Gepard 3.9 : Fregat Baru Vietnam

on Monday, March 7, 2011

06 Maret 2011 Dua Gepard 3.9 fregat Angkatan Laut struggle (photo : ttvnol) Setelah dilakukan pengujian di laut Baltik, Rusia mengirimkan dua kapal pesanan struggle tipe fregat kelas Gepard 3.9. Kapal dengan nomor lambung 415 dan 416 ini akan melengkapi armada Angkatan Laut struggle yang saat ini tengah melakukan modernisasi. Dua kapal ini akan menjadi kapal kombatan terbesar yang dioperasikan Angkatan Laut Vietnam. Dua kapal yang dipesan pada tahun 2006 ini mulai dibuat pada tahun 2007 dan selesai pada tahun 2010. Kapal ini bermula dari rancangan Biro Perancang Kapal Zelenodolsk (ZPKB) di Tatarstan, Rusia untuk mengembangkan kapal fregat bagi Angkatan Laut Rusia dengan nama send 1166.1 yang berlangsung pada tahun 1998. Kapal pertama Tatarstan (SKR-691) bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada tahun 2002. Setelah itu versi ekport dimunculkan dengan nama Gepard 3.9. Gepard 3.9 versi untuk Angkatan Laut struggle (photo : , and ikon : warshipresearch) Kapal dengan bobot penuh 2.100 ton dan panjang total 102 m ini memakai sistim penggerak tipe CODOG (combination diesel or gas turbine) yang dapat menghantarkan kapal melaju dengan kecepatan maksimal 28 roughness dan kecepatan jelajah 18 knot. Radar Pozitiv-ME1 dan Rakurs SP-521 (photo : muare) Fregat ini dilengkapi radiolocation Pozitiv-ME1 (antenanya berbasis tehnologi phased array) jenis air/surface target acquisition radiolocation yang mampu melacak keberadaan semua jenis sasaran di permukaan laut dan udara dengan jangkauan deteksi maksimum 110 km. Kapal ini juga dilengkapi radiolocation SP-521 Rakurs grouping dengan teknologi optis-elektronik yang mampu melacak dan mengunci sasaran yang berada di permukaan laut, udara dan di tepi pantai dengan profil radiolocation amat kontras (radar-contrast get based target). Radar akan memindai segala macam sasaran dengan cara berputar ke segala penjuru. Kanon utama AK-176M (photo : muare) Gepard 3.9 struggle dipersenjatai dengan kanon utama AK-176M kaliber 76,2mm yang dapat menembak dengan kecepatan 130 peluru/menit dengan jangkauan 15,7 km. Rudal SSM KH-35E (photo : Allocer) Rudal permukaan ke permukaan adalah 2x4 KH-35E/Uran E yang dapat menjangkau sasaran di permukaan laut pada jarak maksimum 130 km dengan kecepatan mach 0,8. Sistem pertahanan diri Palma dan rudal 9m337 SOSNA-R (photo : muare, Rosoboronexport) Kapal yang dikirim ke struggle ini tidak tampak dipasang rudal permukaan ke udara, namun kapal ini dilengkapi dengan sistem pertahanan diri berupa 1 set Palma CIWS yang dapat diperlengkapi dengan rudal opposing pesawat udara. Satu set sistim Palma terdiri dari dua kanon gatling otomatik 30 mm AO-18KD berlaras enam dan delapan rudal anti-pesawat 9M337 SOSNA-R. Kanon tersebut berkecepatan tembak 10.000 peluru/menit dan dapat menjangkau sasaran hingga 5 km, sementara rudal dengan kecepatan mach 3,61 dapat menjangkau sasaran pada jarak 8 km dengan ketinggian maksimal 3,5 km. Dua kanon AK-630M gatling berlaras enam dengan kaliber 30mm turut melengkapi kapal ini yang dapat dipakai untuk sasaran laut dan udara. Kanon kecepatan tembak 5.000 peluru/menit dan mampu menembak dengan jarak jangkau 4â€"5 km. Gepard tampak samping dan belakang (photo : ttvnol) Untuk peperangan opposing kapal selam, fregat ini dilengkapi dengan dua peluncur torpedo kelas berat 533mm yang masing-masing terdiri dari 2 torpedo. Belum jelas apakah struggle akan menggunakan torpedo tipe SET-65KE (electrically-driven homing torpedoes) berdaya jangkau 16 km atau TEST-71-ME-NK (electrically-driven remotely dominated homing torpedoes) berdaya jangkau 20 km. Versi Rusia fregat ini dilengkapi roket RBU-6000 dengan 12 tabung pelontar amunisi roket RPK-8 kaliber 212 mm, sistim roket ini dapat menghabisi kapal selam dengan jarak maksimal 4,3 km dengan kedalaman 1 km atau torpedo dengan jarak sama pada kedalaman 4 â€" 10 m. Untuk melengkapi peperangan opposing kapal selam, fregat ini dapat dilengkapi dengan helikopter opposing kapal selam berjenis Ka-28 yang telah disiapkan beserta hanggarnya. Sebelumnya struggle telah mempunyai beberapa helikopter berjenis ini. Sistem pengecoh PK-10 (photo : warfare.ru) Untuk peperangan elektronika, fregat ini dilengkapi pengacak sinyal radiolocation MP-407E (bekerja secara aktif) dan sistim pengecoh PK-10 (bekerja secara pasif) terdiri dari 4x10 peluncur. Versi Rusia fregat ini juga dilengkapi alat hidroakustik Zmey. Alat pengecoh ini akan menciptakan tiruan medan kebisingan sinyal kapal dan dapat mengacak frekuensi sinyal radiolocation yang diemisikan oleh torpedo atau kapal selam lawan. (Defense Studies)
Defense Studies

0 comments:

Post a Comment