Kevin Rudd Set to Give C-130H and Boats to Indonesia

on Tuesday, July 2, 2013

01 Juli 2013

RAAF C-130H Hercules (photo : Jubes474)

Kevin Rudd set to give planes and boats to Indonesia in visit this week

Kevin Rudd will take a kitbag of goodies to Indonesia this week as he seeks more help from that county to curb the boat flow.

The secondhand C-130 Hercules planes that Indonesia was going to buy at “mates rates” will now be a gift, and there will be patrol boats (customs not naval) thrown in. There could also be developmental aid.

The whole package could cost hundreds of millions of dollars.

The decision to make a gift of the planes and provide the boats was taken before last week’s leadership change, in preparation for Julia Gillard making this trip.

Rudd will be in Jakarta and Bogor on Thursday and Friday for the third Indonesia-Australia Leaders' Meeting. The discussions will be broad but being seen to be able to do something to combat the boat inflow is vital as Rudd moves towards the election.

The patrol boats will assist with border protection but the free gift of the C-130s, which are transport planes, is about putting the Indonesians in a mood to be helpful generally on the border issue.

The trip plays to Rudd’s strengths. He’s naturally at home on the foreign stage and has a good relationship with President Susilo Bambang Yudhoyono.

Gillard’s experience with Indonesia was mixed. The suspension of the live cattle trade caused great tension in the relationship. Rudd, foreign minister at the time, distanced himself by letting it be known he hadn’t been consulted; he later got involved in negotiations to sort things out. On the other hand, the regular leadership dialogue with Indonesia started (in late 2011) under Gillard.

While Rudd will be striving to come out of these talks with an impression that he has momentum in tackling people smuggling, previous experience indicates what’s said doesn’t always match what’s done on the issue.

Read full article The Conversation

View the Original article

TNI AD dan Kemhan Ajukan Tambahan Rp 6 Triliun untuk Pembelian Apache

on Sunday, June 30, 2013

29 Juni 2013


Helikopter serang AH-64D Apache (photo : military-wallpaper)

TNI AD Ajukan Rp6 Triliun Beli Helikopter Serang dari AS

Solopos.com, SEMARANG – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Mabes TNI AD telah mengajukan tambahan anggaran khusus senilai Rp6 triliun untuk pembelian sejumlah helikopter serang Apache dari Amerika Serikat beserta persenjataannya.

”Pemerintah Amerika Serikat sudah menyetujui pembelian helikopter Apache. Sekarang sedang proses negosiasi harga,” ungkap di Semarang, Sabtu (29/6/2013).

Sebab harga satu unit helikopter Apache sangat mahal yakni senilai US$40 juta atau sekitar Rp388 miliar. ”Saat ini tim khusus dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD, sedang melobi pemerintah Amerika Serikat mengenai harga helikopter Apache,” imbuhnya.

Keberadaan skadron Apache itu, kata Menhan, untuk melengkapi kekuatan militer Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.


”Selain TNI AD, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan helikopter antikapal selam dan membuat armada perusak kawal rudal,” ujarnya.

(Solopos)

View the Original article

Paskhas Gelar Latihan "Trisula Perkasa 2013"

on Friday, June 28, 2013

27 Juni 2013

Kegiatan Latihan Trisula Perkasa 2013 (all photos : Korpaskhas)

Prajurit Batalyon 464/Paskhas Ikuti "Trisula Perkasa 2013"

Surabaya (Antara Jatim) - Prajurit Batalyon 464/Paskhas mengikuti Latihan Puncak Korpaskhas bersandi "Trisula Perkasa 2013" yang dipusatkan di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Markas Lanud Eltari Kupang.

Penerangan Paskhas dari Kupang melaporkan kepada Antara bahwa latihan yang melibatkan ratusan unsur pasukan seluruh jajaran Korpaskhas itu juga melibatkan Batalyon 464 Paskhas yang bermarkas di komplek Lanud Abd. Saleh Malang.



Latihan yang dibuka Dankorpaskhas pada minggu lalu itu juga mengerahkan empat pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Halim PK, Skadron Udara 32 dari Bandara Abd Saleh Malang, dan satu pesawat CN-295 serta personel Lanud Eltari, Kupang, NTT.

Kegiatannya diawali dengan gladi posko yang dipusatkan di Mako Korpaskhas dan sebelumnya telah dilaksanakan penataran pelaku dan wasdal untuk bekal latihan, lalu manuver lapangan dilaksanakan pada 23-28 Juni 2013.

Dalam latihan itu, Yon 464 Paskhas melibatkan Tim Dalpur (Pengendali Tempur), Tim Dallan (Pengendali Pangkalan), Tim Jump Master, dan Tim SARPUR (SAR Tempur). Unsur Tim Pengendali Tempur dikomandani langsung oleh Danyon 464 Paskhas, Letkol Pasukan Joko Prasetyo.



Tim Dalpur melaksanakan infiltrasi melalui udara menuju sasaran terpilih yakni Pangkalan TNI AU Eltari Kupang pada malam hari dengan melakukan penerjunan "free fall" dengan metode HAHO (High Altitude High Opening).

Selanjutnya, setelah Tim Pengedali tempur menyatakan aman sasaran tersebut, maka satuan Yonbuthanlan yang diterjunkan melalui terjun statik melakukan operasi perebutan dan pertahanan pangkalan agar pangkalan tersebut siap digunakan operasi selanjutnya.

Trisula Perkasa merupakan sandi latihan puncak Korpaskhas yang digelar dalam setiap tahun dan dilaksanakan sebagai manifestasi dari hasil pembinaan yang dilakukan Korpaskhas dan juga merupakan wujud akuntabilitas publik dan pertanggungjawaban Korpaskhas di bidang pembinaan kepada TNI Angkatan Udara, dan kepada Bangsa dan rakyat Indonesia.



Latihan bersandi Trisula Perkasa Korpaskhas 2013 itu bertemakan "Satgas Paskhas Melaksanakan Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara di Wilayah Indonesia Timur Dalam Rangka Mendukung Tugas Komando Tugas Udara Gabungan".

Sebelumnya (21/6), Pasmar-1 menggelar Latihan Posko-1 Aspek Laut dalam rangka program latihan triwulan III-2013 untuk mewujudkan kesiapsiagaan personel dan operasional. 

(Antara Jatim)

View the Original article

Freire Shipyard Build a Sailing Tall Ship for Indonesia

on Wednesday, June 26, 2013

25 Juni 2013

OLIVER DESIGN is developing the Architectural Design and Turnkey accommodation of the new Sailing Tall Ship for the Indonesian Navy to be built by Astilleros Freire in Vigo (photo : Oliver Design)

The Freire shipyard  from Vigo, Spain has finally awarded the construction of a navy sailing tall ship (schooner) Indonesia, with an investment of 70 million dollars (52 million euros), after submitted to a public competition in which he had been a finalist, along with Polish shipyard, as confirmed to Europa Press reported sources close to the operation.

Thus, the company is finalizing the paperwork to close the deal, and that it has completed the period for comment and no complaints were filed regarding the outcome of the contest. In any case, the sources caution that no work would begin this ship until early next year.

The construction of the training ship, awarded on a competitive bidding process of the Ministry of Defence of the Republic of Indonesia, is workload for two years and would employ 63 workers Freire template and hundreds of industry workers Auxiliary.


This is a schooner of 110 meters in length, with rig type Bricbarca and 3350 meters square sail. It will have capacity to accommodate 200 people on board, of which 120 are cadets in training, as explained by the shipyard.

Acknowledgements

Paulino Freire Shipbuilding thanked the efforts and support of the President of the Xunta, Alberto Nunez Feijoo, and the Ministries of Defense and Industry. Also, the company has confirmed that, "soon", a delegation from China travel to the shipyard to formalize the contract.

Moreover, the shipyard, whose workers are affected by a Redundancy Temporary Employment and rotary (early March to end of August), remains "open trading several fronts" to obtain contracts with Saudi Arabia, Norway or India. The company also plans to deliver in coming days the 'Discovery', the most advanced research vessel in the world in its category, commissioned by a scientific research organization in Britain.

(EuropaPress)

View the Original article

Skuadron 100 Helikopter Anti Kapal Selam Siap Dihidupkan Kembali

on Saturday, June 22, 2013

22 Juni 2013

Helikopter anti kapal selam diperkirakan mempunyai bobot 5 ton yang diseuaikan dengan standar helikopter yang dapat dibawa oleh korvet kelas Diponegoro dan fregat kelas Ahmad Yani (photo : Awomir Baran)

Oktober 2014, Puspenerbal Terima 11 Helikopter Anti Kapal Selam Baru

SURYA Online, SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio mengungkapkan kesiapan pendirian kembali Skuandron 100 di Lanudal Juanda. 

“Proses pendirian kembali skuadron 100 sedang dalam persiapan. Mulai dari fasilitas gedung, hangar, fasilitas sarana dan prasaran, mekanik, dan penerbang pun sudah dalam proses,” kata Marsetio disela kegiatannya menerima brevet penerbangan Angkatan Laut dan dikukuhkan sebagai warga kehormatan penerbangan Angkatan Laut, Jumat (21/6/2013).

Skuadron 100 sendiri merupakan skuadron udara untuk helikopter jenis anti kapal selam. 

Menurut Marsetio, dulunya Penerbangan TNI AL pernah memilik skuadron ini di tahun 1960an. 

Namun karena pesawatnya tidak ada, skuadron ini dilebur dengan skuadron lainnya. 

Selanjutnya di tahun 2013 ini, skuadron 100 akan kembali dihidupkan, dengan paling lambat tanggl 5 Oktober 2014, helikoper Anti Kapal Selam (AKS) ini akan sudah datang dan melengkapi penghidupan kembali skaudron udara 100. 

”Helikopter AKS yang akan datang sebanyak 11 unit. Untuk pembuatnya, masih dalam proses lelang. Ada dua produksen yang sedang mengikuti tahap lelang,” jelas Marsetio.

Untuk nilainya, Marsetio mengaku tidak bisa mengungkapkan, karena hal tersebut merupakan wewenang dari Kementrian Pertahanan.

(Surya)

View the Original article

Tiga Unit Pesawat CN-235 Akan Segera Perkuat TNI AL

on Thursday, June 20, 2013

18 Juni 2013


CN-235 Patmar untuk TNI AL (photo : Kaskus Militer)

Dalam waktu dekat ini, TNI AL akan menerima pesawat udara CN-235 buatan PT. Dirgantara Indonesia sebanyak tiga unit. TNI AL juga akan terus meningkatkan kemampuan Penerbangan TNI AL tidak hanya personilnya, tetapi juga peralatannya, serta akan menambah alutsista dari luar negeri seperti helikopter antikapal selam, helikopter latih dan alat-alat pengintaian yang nantinya akan digunakan untuk maritime patrol area.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sataf Angkatan Laut dalam amanatnya yang dibacakan Asisten Operasi Kasal (Asops) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., saat selaku inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun Penerbangan Angkatan Laut yang genap memasuki usia 57 tahun, yang digelar dalam suatu upacara militer bertempat di hanggar Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Senin (17/6). Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Penerbangan Angkatan Laut tahun 2013 ini adalah: “Dengan Semangat Dharma Jalakaca Putra, Penerbangan Angkatan Laut Siap Mengefektifkan Pembinaan Kekuatan dan Kemampuan dalam rangka Mendukung Kesiapsiagaan Operasi”.

Menurut Kasal pembangunan kekuatan alutsista Penerbangan Angkatan Laut akan terus digalakkan. Setelah menerima tiga buah helikopter N-Bell 412 EP yang memperkuat Penerbangan Angakatan Laut, ke depan TNI Angkatan Laut akan terus mengembangkan kekuatannya yang memiliki kemampuan stricking force. Alutsista ke depan diarahkan pada kekuatan yang memiliki kemampuan  setidaknya sebanding dengan kemampuan yang dimiliki negara tetangga, yang difokuskan pada pengadaan enam helikopter antikapal selam (AKS) dan enam antikapal permukaan (AKPA) serta kekuatan pesud patroli maritim (Patmar) sebanyak enam buah yang sedang dibangun oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Selama 57 tahun masa pengabdiannya, Penerbangan Angkatan Laut telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap tugas pokok TNI Angkatan Laut di berbagai penugasan, baik operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) di segenap penjuru tanah air maupun di luar negeri. Penerbangan TNI Angkatan Laut telah banyak berkiprah, memberikan pengabdian dan darma baktinya dalam berbagai tugas operasi, sebagaimana saat ini, cukup memberikan citra positif bagi Penerbal dengan keikutsertaannya dalam mendukung kegiatan satgas maritim TNI, yaitu dengan menyertakan satu unit Heli BO-105 on board di KRI Diponegoro-365, yang saat ini tengah melaksanakan satgas maritim TNI MTF 5 Konga 28 E/Unifil di Lebanon.

Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penganugerahan Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun, Satya Lencana Kesetiaan 16, dan Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun bagi prajurit Penerbangan Angkatan Laut yang dinilai layak serta berprestasi. “Untuk itu, saya mengucapkan selamat dan penghargaan tinggi bagi para sesepuh penerbang TNI Angkatan Laut, yang berhasil meletakkan pilar-pilar kejayaan penerbangan TNI Angkatan Laut dan mengenang air crew yang gugur di medan tugas,” kata Kasal.


CN-235 akan menggantikan pesawat N-22/N-24 Nomad dalam Skuadron 800 Patroli Maritim (photo : Scramble)

Dalam kesempatan tersebut Kasal juga mengajak seluruh  peserta upacara untuk sejenak menelusuri kembali sejarah tentang perkembangan Penerbangan TNI Angkatan Laut. Dari ide pembentukan organisasi Penerbangan Angkatan Laut  pada masa revolusi sampai dengan direalisasikannya para pemuda indonesia untuk direkrut sebagai penerbang, navigator, teknisi dan pengatur lalu lintas udara,  hingga terbentuknya Biro Penerbangan Angkatan Laut pada 17 juni 1956 yang kini diperingati sebagai lahirnya hari Penerbangan Angkatan Laut.

Kehadiran Penerbangan Angkatan Laut merupakan jawaban rasional terhadap perkembangan strategi dan taktik operasi laut sejalan dengan kemajuan teknologi militer. Unsur utama Penerbangan Angkatan Laut yaitu pesawat udara, mempunyai keunggulan dalam aspek kecepatan, fleksibilitas, dan daya gempur yang sangat mendukung tugas-tugas kekuatan utama Angkatan Laut yaitu kapal perang. Berdasarkan berbagai keunggulan tersebut Penerbangan Angkatan Laut mampu diproyeksikan untuk mengemban berbagai penugasan seperti pengintaian, patroli laut, peperangan antikapal permukaan, peperangan antikapal selam, serta bantuan tembakan udara, penerjunan pasukan pendarat dalam operasi amfibi, dan lain sebagainya.

Di akhir amanatnya, Kasal menekankan agar ke depan, jajaran penerbangan TNI Angkatan Laut perlu terus meningkatkan kemampuan, agar mampu menghadapi dan mengantisipasi derasnya arus dinamika perkembangan lingkungan strategis. ”Tingkatkan kesiapan dan kemampuan pesawat udara serta profesionalisme pengawak Penerbangan TNI Angkatan Laut, agar mampu mengawal garis depan perairan yurisdiksi nasional Indonesia,” tegasnya.

Dalam upacara peringatan juga ditampilkan demo pertahanan pangkalan yang melibatkan dua buah pesawat tempur F 16 milik TNI Angkatan Udara, prajurit Korps Marinir (Batalion Taifib dan Zeni), prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), prajurit TNI Angkatan Darat (Arhanudse-VIII), dan ditutup dengan defile pasukan.

(TNI AL)

View the Original article

Wamenhan Melaksanakan Keel Laying LST Ke-3

on

19 Juni 2013

Kapal Landing Ship Tank yang dibuat oleh PT Daya Radar Utama, Lampung (all photos : rifa-cari)

Acara Keel Laying Kapal Angkut Tank-3 TNI AL di Galangan Kapal Lampung

Jakarta -- Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) Letjen (Purn) Sjafrie Syamsuddin melaksanakan acara Keel Laying (Peletakan Lunas Kapal) pembangunan Kapal Angkut Tank-3 TNI Angkatan Laut di galangan kapal Srengsem Panjang, Bandar Lampung, Selasa (18/6).

Dalam acara tersebut Wamenhan didampingi Asrenum Panglima TNI Laksamana Madya Among Margono dan pejabat Kemenhan serta Pejabat Mabes TNI, Mabes TNI Angkatan Darat, Mabes TNI Angkatan Laut, Kasarmabar Laksma TNI M. Atok Urrahman, Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (E) Ir. Fery Sidjaja, Forkopinda Lampung dan pejabat TNI-Polri yang ada di wilayah Lampung. 

Acara Keel Laying di tandai dengan penekanan tombol bersama tanda dimulainya kegiatan peletakan lunas oleh Wamenhan Letjen (Purn) Sjafrie Syamsuddin, Aslog Kasal Laksda TNI Sru Handayanto dan Waaslog Kasad Brigjen TNI Bayu Purwiyono. 


Dalam sambutannya Wamenhan mengatakan, kapal angkut tank ketiga yang dibangun di dalam negeri ini, memiliki kekhususan yang tidak dimiliki kedua generasi kapal angkut tank sebelumnya karena kapal ini diproyeksikan untuk mampu mengangkut 10 unit main batlle tank TNI Angkatan Darat beserta dua kendaraan pendukung.

Peletakan Keel  pada saat kapal akan dibangun merupakan peristiwa penting dalam konstruksi kapal, sehingga acara tersebut sering ditandai dengan upacara dan merupakan Fase awal dari semua kegiatan yang signifikan. Lunas atau Keel terletak di tengah kapal dari haluan ke buritan dan berfungsi sebagai dasar atau tulang belakang struktur lambung dan member kontribusi besar pada kekuatan longitudinal dan loading efektif local pada saat docking. 

Selanjutnya, untuk tahapan-tahapan dalam pembangunan sebuah kapal dimulai dari kegiatan Steel Cutting, Keel Laying, Engine Loading, Launching, Uji coba dan diakhiri dengan penyerahan. 

Dengan dibangunnya kapal tersebut, membuktikan bahwa industri pertahan dalam negeri Indonesia telah mampu terlibat dalam teknologi militer dan dengan kemandirian Industri Strategis dalam negeri dapat berbicara di tingkat kawasan.

(Armada Barat)

View the Original article

Produksi Panser Anoa Digeber untuk Memenuhi Pesanan 150 Unit Kedua

on

19 Juni 2013

Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad pesanan TNI AD (photo : Angkasa) 

Produksi Panser Anoa Digeber

Setelah TNI memesan 150 panser Anoa produksi Pindad pada tahun 2008, pabrik persenjataan di Bandung, Jawa Barat yang sudah berstatus BUMN  itu seperti  mendapat pasokan darah segar. Jumlah total dana yang dikucurkan pemerintah untuk membeli 150 unit panser Anoa melebihi Rp 1 trilliun sehingga operasional produksi Anoa pun berjalan lancar.

Tidak hanya merampungkan 150 unit panser Anoa, para teknisi senjata Pindad saat ini juga sedang menggeber produksinya demi memenuhi pesanan TNI yang jumlah totalnya  ( termasuk pesanan 150 unit pertama) , mencapai lebih dari 300 unit.  Anoa yang sudah dioperasikan bahkan ada yang dikirim ke Lebanon guna mendukung tugas Pasukan Perdamaian PBB Indonesia, Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.

Kendaraan taktis Komodo 4x4 pesanan TNI AD (photo : Angkasa) 

‘’Sebanyak 150 Anoa, saat itu dipesan langsung oleh Bapak Wapres Yusuf Kalla. Itu merupakan kejutan sekaligus tantangan karena Pindad belum memiliki pengalaman memproduksi panser. Tapi berkat kerja keras Pindad akhirnya berhasil mewujudkan panser yang dipesan oleh pemerintah,’’ papar Tuning Rudyati, Kepala Departemen Humas dan Hukum Pindad kepada Angkasa di Pindad, Bandung, Jawa Barat (14/6). 

‘’Saat ini kami sedang bekerja keras untuk memenuhi pesanan Anoa dari TNI dan juga Malaysia. Dengan kemampuan Pindad memproduksi  sebanyak 80 unit Anoa per tahun, kami yakin pesanan dari para konsumen bisa dipenuhi,’’ tambah Tuning.

Selain panser Anoa, Pindad juga memproduksi kendaraan taktis (rantis) Komodo hasil rancangan tahun 2011. Rantis yang sudah dicoba ini memiliki sejumlah kemampuan seperti  lincah bergerak di medan berlumpur, berpasir, jalur terjal dengan tanjakkan 31 derajat dan kemiringan 17 derajat  serta kemampuan jelajah hingga 450 km. 

(Angkasa)

View the Original article