Tarantula 6×6 Armoured Fire Support Vehicle

on Wednesday, June 12, 2013

12 Juni 2013

Doosan DST Tarantula 6x6 (all photos : viggen, knnews, koreaarms)

Doosan DST Telah Mengekspor Kendaraan Tempur Tarantula 6x6 ke Indonesia

Kendaraan tempur beroda pertama yang dikembangkan sendiri oleh Doosan DST Korea telah diekspor ke Indonesia.

Pada tanggal 2 Mei lalu, Doosan DST mengirimkan kendaraan lapis baja beroda jenis kendaraan bantuan tembakan kepada Tentara Indonesia (oleh Angkatan Darat Indonesia dinamakan Tarantula 6x6 - Armoured Fire Support Vehicle/AFSV).

Doosan DST telah menerima pesanan kendaraan 6x6 dari Indonesia pada tahun 2009, dengan berbasis pada kendaraan APC lapis baja Black Fox 6×6, produksi dimulai pada November 2010. Mulai awal 2012 prototipe telah menjalani serangkaian penilaian, baik untuk operasional maupun uji penembakan serta tes lapangan dan pada Mei tahun ini produksi telah diselesaikan.




Kendaraan lapis baja beroda yang diekspor ini mempunyai berat 18 ton dengan kru berjumlah 3 orang (pengemudi, penembak, dan komandan), dan dapat memenuhi persyaratan medan di Indonesia. Kecepatan di darat mencapai 100 km/jam, sedangkan di air dapat melaju dengan kecepatan 8 km/jam. Senjata utama berupa kanon 90mm dan senapan mesin 7.62mm untuk fungsi serbuan, kombinasi senjata tersebut dapat digunakan untuk melawan tank dan operasi melawan gerilyawan.

Pejabat Doosan mengatakan "Kendaraan lapis baja beroda saat ini dibutuhkan oleh negara-negara berkembang, produk ini dapat bersaing dengan produk serupa yang dibuat oleh Turki maupun Rusia, dan kompetitif dalam hal kinerja dan harga, pasar ekspor masa depan yang akan dibidik adalah dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Amerika Selatan," katanya.



Pada tahun 1993 Doosan DST untuk pertama kalinya bagi Korea berhasil mengekspor kendaraan lapis baja roda rantai K200A1 ke Malaysia. 

Kendaraan lapis baja beroda 6X6 yang diekspor ke Indonesia ini dikembangkan dari disain kendaraan lapis baja untuk pasar global.


Kali ini, untuk Angkatan Darat Indonesia dikirimkan 11 unit kendaraan lapis baja beroda dari total 22 pesanan, Doosan DST memproduksi 11 kendaraan lapis baja dan juga melakukan perakitan dengan kubah meriamnya. Kubah meriam 90mm dipasok oleh CMI Defense Belgia dari seri CSE-90 Cockerill Mk3.

Sisanya sebanyak 11 unit akan dikirimkan dalam bentuk semi-rakitan (Semi Knock Down) ke gudang perusahaan pertahanan PT.PINDAD Indonesia untuk dilakukan perakitan. Kendaraan lapis baja Tarantula 6x6 yang dirakit di Indonesia adalah bagian dari kontrak untuk menyediakan 22 Tarantula senilai total $ 70 juta.



Perusahaan pertahanan Indonesia yang disebutkan di atas telah dapat membuat kendaraan lapis baja APC 6x6 dengan berat  11-ton hingga 14-ton, mirip dengan VAB Prancis, dan dikenal sebagai PINDAD APS-3 Anoa. Desain kendaraan tersebut dibuat awal tahun 2006, dan dikembangkan pada tahun 2008. Kendaraan ini bermula dari APS-2 namun setalah dilakukan evaluasi maka dilakukan peningkatan terhadap struktur kendaraan dan kinerjanya sehingga banyak perubahan yang dilakukan.

Indonesia pada tahun 2011, juga melakukan perjanjian dengan FNSS perusahaan Turki yang mengembangkan kendaraan lapis baja Pars 6X6. Melalui perjanjian ini Indonesia mempunyai kesempatan untuk belajar dan melihat teknologi kendaraan lapis baja roda rantai.


PINDAD telah memasok lebih dari 200 kendaraan lapis baja APS-3 Anoa kepada Indonesia dan sekarang tengah diupayakan untuk melakukan ekspor ke Malaysia. Namun, menurut Angkatan Darat Malaysia, rencana modernisasi kendaraan lapis baja Radpanzer Condor 4 × 4 APC dan  Sibmas 6 × 6 AFSV (kendaraan lapis baja yang dilengkapi dengan kanon Cockerill 90mm) akan diganti dengan kendaraan lapis baja dari DEFTECH AV-8 8×8 hasil kerjasama teknis dengan Turki.

Dari perjanjian tahun 2010, 2011,2012 disebutkan juga adanya pasokan 54 meriam artileri 105mm seri KH-178 kepada Indonesia.



View the Original article

Bakorkamla Luncurkan Kapal Bintang Laut

on Monday, June 10, 2013

10 Juni 2013


 KN Bintang Laut 4801 (photo : MetroTVNews)

BATAM-Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut atau Bakorkamla Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto di Batam, Sabtu meluncurkan Kapal Negara Bintang Laut 4801 untuk mendukung kepentingan patroli."Ini merupakan yang pertama, kita membuat sendiri menggunakan biaya APBN," kata Bambang Suwarto seusai peluncuran.

Ia mengemukakan bahwa KN Bintang Laut 4801 buatan PT Palindo Marine Batam, merupakan kapal patroli Bakorkamla pertama yang didanai APBN. Sedang kapal-kapal Bakorkamla yang lain merupakan bantuan dari instasi lain.

Menurut Bambang, kapal itu nantinya akan dilengkapi senjata di depan dan belakang. Senjata itu dinilai cukup, karena KN Bintang Laut hanya menjaga keamanan, bukan untuk pertahanan negara.Bambang menjelaskan bahwa kapal yang diperkirakan beroperasi mulai Juli 2013 itu dilengkapi kamera jarak jauh 20 km dan teknologi satelit sehingga kegiatannya bisa langsung dimonitor dari Jakarta. "Ini termasuk yang tercanggih, sudah terintegrasi dengan sistem di Jakarta," kata dia.



Kapal berkekuatan mesin tiga kali 1.400 horse power itu juga mampu memantau plankton untuk mengetahui daerah potensi ikan. "Jadi nanti bisa memberitahu HNSI daerah yang banyak ikan," kata dia.Pembuatan kapal negara itu, menurut dia, menghabiskan dana sekitar Rp58 miliar yang seluruhnya dianggarkan APBD 2013.

Hingga 2014, katanya, Bakorkamla berencana membuat enam kapal, tiga lainnya pada 2013, yaitu Bintang Laut 4801, Singa Laut 4802 yang masih dikerjakan di Citra Shipyard Batam dan akan diluncurkan Minggu (9/6) dan satu lagi baru akan selesai September 2013 oleh PT Palindo Marine. Direktur Palindo Marine Harmanto mengatakan pembuatan kapal itu memakan waktu sekitar setahun. Kapal dirancang dan dikerjakan oleh sekitar 35 orang yang seluruhnya warga Indonesia.

Menurut dia, stabilitas KN Bintang Laut 4801 merupakan yang terbaik, karena rangka lambung bawah menggunakan baja dan bagian atas terbuat dari alumunium."Bisa dilihat saat peluncuran tadi, tidak ada goyang, stabilitasnya bagus," kata dia.Menurut Harmanto, kapal itu memuat 60 persen konten lokal. Hanya mesin dan alat navigasi yang diimpor.

(Investor Daily)

View the Original article

Tangkal Teroris, Indonesia-Malaysia Latihan Bersama

on Saturday, June 8, 2013

08 Juni 2013
Upacara pembukaan Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesia Darat Samudera Angkasa di Lanud Soewondo Polonia Medan. (photo : TNI, Kompas, MyJointForce)

MEDAN, KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menggelar Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesia Darat Samudera Angkasa (Latgabma Malindo Darsasa) - 8AB/2013 di Medan mulai Jumat (7/6/2013) hingga Rabu (12/6/2013) mendatang.

Tujuannnya untuk memadukan kekuatan kedua negara dalam mengatasi masalah di perbatasan dan wilayah tertentu yang di nilai terkait kepentingan bersama. Tahun ini, latihan difokuskan untuk tingkatan pasukan khusus.


"Latihan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama pada sidang high level committee beberapa waktu lalu. Khusus untuk pasukan khusus," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai upacara pembukaan acara di Lanud Soewondo Polonia Medan, Jumat (7/6/2013).

Kedua pasukan akan menguji dan mengimplementasikan strategi penanggulangan teror. Latihan akan dimulai di pos komando. Selanjutnya, pada Selasa dan Rabu berlanjut di lapangan. Lokasinya di Belawan, Lanud Soewondo dan Hotel Arya Duta Medan.

"Sasarannya adalah pengujian bersama Protap 16 dan 18 penganggulangan teror," kata Agus.


Latihan ini melibatkan 1.228 personel dari kedua negara, terdiri dari 319 orang untuk Komando Gladi, 315 pelaku dan 594 pendukung. Masing-masing angkatan mengerahkan alutsista dan perlengkapannya untuk digunakan dalam latihan.

Angkatan Darat mengerahkan 1 heli Bell-412, 1 heli MI-17, 1 armour halilintar, 2 armour, 1 ambulans, 4 Land Rover Command, 2 truk 3 tin, 2 kendaraan anjing perang, 4 sepeda motor, 1 bus, 2 Decco trailer, 1 rantis, dan 2 truk NPS.


Sedangkan Angkatan Laut menyertakan KRI Makassar-590, KRI Imam Bonjol-383, 1 kapal sasaran (tanker), 4 sea rider, 4 rubber boat, 1 heli Bell, 1 heli Bolcow, 2 truk, 5 Land Rover, 1 ambulans. 

Sementara itu, Angkatan Udara mengerahkan Hercules C-130, 1 Boeing, 1 Fokker-28, 4 Ransus, 2 sepeda motor, 2 Komob, 2 bus, 2 truk, 1 mobil jihandak, 2 mobil PM, 1 mobil Damkar, dan 2 ambulans.


Sementara itu, Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato Sri Zulkifeli Bin Mohd Zin menilai kedua belah pihak siap mengikuti pelatihan ini. "Melihat kesiapan latihan, saya gembira. Saya percaya dan yakin, latihan akan terlaksana baik," katanya.

Sebelumnya, Direktur Latihan Malindo Darsasa-8AB/2013 Brigjen TNI Buyung Lalana mengatakan, masalah teroris identik dengan kemiskinan, kesenjangan sosial, marjinallisme dan radikalisme. TNI dan ATM menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh ajakan teroris.


Selain melakukan latihan, militer kedua negara itu juga akan menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat Kota Medan. Pengobatan digelar di dua tempat dengan target 5.000 pasien, antara lain pengobatan gigi 200 pasien, pembagian kacamata 200 pasien, KB 200 pasien dan pembagian tangan serta kaki palsu untuk 200 orang.

"Kegiatan ini akan melibatkan 26 dokter umum, 8 dokter gigi dari TNI, ATM dan dokter dari Kota Medan," jelas Buyung.

(Kompas)

View the Original article

Lanud Supadio Kini Dilengkapi dengan Rudal QW-3

on Friday, June 7, 2013

06 Juni 2013


Prajurit Batalyon 465 Paskhas TNI AU melakukan ujicoba penembakan rudal QW-3 di Pantai Kura-Kura Singkawang, Kalimantan Barat (photo : Antara)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pangkalan Udara Supadio, Kalimantan Barat memiliki alat utama sistem persenjataan baru yakni rudal QW-3. Uji coba sudah dilakukan di Kura-kura Beach Singkawang.


Sasaran tembak bergerak rudal QW-3 berupa pesawat drone tipe S-70 (photo : Antara) 

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga, Kamis (6/6/2013) menjelaskan, QW-3 akan memperkuat sistem alutsista Lanud Supadio. "Kami memiliki wilayah tanggung jawab hingga ke perbatasan dengan negara tetangga. Rudal ini akan meningkatkan sistem alutsista TNI AU di Kalbar," kata Novyan. Rudal QW-3 akan dioperasikan oleh Pasukan Khas TNI AU Batalion 465, Kalbar.

Ini adalah jenis rudal untuk perlindungan obyek vital langsung, jika pesawat musuh masih bisa menembus pertahanan udara di dua ring sebelumnya. Uji coba rudal ini dilakukan di Singkawang Rabu kemarin. Rudal diuji coba untuk menembak pesawat drone S-70 dan umpan yang dilepaskan oleh S-70.

(Kompas)

View the Original article

Qnective Rolls out Secure Mobile Communications for Defence to Indonesia

on

07 Juni 2013

Using Qtalk Defense able to exchange encrypted voice and data with one another confidentially and without the risk of third parties eavesdropping (photo : Qnective)

Qnective Rolls out Secure Mobile Communications Solution to Indonesia

The Swiss company Qnective  (http://www.qnective.com) has received a major order for its software solution Qtalk Defense for 120,000 users. This will incorporate the building of a secure communications network for various military and governmental organisations in Indonesia by using the public mobile networks. Members of each of these organisations will be able to exchange encrypted voice and data with one another confidentially and without the risk of third parties eavesdropping. Qtalk Defense is set up on standard smartphones (Android, Blackberry, iOS, Windows). Investing in additional digital networks has been avoided by using the existing public mobile networks.

The geographical situation of Indonesia, a country with more than 17,000 islands, made it essential for the Indonesian government that the secure communications solution is using the existing GSM networks. Like this, little additional customer costs for new hardware or infrastructure were generated. These challenges were mastered by the design and implementation of Qnective's mobile software solution, Qtalk Defense. Qtalk Defense is running on commonly held Android, Blackberry and iOS devices.

Qtalk Defense: Military grade encryption standard

Qtalk Defense is a communication solution that enables telephony, chat and SMS messaging services implementing sophisticated security mechanisms to protect the information when transmitted over any type of IP access network. Qtalk Defense belongs to the Qtalk family and it is specifically designed for governmental offices, public organizations or military departments requiring strong protection in their daily communications when using mobile devices or desktop computers. Moreover, the customer can request project-specific adaptations like, for example, replacing the encryption algorithms or other security parameters in the product. For Indonesia, the outline agreement includes the licenses for 120,000 users, training and support as well as the handling of the network operations on site with local partners

(PRNewswire)

View the Original article

37 Tank BMP-3F Akan Datang Tahun Ini

on Thursday, June 6, 2013

05 Juni 2013

Tank BMP-3F buatan Rusia (photo : Defense Studies)

37 tank Rusia segera perkuat Marinir TNI AL

Batam (ANTARA News) - 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir akan tiba tahun ini selain  kapal perang buatan dalam dan luar negeri.

"Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alat utama sistem senjata (alutsista) akan terus datang lagi," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio.

Marsetio mengemukakan hal itu usai peletakan batu pertama Pembangunan Batalyon Marinir 10 di Pulau Setokok Kota Batam, Rabu.

"....akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," kata 
Marsetio. 

Ia mengatakan, Markas Besar TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat "LST" (Landing Ship Tank) dari PAL, KRC (Kapal Cepat Rudal)  dari Palindo Marine Batam dan kapal fregat dari Inggris.

"Selain itu, masih ada kapal hidrografi, 11 helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci," papar Marsetio.



View the Original article

Dutch Firm Gets Green Light for Military Exports to Indonesia

on

05 Juni 2013


Indonesia signed a purchase of one Sigma 10514 frigate on June 2012 worth USD 220 mio (€168 mio). The value of €345 mio likely a purchase of two frigates (photo : Defense Studies)

The cabinet has given the green light to a Dutch firm to export frigate parts to the value of €345m to Indonesia, the NRC reports on Wednesday.

The company, which was not named in the parliamentary briefing, will make the deliveries via a shipyard in Romania and another in Indonesia, the NRC said. The ships themselves will be built in those countries.

This procedure, says the cabinet, does not conflict with European Union criteria on weapons exports.

Last year, the planned export of tanks to Indonesia was cancelled after a majority of MPs said they were concerned about the human rights situation in the former Dutch colony.

(DutchNews)



View the Original article

Latihan Philindo XXVII/13 Berjalan Sukses

on Tuesday, June 4, 2013

03 Juni 2013

PS-19 BRP Miguel Malvar dan PS-20 BRP Magat Salamat (photo : EMC)

Penutupan Patkor Philindo XXVII/13 di Mako Lantamal VIII

Manado.(29/5). Patroli Terkoordinasi (Patkor) antara Philipina dan Indonesia (Philindo) ke XXVII tahun 2013 secara resmi ditutup oleh Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Timur (Guskamlatim) Laksma TNI Wuspo Lukito di ruang serbaguna Mako Lantamal VIII. Rabu (29/5).

Hadir dalam upacara tesebut pejabat TNI AL diantaranya Danlantamal VIII Manado Laksma TNI Guguk Handayani,  Wadan Lantamal VIII Kolonel Marinir F. Saud P. Tamba Tua, Asintel Danguskamlatim Kolonel Laut (P) Para Asisten Danlantamal VIII, Kadis/Kasatker Lantamal VIII, Komandan KRI Kerapu-812 Mayor Laut (P) Kusumo Atmojo. Sedangkan pejabat dari Pemerintah Republik Philipina, Consulate General Philipina Mr. Jose Burgos, Capt Antonio Antonio Habulan Komandan Naval Forces Eastern Mindanao (NFEM), Capt Vicente Severino David PN Deputy Komandan Easmincom, beserta komandan kapal perang BRP Miguel Malvar PS 19 dan BRP Magat Salamat PS 20.

Upacara tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Patkor Philindo ke XXVII tahun 2013 yang telah dilaksanakan selama sepuluh hari mulai tanggal 20 - 29 Mei 2013 di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Philipina. Sebelumnya upacara pembukaan Patkor Philindo XXVII/13 dilaksanakan di ruang serbaguna Mako NFEM oleh Capt Severino Vicente T. David, Deputi Commander Eastmincom.

Dalam sambutan tertulisnya, Danguskamlatim mengatakan bahwa laut memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai jalur komunikasi tetapi sebagai jalur perdagangan, selain itu laut juga memiliki sumber daya alam yang sangat potensial. Dalam perubahan dunia dan lingkungan strategis regional, keamanan maritim menjadi isu global dan regional, sehingga dibutuhkan kerjasama dan upaya lain dari negara-negara tetangga dan negara-negara sekitarnya untuk menjamin keamanan kegiatan maritim.

Lebih lanjut beliau mengatakan, bahwa apabila stabilitas keamanan maritim di negara domestik dapat terpelihara dengan baik maka akan meningkatkan stabilitas negara-negara disekitarnya. Oleh karena itu kerjasama antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Philipina harus diperkuat dan Patkor Philindo adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.

Patroli Terkoordinasi di Daerah Operasi Patkor sesuai dengan perjanjian tahun 1975 antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Philipina, dengan tujuan untuk adalah menjaga keamanan maritim di perbatasan Indonesia dan Philipina.

KRI Kerapu 812 (photo : EMC)

Dalam pelaksanaan Patkor Philindo XXVII tahun 2013, TNI AL mengerahkan KRI Kerapu-812 yang merupakan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim dan beberapa personel kesehatan dari Lantamal VIII. Sedangkan dari pihak NFEM Philipina mengerahkan kapal perang BRP Miguel Malvar PS 19 dan BRP Magat Salamat PS 20.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan selama Patkor Philindo berlangsung diantaranya latihan untuk menguji interoperabilitas unsur Patkor meliputi latihan formasi tempur dan komunikasi antar unsur kapal perang, bakti sosial (Military Civic Action Project) dengan sasaran masyarakat kedua negara di Pulau Balut (Philipina) dan Pulau Marore (Indonesia), repatriasi tiga warga negara Philipina (WNP) dari Indonesia, courtesy call ke pejabat negara kedua negara dan pertandingan olah raga persahabatan antar kedua negara.

Kegiatan latihan Patkor yang dilakukan oleh unsur kapal perang meliputi latihan penanganan/pembebasan kapal yang disandra musuh, sailing passed, penentuan titik lego jangkar, Replenishment At Sea (RAS), pembersama Kegiatan bhakti sosial yang dilaksanakan meliputi khitanan masal sebanyak 86 anak, pemeriksaan dan pengobatan gigi 53 orang, pemeriksaan dan pengobatan penyakit umum 137 orang, operasi tumor 2 orang, potong rambut gratis 129 orang, pembagian bubur kacang ijo 200 gelas serta pembagian beras sumbangan KJRI  1250 kg kepada 125 kepala keluarga.

Kegiatan tambahan bahkti sosial dan Military Civic Action Program (MCAP) yang dilaksanakan di Pulau Balut dan Pulau Marore merupakan kegiatan untuk yang pertama kali. Hal ini merupakan peningkatan kegiatan dalam bidang kerja sama antara kedua negara khususnya angkatan bersenjatanya. Dalam Sidang ke-31 Tingkat Ketua Republik Indonesia – Republik Philipina Border Committe yang dilaksanakan di Makasar pada tanggal 20 – 21Pebruari 2013, kedua belah pihak telah bersepakat untuk juga melakukan bakti sosial pada saat pelaksanaan Patkor Philindo dan hasil rapat koordinasi Patkor Philindo di Mako Eastern Mindanao Command pada tanggal 16 Mei 2013.

Kegiatan Bakti Sosial dilaksanakan di gedung olahraga kecamatan P. Balut, dengan diikuti oleh masyarakat yang berasal Pulau Balut dan Pulau Sarangani yang merupakan bagian dari wilayah Philipina. Dimana di kedua pulau tersebut dihuni oleh Warga Negara Philippina dan Warga Negara Indonesia yang telah berdomisili di sana sejak lama. Pelaksanaan bakti sosial/MCAP ini mendapat dukungan dari aparat pemerintahan daerah di Pulau Balut mengingat telah membantu masyarakat kedua negara yang berada di wilayah Pulau Balut dan Sarangani khususnya dalam hal kesehatan. Demikian pula halnya dengan masyarakat P. Marore yang merupakan pulau terluar dari wilayah Indonesia yang berbatasan langsung negara Philipina. Masyarakat ketiga pulau yang menjadi obyek bakti sosial tersebut terlihat sangat antusias mengikuti MCAP seraya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini kedepannya dapat selalu dilaksanakan. Adapun obat-obatan yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari Easmincom, Lantamal VIII Manado dan KJRI Davao City, sedangkan sumbangan beras dari KJRI telah didistribusikan di Pulau Balut dan Pulau Marore.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Danguskamlatim berharap agar pelaksanaan Patkor Philindo XVII tahun 2013 ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan antara lain sebagai wadah untuk mempromosikan pemahaman yang lebih besar antara Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Filipina, untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah teritorial perairan antara Indonesia dan Philipina serta untuk sebagai penghubung dari kedua Angkatan Laut dalam konsultasi dan mendiskusikan isu-isu untuk kepentingan bersama.

(TNI AL)

View the Original article