerintah Brasil kepada Indonesia di Skuadron Udara 21 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang,kemarin. Seperti diketahui, TNI AU membeli delapan pesawat Super Tucano dengan nilai USD141,99 juta. Pihak Embraer Brasil selaku produsen baru mengirimkan empat pesawat.

Direncanakan empat pesawat lagi akan dikirim pada 2013. KSAU menuturkan, memang diharapkan PT DI bisa turut serta dalam pembuatan pesawat yang cocok untuk counter insurgency (antigerilya) sehingga suatu saat Indonesia bisa memproduksi pesawat jenis ini. Namun, dengan jumlah pembelian yang sedikit tersebut, jika dipaksakan dilakukan produksi bersama justru membuat anggaran membengkak. ”Kita sudah limatahun off, skuadron tidak terbang (pascagrounded OV-10 Bronco pada 2007). Jadi kita harus cepat (pengadaannya),”terangnya.

Adapun untuk persenjataan, lanjut KSAU,hanya sebagian yang tidak dibeli dari luar negeri seperti PDU, bom MK82,dan roket FFAR karena industri dalam negeri sudah bisa memproduksi.Selebihnya harus membeli dari luar negeri seperti peluru kaliber 12,7 mm dengan sistem tembak elektrik.” Super Tucano bisa mengangkut senjata hingga 1,5 ton,” sebut Imam. Duta Besar Brasil untuk Indonesia Paulo Alberto da Silvera Soares mengatakan,kerja sama pertahanan antara kedua negara tak hanya untuk jangka pendek dan menengah,melainkan jangka panjang.

”Kami juga siap memberikan alih teknologi dan siap memberikan masukan apa pun yang dibutuhkan Indonesia,”tegasnya. Chief Executive Officer (CEO) Embraer Defense and Security Luiz Carlos Aguiar menambahkan,Indonesia bisa melakukan alih teknologi Super Tucano minimal lima hingga tujuh tahun ke depan. Itu pun jika Indonesiamembeli minimal dua skuadron.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, serah terima pesawat Super Tucano tersebut cukup monumental karena Indonesiamendapat pesawat beserta perjanjian kerja sama berkelanjutan. ”Januari 2013 datang lagi pesawat itu (4 unit),” ucapnya. Selanjutnya, pada akhir 2013 atau awal 2014, delapan unit yang dibeli pada tahap kedua dijadwalkan juga tiba.



View the Original article

Empat Pesawat Super Tucano Tiba di Indonesia

on Sunday, September 2, 2012

01 September 2012

Empat Super Tucano batch pertama telah tiba di Indonesia, batch kedua yang terdiri dari empat pesawat akan datang ke Indonesia pada Januari 2013 (all photos : viva)

Jakarta (ANTARA News) - Empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano EMB-314 buatan pabrikan Embraer Brasil tiba di Panggkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu siang, yang akan memperkuat Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.

Empat pesawat yang memiliki kemampuan serang antigerilya itu diawaki oleh delapan orang pilot, yakni Capt Carlos Alberto (team leader)/Capt Almir Suman, Capt Carlos Moreira/Capt Marco Antonio, Capt Airon/Capt Eduardo Torres, Capt Willian Souza/Capt Carlos Eduardo.

Mereka disambut oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkat Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi.


Keempat pesawat Super Tucano yang diberi Tail Number TT-3101, 3102, 3103, 3104 dengan desain moncong berwarna merah yang diterbangkan dari Lanud Suwondo, Medan yang sebelumnya diberangkatkan dari pabrik Embraer Brasil dengan "Farry Flight" melalui rute Brasil, Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, Thailand baru menuju Medan. Kemudian dari Medan menuju Lanud Halim Perdanakusuma.

"Jam terbang dari Brasil hingga ke Medan sekitar 54 jam, 35 menit selama kurun 14 hari penerbangan. Sebelum diterbangkan ke Indonesia keempat pesawat telah mendapat pemeriksaan meliputi klarifikasi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat dan uji terbang pesawat yang melibatkan personel ahli dan penerbang uji TNI AU," kata Wakasau.

Kemudian, keempat pesawat buatan Brasil itu akan meninggalkan Halim pada Minggu (2/9) menuju home base-nya di Lanud Abdulrachman Saleh (Malang).

Keberadaan Super Tucano tersebut untuk menggantikan pesawat latih tempur sebelumnya yakni OV 10 Bronco yang kini dikandangkan (grounded) oleh Markas Besar (Mabes) TNI AU.

EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat latih kemampuan Counter Insurgency (COIN) atau pesawat serang antigerilya, pendukung tugas udara jarak dekat, yang memiliki mesin tunggal Turboprop Pratt dan Whitney PT6A-68C berdaya 1600 tenaga kuda.

Pesawat itu memiliki berat maksimum 5,4 ton dan mampu membawa senjata seberat 1.550 kg dengan menggunakan bahan bakar avtur.



View the Original article

EMB-314 Super Tucano Tiba Awal September

on Wednesday, August 22, 2012

18 Agustus 2012

Pesawat EMB-314 Super Tucano TNI AU (photo : Kemlu)

Jakarta (ANTARA News) - Batch perdana EMB-314 Super Tucano akan menjejakkan roda-rodanya di tanah Indonesia pada awal September nanti. Pesawat counter insurgence berteknologi canggih buatan Brazil ini akan ditempatkan di Skuadron Udara 21 TNI AU di Malang.

"Lengkap satu skuadron, 16 unit Indonesia beli. Kebetulan saya baru pulang dari pabriknya, batch pertama Super Tucano tengah disiapkan. Keseluruhannya akan hadir pada 2014 nanti," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya TNI Eris Heryanto, di Jakarta, Rabu.

Super Tucano yang direncanakan akan datang pada batch pertama nanti sebanyak empat unit, namun belum diberi persenjataan lengkap kecuali kanon Browning 12,7 milimeter yang menjadi senjata standarnya. Dia didedikasikan menggantikan OV-10F Bronco buatan Rockwell, Amerika Serikat, yang dibeli baru pada 1975.

Bronco yang telah melahirkan empat kepala staf TNI AU itu dikandangkan sejak akhir 2007; banyak di antaranya menjadi monumen di banyak kota di Indonesia, dalam keadaan sangat tidak terawat.

Jika nanti tiba, maka perjalanan awal karir antara Bronco dan Super Tucano bisa mirip, keduanya langsung dipajang dan diterbangkan dalam upacara HUT ABRI (saat itu) dan TNI pada 5 Oktober. Bedanya, tiga unit Bronco yang baru datang pada 1975 itu langsung diterjunkan ke Timor Timur untuk menyapu perlawanan setempat.

Super Tucano juga akan ditempatkan di Skuadron Udara 21 yang berpangkalan di Pangkalan Utama TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, sebagaimana Bronco dulu. Kedua pesawat beda generasi ini sangat pas untuk keperluan patroli dan intelijen ketinggian rendah, counter insurgence, close air support, pemotretan udara, dan patroli perbatasan, serta lain-lain.

Dalam Operasi Seroja di Timor Timur, banyak personel infantri TNI AD berterima kasih sekali pada Bronco yang terbang memberi close air support sehingga memecah kemampuan dan konsentrasi lawan.

Jika ditugaskan untuk patroli di garis perbatasan Kalimantan --sebagai misal-- Super Tucano diyakini bisa memberi kontribusi besar dengan arsenal tambahan yang memadai. Di antaranya adalah bom Mk-82, peluru kendali AIM-9 Sidewinder, hingga roket 30 milimeter yang ditempatkan di pod-nya.

Jika untuk tugas serupa di garis perbatasan Indonesia-Timor Timur di NTT, hal serupa juga bisa dia lakukan. Super Tucano bisa mendarat dan lepas landas di lapangan terbang dengan dukungan minimum sebagaimana halnya Bandar Udara Haliwen, di Atambua, Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Timur. (*)



View the Original article

Super Tucano Gunakan Persenjataan Lokal

on Wednesday, August 8, 2012

06 Agustus 2012

Persenjatan Super Tucano berupa roket dan bom akan diproduksi di Indonesia (photo : Militaryphotos)

JAKARTA – Pesawat tempur ringan Super Tucano yang segera memperkuat jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Udara akan mengandalkan persenjataan dari dalam negeri.
  
Hanya misil andalan pesawat ini yakni MAA-1 Piranha didatangkan dari luar karena industri pertahanan dalam negeri belum mampu membuatnya. Pesawat ini dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 28 Agustus nanti setelah diterbangkan dari pabrik pembuatnya Embraer, Brasil. Menurut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat seusai peringatan Hari Bhakti TNI AU, pada 28 Agustus nanti ada empat unit Super Tucano yang tiba di Tanah Air.

Rudal Piranha masih akan diimpor dari Brazil (photo : Militaryphotos)

Tiga bulan selanjutnya disusul empat unit lagi sehingga tahun ini ada delapan Super Tucano untuk mengisi Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang . Pengadaan pesawat asal Brasil ini terpisah dengan sistem persenjataannya.“Kalau untuk senjata seperti bom, kita sudah bisa buat sendiri. Kita pakai itu. Tapi kalau seperti misil Piranha, kita belum bisa buat, jadi harus beli,” ungkapnya belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Azman Yunus menambahkan, empat unit pesawat tempur ringan Super Tucano sudah siap untuk diterbangkan dari Brasil ke Indonesia. Keempat pesawat itu adalah Super Tucano TT-3101, 3102, 3103, dan 3104 dengan desain moncong berwarna merah karya almarhum Marsda TNI (Purn) F Djoko Poerwoko.

Tim dari Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara telah melakukan pemeriksaan pesawat dengan nomor seri produksi 179 dan 180 tersebut di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto Sao Paulo Brazil. Pemeriksaan meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan, dan uji terbang. Adapun uji terbang dilaksanakan oleh test pilot Embraer, William disertai oleh Komandan Skuadron Udara 21 Mayor Pnb James Yanes Singal.



View the Original article

Embraer Delivers the First Four A-29 Super Tucano to Indonesian Air Force

on

07 Agustus 2012

Handover seremony of four Super Tucano to Indonesia (photo : Embraer)

​São Paulo – Embraer Defense and Security has today delivered four light attack and tactical training A-29 Super Tucano aircraft to Indonesia’s Air Force at a ceremony held in its facility in Gavião Peixoto, São Paulo, Brazil. Indonesia is the first operator of Super Tucano in the Asia-Pacific region.

These four A-29 Super Tucano are from the initial batch of eight aircraft purchased by the Indonesian Air Force (IAF) in 2010. The IAF has since ordered a second batch of eight Super Tucanos as part of their equipment modernization exercise, bringing the total number of orders to 16 aircraft.

EMB-314/A-29 Super Tucano (photo : TNI AU)

“We are honored that the Indonesian Air force has selected the A-29 Super Tucano as the preferred choice in their fleet modernization program”, said Luiz Carlos Aguiar, President of Embraer Defense and Security. “The Super Tucano is a mature, proven and mission-ready aircraft with more than 160 units in operation globally.”

The Super Tucano was chosen by the Indonesian Defense Forces to replace a fleet of OV-10 Broncos as part of their equipment modernization exercise for years 2009 – 2014. With more than 157,000 flight hours and over 23,000 combat hours achieved, the Super Tucano offers the flexibility to perform a broad range of missions including light attack, surveillance, air-to-air interception and counter insurgence. The aircraft makes excellent use of the most recent electronic, optical, infra-red and laser technologies, as well as secure radio communications with data-link, and an unparalleled weaponry capability, making it highly reliable and at a top-level cost/benefit ratio for a wide range of military missions, even operating from unpaved runways.



View the Original article

Factory Acceptance Pesawat Super Tucano TNI-AU

on Monday, July 30, 2012

28 Juli 2012

Pesawat Super Tucano TNI AU saat take off (all photos : TNI AU)

Bertempat di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto Sao Paulo Brazil, baru-baru ini telah dilaksanakan pemeriksaan pesawat Super Tucano TNI-AU nomor seri produksi 179 dan 180 oleh tim dari Kementerian Pertahanan RI/TNI-AU.

Tim pemeriksa yang dipimpin oleh Letkol Lek Alit Erbawa dengan anggota Letkol Tek Sianturi, Mayor Pnb James Yanes Singal dan Mayor Tek Yani Prasetyo melakukan pemeriksaan pesawat meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan dan uji terbang.



Adapun uji terbang dilaksanakan baru-baru ini oleh test pilot Embraer, William, yang duduk di kursi depan disertai oleh Komandan Skadron Udara 21, Mayor Pnb James Yanes Singal yang duduk di kursi belakang.

Dalam uji terbang yang setiap sortinya memakan waktu sekitar dua jam, test pilot Embraer melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sistem pesawat yang diamati oleh Mayor Pnb James.

Pemeriksaan di darat dimulai dari melihat kondisi fisik pesawat, pemeriksaan instrumen pesawat sebelum dan sesudah mesin dinyalakan dan pemeriksaan kendali pesawat selama taxy. Dalam uji terbang yang dilaksanakan hingga ketinggian 25.000 kaki, diperiksa beberapa sistem pesawat meliputi sistem bahan bakar, tekanan udara, auto pilot, mesin, navigasi, komunikasi, penembakan (simulasi) dan landing gear.



Selain itu diperiksa pula handling pesawat selama dilakukan berbagai maneuver.

Setelah bekerja selama tiga hari, tim pemeriksa menyatakan bahwa pesawat nomor seri produksi 179 dan 180 dalam kondisi baik. Dengan demikian, saat ini empat pesawat Super Tucano TNI-AU telah siap untuk diterbangkan ke Indonesia yang direncanakan akan dilakukan pada pertengahan bulan Agustus.

Super Tucano TT-3101, 3102, 3103 dan 3104 dengan cocor merah desain dari Almarhum Marsda TNI (Purn) F. Djoko Poerwoko akan segera memperkuat Skadron Udara 21 pada akhir bulan Agustus 2012.



View the Original article

Super Tucano akan Diterbangkan Ferry ke Indonesia

on

30 Juli 2012


Pesawat Super Tucano Indonesia dengan kode TT-3401 (photo : Embraer)


Pesawat Tucano Akan Diterbangkan


Pesawat tempur Super Tucano buatan Brazil dijadwalkan tiba di Indonesia akhir Agustus 2012. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama (TNI AU) Azman Yunus, pekan lalu, mengatakan, pesawat diterbangkan langsung dari Brazilia ke Jawa.


"Akan dilakukan ferry (pengiriman dengan diterbangkan langsung) dari Brazil via Afrika ke Indonesia. Pangkalan Super Tucano nanti di Malang untuk menggantikan pesawat tempur OV-10 Bronco," ujarnya.


Super Tucano buatan Embraer itu, kata Azman, akan ikut dalam parade militer pada 5 Oktober 2012. Persiapan akhir pesawat ditinjau Sekretaris Jenderal Kementrian Pertahanan Marsekal Madya Errys Heryanto. (ONG)


(Kompas)

View the Original article

Enam Super Tucano akan Diserahkan Tahun Ini

on Tuesday, July 17, 2012

11 Juli 2012


Empat pesawat EMB-314 akan datang Agustus, dua hingga empat pesawat akan datang akhir tahun, sisanya akan datang pada tahun 2013 (photo : TNI AU)

IndonesiaTunggu Pesawat Tempur Asal Brazil

TEMPO.CO , Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesiasedang menunggu kedatangan pesawat tempur yang dipesan dari negeri samba Brazil, Super Tucano EMB-314, tahun ini. Rencananya usai Lebaran, pesawat tersebut tiba di Tanah Air.

"Rencananya sebelum Lebaran perwakilan pemerintah akan berangkat ke Braziluntuk megurusi pengiriman pesawat," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, saat dihubungi Tempo.

Namun, pengiriman pesawat tersebut akan dilakukan secara bertahap. Rencananya, untuk tahun ini baru akan dikirim enam unit pesawat dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan Indonesia.

"Kalau urusan pengiriman itu masalah teknis saja," tambahnya.

Rencananya, pesawat Super Tucano akan dioperasikan oleh Skadron Udara 21 untuk menggantikan peran OV-10 Bronco. Pesawat itu dinyatakan grounded atau tidak lagi dioperasikan oleh Markas Besar TNI Angkatan Udara pada 2009 setelah mengalami sejumlah kecelakaan.

Selain pesawat Super Tucano EMB-314, pemerintah juga tengah menanti kedatangan 24 pesawat hibah dari Amerika Serikat, F16. Namun kedatangan pesawat bekas negeri Paman Sam ini masih membutuhkan waktu cukup lama, pasalnya pesawat tersebut masih dalam proses up-grade.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyatakan sedang menunggu kedatangan dua dari enam pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK2 pada November mendatang. Keenam pesawat itu akan dikirim secara berangsur oleh pabrikan di Rusia sebanyak tiga kali dalam jangka waktu tiga tahun.

Pembelian enam pesawat jet tempur ini diharapkan mampu menambah kekuatan dirgantara Indonesia. Keenam pesawat tersebut rencananya akan melengkapi 10 pesawat serupa yang telah dimiliki TNI AU, hingga genap menjadi satu skuadron. Skuadron Sukhoi ini rencananya akan di tempatkan di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.



View the Original article

TNI AU Segera Miliki Empat Pesawat Tempur Super Tucano EMB-314

on Wednesday, May 30, 2012

30 Mei 2012

Sampai akhir tahun 2012 diproyeksikan 8 pesawat Super Tucano dapat diserahkan kepada TNI AU (photo : Airliners)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menanti kedatangan empat unit pesawat tempur Super Tucano EMB-314 buatan Brazil yang direncanakan tiba pada 28 Agustus 2012.

"Direncanakan pesawat Super Tucano dari Brasil tiba pada tanggal 28 Agustus 2012, namun apabila ada penundaan mungkin di awal September," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Skadron Udara 21 Lanud Abdurachman Saleh, Mayor (Tek) Anton Firmansyah, di Malang, Rabu.

Kedatangan empat unit pesawat tempur Super Tucano EMB-314, kata Anton, untuk memperkuat Skadron Udara 21 dan tentunya bagi seluruh jajaran TNI-AU dalam menjaga kesatuan wilayah Indonesia.

"Untuk yang pertama akan datang empat unit pesawat, dan hingga akhir tahun 2012 direncanakan delapan pesawat Super Tucano tiba di Lanud Abdurrachman Saleh," tambah Anton.

Pesawat tersebut, lanjut Anton, merupakan pesawat tempur taktis yang mampu melaksanakan operasi bantuan tembakan dari udara yang merupakan keunggulan pesawat itu. Dengan rencana itu, Anton menambahkan, TNI-AU juga telah mempersiapkan pilot-pilot terbaik untuk dikirimkan ke Sao Paulo, Brazil.

"Ada 12 orang pilot yang akan dikirim ke Brazil. Saat ini mereka telah ada di Jakarta untuk mendapatkan bimbingan, dan direncanakan pada bulan Juni akan berangkat ke Sao Paulo, Brazil, untuk menyelesaikan pelatihan," kata Anton.

Pesawat tersebut, lanjut Anton, juga telah dipergunakan oleh beberapa negara lain dan merupakan pesawat produksi baru. "Kami telah menyiapkan 'shelter' baru dan saat ini juga sedang dilakukan penyelesaian pembangunan tempat simulator," kata Anton.

Pesawat Super Tucano EMB-314 memiliki mesin tunggal buatan Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), dan memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Kedatangan pesawat tempur itu akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah tidak akan dioperasikan. OV-10 Bronco telah berjasa di berbagai operasi, antara lain Operasi Seroja (1976-1979) di NTT, Operasi Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Operasi Halilintar (1978) di Riau.



View the Original article

4 Pesawat Super Tucano Tiba Maret

on Monday, January 9, 2012

MALANG - Sebanyak empat dari 16 pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Brasil direncanakan tiba pada Maret 2012 untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AU di Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedatangan pesawat tempur itu akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah tidak akan dioperasikan lagi.

"Kami terus menyiapkan pendukung lainnya untuk kedatangan pesawat tempur canggih itu, termasuk pilot khusus yang berusia minimal 24 hingga 35 tahun dan ahli dalam berbahasa Inggris," kata Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Kolonel Pnb Novianto Widadi, Minggu (8/1).

Secara umum, Lanud Abdurrahman Saleh siap menyambut kedatangan pesawat baru tersebut. Kesiapan yang sudah dilakukan, meliputi sejumlah fasilitas pendukung di Lanud Abd Saleh, seperti shelter atau tempat lokasi parkir pesawat, serta 12 pilot khusus yang telah dilatih untuk mengawaki pesawat tersebut.

Dengan tibanya pesawat pada bulan Maret, diharapkan nantinya bisa dipertunjukan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2012. Sementara itu, rencananya pesawat tersebut akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat itu memiliki keunggulan close air support.

Selain itu, pesawat yang memiliki mesin tunggal buatan "Empresa Braziliera de Aeronautica" juga memiliki kemampuan menembakan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Pesawat itu nantinya tidak hanya digunakan sebagai pesawat latih, namun juga digunakan misi pengamanan wilayah perbatasan, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran batas negara oleh pihak lain.

"Total pesawat yang kita pesan sebanyak 16 unit dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012, dan akan ditempatkan pada Skuadron 21 Lanud Abdurrahman Saleh," katanya.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufa’at meresmikan monumen OV-10F Bronco di Lanud Abdurrahman Saleh, Malang.

Ini menjadi penanda berakhirnya masa pakai pesawat OV-10 Bronco. OV-10 Bronco telah di-grounded dan akan digantikan dengan pesawat tempur Super Tucano. Sesaat sebelum peresmian, Kasau menyampaikan harapannya agar dengan memonumenkan pesawat yang memiliki julukan "si kuda liar" atau biasa disebut kampret di jajaran TNI AU ini dapat menjadi sarana untuk mengenang kiprahnya dalam medan laga dan para awak yang telah gugur bersamanya.

OV-10 Bronco telah berjasa di berbagai operasi, antara lain Ops Seroja (1976-1979) di NTT, Ops Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Ops Halilintar (1978) di Riau. Setelah peresmian monumen, Kasau beserta rombongan meninjau Skadron Udara 21 untuk pembangunan shelter pesawat Super Tucano yang akan datang menggantikan pesawat gaek OV-10F Bronco. SB/Ant/P-3

(



View the Original article

Awal 2012, Delapan Calon Awak Super Tucano A-29 Diberangkatkan ke Brazil

on Thursday, December 1, 2011

01 Desember 2011


Pesawat EMB-314/A-29 Super Tucano (photo : Jetphotos)

Malang - Delapan penerbang TNI AU dipersiapkan untuk mengawaki pesawat latih taktis Super Tucano A-29. UNtuk itu, delapan penerbang akan diberangkatkan ke Brasil, negara pembuat pesawat itu.

"Januari 2012, delapan penerbangan kita kirim ke Brazil, sebagai persiapan menjadi instruktur Super Tucano," jelas Kolonel (penerbang) Novyanto Widadi saat berbincang dengan detiksurabaya.com via telepon, Senin (29/11/2011).

Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdulracman Saleh ini mengungkapkan, pemberangkatan delapan calon instruktur itu menyusul rencana kedatangan empat unit pesawat Super Tucano menggantikan Skuadron OV-10F Bronco yang sudah di-grounded.

"Maret 2012, empat pesawat Super Tucano datang dari Brazil kesini (Lanud Abd Saleh,red), karena itu instruktur perlu disiapkan," ungkap Novyanto.

Ia menambahkan, keberangkatan delapan penerbang itu bersamaan dengan personel lain, untuk melengkapi sumber daya manusia pesawat Super Tucano yang mendirikan skuadron sendiri. "Selain calon instruktur juga personel lain jumlahnya sekitar 80 orang, sebagai teknisi dari pesawat itu," beber Novyanto.

Sementara dari delapan penerbang itu, lanjut Novyanto, pangkalan TNI AU Avd Saleh hanya menyumbang empat penerbang. Sisanya diambilkan dari pangkalan TNI AU di seluruh Indonesia. "Dari kita hanya empat orang," sambung Novyanto.

Menurut dia, kehadiran empat pesawat pada Maret 2012 mendatang akan disusul kembali empat pesawat berikutnya setelah enam bulan kemudian.

Pengiriman bertahap itu terus dilakukan hingga pesawat genap berjumlah 16 unit. "Pengiriman bertahap setiap enam bulan, sebanyak empat pesawat," kata Novyanto.




View the Original article