4 Pesawat Super Tucano Tiba Maret

on Monday, January 9, 2012

MALANG - Sebanyak empat dari 16 pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Brasil direncanakan tiba pada Maret 2012 untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AU di Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedatangan pesawat tempur itu akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah tidak akan dioperasikan lagi.

"Kami terus menyiapkan pendukung lainnya untuk kedatangan pesawat tempur canggih itu, termasuk pilot khusus yang berusia minimal 24 hingga 35 tahun dan ahli dalam berbahasa Inggris," kata Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Kolonel Pnb Novianto Widadi, Minggu (8/1).

Secara umum, Lanud Abdurrahman Saleh siap menyambut kedatangan pesawat baru tersebut. Kesiapan yang sudah dilakukan, meliputi sejumlah fasilitas pendukung di Lanud Abd Saleh, seperti shelter atau tempat lokasi parkir pesawat, serta 12 pilot khusus yang telah dilatih untuk mengawaki pesawat tersebut.

Dengan tibanya pesawat pada bulan Maret, diharapkan nantinya bisa dipertunjukan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2012. Sementara itu, rencananya pesawat tersebut akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat itu memiliki keunggulan close air support.

Selain itu, pesawat yang memiliki mesin tunggal buatan "Empresa Braziliera de Aeronautica" juga memiliki kemampuan menembakan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Pesawat itu nantinya tidak hanya digunakan sebagai pesawat latih, namun juga digunakan misi pengamanan wilayah perbatasan, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran batas negara oleh pihak lain.

"Total pesawat yang kita pesan sebanyak 16 unit dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012, dan akan ditempatkan pada Skuadron 21 Lanud Abdurrahman Saleh," katanya.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufa’at meresmikan monumen OV-10F Bronco di Lanud Abdurrahman Saleh, Malang.

Ini menjadi penanda berakhirnya masa pakai pesawat OV-10 Bronco. OV-10 Bronco telah di-grounded dan akan digantikan dengan pesawat tempur Super Tucano. Sesaat sebelum peresmian, Kasau menyampaikan harapannya agar dengan memonumenkan pesawat yang memiliki julukan "si kuda liar" atau biasa disebut kampret di jajaran TNI AU ini dapat menjadi sarana untuk mengenang kiprahnya dalam medan laga dan para awak yang telah gugur bersamanya.

OV-10 Bronco telah berjasa di berbagai operasi, antara lain Ops Seroja (1976-1979) di NTT, Ops Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Ops Halilintar (1978) di Riau. Setelah peresmian monumen, Kasau beserta rombongan meninjau Skadron Udara 21 untuk pembangunan shelter pesawat Super Tucano yang akan datang menggantikan pesawat gaek OV-10F Bronco. SB/Ant/P-3

(



View the Original article

0 comments:

Post a Comment